Kamis, 30 Desember 2010

Yang Penting Bukan Di Mana Kita

Tak peduli di mana seekor burung berada, entah di padang rumput atau dalam kurungan sangkar, ia dapat tetap bersiul bila ia mau. Saat merenungkan pemandangan burung dalam sangkar, kalimat bijak itu terlintas begitu saja dalam benak saya. Jadi, saya juga merenungkan maknanya.

Menurut yang saya dapatkan, gambaran tersebut bisa dipakai untuk mengungkapkan sebuah kebenaran tentang kebahagiaan, bahwa kebahagiaan tidak ditentukan oleh keberadaan kita, bagaimana keadaan kita saat ini, atau pun hal-hal yang terjadi di sekitar kita, melainkan ditentukan oleh hati dan kemauan kita sendiri.

Seringkali kita meratapi nasib. Kita jadi hanyut dalam kesedihan yang rasanya seperti tiada akhir. Kita menyesali nasib kita. Kita meratapi keberadaan kita. Bahkan mungkin, kita kerap merasa kurang puas dengan apa yang sudah kita miliki.

Ibarat ilustrasi burung di atas, jika burung itu dibebaskan di padang rumput nan hijau, apakah keberadaannya pasti akan membuat ia bersiul? Belum tentu! Demikian juga sebaliknya, jika ia diletakkan dalam sangkar, apakah sangkar itu dapat membungkam keinginannya untuk bersiul? Tentu tidak!

Oleh sebab itu, maka kini saatnya bagi kita untuk berhenti meratapi diri. Saatnya bagi kita untuk bangkit dari yang namanya kesedihan dan rasa mengasihani diri sendiri. Saatnya bagi kita untuk mensyukuri apa yang sudah kita miliki dan meninggalkan rasa tidak puas. Kini saatnya untuk membuat keputusan baru. Sebab, jika kita tak mau bangkit dan mengusahakan kebahagiaan kita sendiri, lalu siapa lagi yang bisa menolong kita?

Kita memang tak dapat memilih jalan hidup kita, warna kulit kita, atau jati diri kita. Kita juga tidak dapat mengendalikan situasi yang terjadi di sekitar kita, namun entah kita hidup di padang rumput nan hijau atau dalam penjara sangkar sekalipun, kita masih bisa tetap bersiul dengan gembira bila kita mau.

Kuncinya hanya pada keputusan kita sendiri. Memang butuh kemauan dan disiplin untuk mengubah pola pikir lama. Namun, jika kita mau bertekun dan mengubah fokus, maka kita pasti bisa.

Jika dulunya kita selalu hidup dalam sakit hati, maka tinggalkan sakit hati itu. Ada sebuah ungkapan,"Orang bodoh dibunuh oleh sakit hatinya sendiri."

Maafkanlah pasangan Anda, anak Anda, kakak ipar Anda, mertua Anda, dan entah siapa lagi yang mungkin menyakiti hati Anda.

Jika kita sering menyusahkan diri karena rasa ingin tahu yang berlebihan tentang suatu hal, maka lepaskan keinginan atau rasa penasaran yang ekstrim itu. Tinggalkan kumpulan ibu-ibu yang doyan menggosip. Jangan berkecimpung di dalamnya sambil mengatakan bahwa Anda hanya akan menjadi pendengar saja.

Jika kita selalu memikirkan dan menyesali masa lalu, maka ingatlah bahwa hari kemarin berlalu semalam. Pertengkaran dengan suami atau anak yang pernah terjadi janganlah diingat-ingat lagi. Cemoohan dari keluarga suami pun sebaiknya dilupakan.

Ingat, keputusan di tangan Anda, Anda mau atau tidak untuk membuang hal-hal yang tidak berguna dan menyongsong masa depan cerah bersama orang-orang terkasih yang ada sekarang?!

Senin, 27 Desember 2010

Aku Memberi Karena...

Orang yang mengasihi pasti memberi, namun orang yang memberi belum tentu mengasihi. Anda pernah mendengar kalimat bijak itu? Kita dapat memberi sedekah pada pengemis yang bahkan kita tidak tahu namanya. Namun rasanya mustahil bila kita mengaku mengasihi seseorang namun tidak pernah memberi apa-apa padanya.

Dalam kasih ada keinginan untuk memberi. Bukan sekedar memberi, namun memberi yang terbaik sesuai kemampuan. Hal ini adalah naluri dari kasih yang sebenarnya.

Kasih yang tidak berfokus pada diri sendiri, namun lebih menyoroti kebutuhan objek kasih kita. Dalam kasih ada pengorbanan. Kasih yang sejati itu bisa menerima objek kasihnya apa adanya. Tanpa tuntutan, yang ada hanya keinginan untuk memberi.

Apa Anda merasa bahwa hal ini terdengar bodoh? Namun ini adalah kebenarannya. Coba Anda renungkan, jika Anda sebagai objeknya, apa Anda akan menolak kasih semacam itu? Tentu tidak bukan?!

Kita semua, tanpa terkecuali, baik pria, wanita, anak-anak, remaja, maupun orang tua, semuanya merindukan kasih yang demikian. Kasih yang sudi menerima kita apa adanya. Kasih yang tidak menuntut. Kasih yang memberi.

Karena dalam kasih jenis ini ada keamanan yang ditawarkan. Itulah yang jarang kita dapatkan. Kasih yang sejati menjauhkan segala kekhawatiran, khawatir ditolak, khawatir dicemooh, khawatir diolok, dan sebagainya.

Tidak dapat disangkal, bahwa hukum alam berlaku juga dalam kehidupan manusia. Jika Anda menabur jagung, tak mungkin Anda menuai kacang.

Demikian juga dengan kasih. Jika Anda menabur kasih yang suka memberi dan tulus pada orang-orang di sekitar Anda, maka dapat dipastikan Anda akan menuai hasilnya. Siapa juga yang dapat menolak orang yang memiliki kasih seindah ini? MERRY CHRISTMAS

Jumat, 24 Desember 2010

Rahasia Hidup, Siapa Mengetahuinya?!

Semua orang dalam dunia ini tak tahu pasti apa yang akan terjadi besok. Jangankan besok, apa yang akan terjadi satu jam ke depan saja kita tidak tahu. Kita mungkin bisa menebak, namun tebakan kita juga bisa salah.

Begitulah hidup, penuh dengan kejutan. Ada kejutan yang menggembirakan, namun ada pula yang terkadang mengundang air mata. Menghadapi hal yang tak pasti seperti itu, kita memang perlu memiliki mental yang selalu siap.

Mau tidak mau, kita tidak punya pilihan, kita harus bersedia mengalir bersama dengan arus kehidupan. Jika kita melawan apa yang dikatakan orang sebagai takdir, maka kita akan hancur.

Kita memang tidak dapat mencegah/ mengendalikan apa yang terjadi, namun kita bisa belajar memilih reaksi yang tepat dalam tiap situasi yang harus kita hadapi. Belajarlah memandang segala situasi dari sudut pandang positif, karena itu akan membuat hidup terasa lebih mudah. Apalagi bila saat ini Anda mempunyai anak-anak yang Anda pertanyakan masa depannya.

Sebagai ibu yang mengasihi anak-anaknya, Anda mungkin selalu dikhawatirkan dengan masa depan buah hati Anda. Apakah ia akan tumbuh menjadi orang yang baik kelak? Apakah ia akan sukses seperti ayahnya? Apakah ia akan sehat dan berumur panjang? Dan masih banyak lagi deretan pertanyaan lainnya.

Lalu, apakah Anda mendapatkan jawabannya? Tentu tidak! Itu masih rahasia dan baru akan terungkap bila waktunya tiba kelak. 

Jadi, jika demikian lalu bagaimana Anda harus menjalani hidup ini?! Nikmati saja setiap sensasi kejadian yang ada sebagai suatu pengalaman unik yang memperkaya dapat hidup Anda dan keluarga. Usahakan yang terbaik namun tetap bersiaplah untuk yang terburuk.

Selasa, 21 Desember 2010

Love Your Life

Bila seseorang melontarkan pertanyaan seperti judul di atas, apakah jawab Anda yang sejujurnya?! Apakah Anda benar-benar menikmati hidup selama ini atau Anda menunggu hingga Anda kaya, sukses, menikah, punya anak, mapan, atau cantik dulu baru Anda mengklaim kalau Anda bahagia?!

Indah tidaknya hidup ini tergantung dari cara kita memandang dan menjalaninya. Tiap orang memiliki cara dan standar yang berbeda dalam menjalani hidup ini. Kerapkali standar dan pandangan yang salah tentang hidup itulah yang menggilas kebahagiaan kita sendiri.

Lalu, bagaimana agar Anda bisa menikmati hidup bahkan di tengah kekurangan dan kelemahan sekalipun. Simak beberapa tips berikut.

Pandang masalah yang ada sebagai kesempatan dan bukannya kesulitan

Siapa yang tidak punya masalah? Semua orang punya. Namun, tak semua orang memandang masalah sebagai suatu pukulan atau hantaman yang hebat. Ada juga yang menganggapnya sebagai kesempatan untuk mengembangkan karakter plus dalam hidupnya. Ada juga yang memandangnya sebagai tantangan atau petualangan yang harus ditaklukkan.

Bagaimana kita memandang masalah itu sangat penting. Jika kita menganggapnya sebagai beban belaka, maka hidup akan terus terasa berat. Namun, bila kita menerima dan belajar untuk memecahkannya dengan cara positif, maka kita akan merasa lebih enteng.

Lakukan yang bisa Anda lakukan, jangan pikirkan hasilnya

Kerapkali seseorang enggan melangkah karena ia sudah terlebih dulu ragu dengan hasil yang akan dicapai. Ini adalah pandangan makhluk pesimis. Si pesimis tidak berani mengambil resiko, takut gagal, takut ditolak, takut rugi, takut...takut..takut...hingga akhirnya tidak melakukan apa-apa.

Tidak ada keberhasilan tanpa kegagalan. Seorang anak yang ingin lihai naik sepeda harus mengalami proses jatuh bangun yang berulang kali. Lecet, luka berdarah, dan rasa sakit yang timbul itulah yang akan membawanya kepada keahlian bermain sepeda. Jadi, mari kita belajar untuk melakukan saja apa yang bisa kita lakukan, sekecil apapun itu, tanpa terlalu pusing memikirkan bagaimana hasilnya nanti. Just do what you must to do!

Tetaplah sibuk dengan beraktivitas.

Setidaknya ada 3 aktivitas besar yang dikerjakan manusia pada umumnya selama ia hidup, yaitu tidur, kerja, dan berlibur. Tiap manusia memerlukan ketiganya. Jika waktunya bagi Anda untuk tidur, maka nikmatilah. Jika Anda sedang berlibur, maka benar-benarlah berlibur. Jika Anda sedang bekerja, maka berikan yang terbaik pula.

Meski wanita dikaruniai dengan kemampuan untuk multitasking, namun itu tidak efektif jika Anda mencampuradukkan momen istirahat dengan ketegangan bekerja.

Jangan memikirkan hal-hal yang tak mungkin Anda kontrol.

Hmm, ini benar-benar gangguan terbesar dalam kebahagiaan manusia. Boleh dibilang 90% hal dari hidup ini bisa dikontrol, sedangkan 10% nya tidak. Jika demikian lalu mengapa manusia repot-repot memikirkan 10% hal yang tak bisa dikontrol atau diubahnya. Mari kita pikirkan dan kerjakan apa yang kita bisa.

Jangan menunda tugas yang kurang menyenangkan hingga besok hari

Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari karena menunda merupakan penumpukan masalah atau sampah yang Anda bawa terus hingga hari esok. Dan ini merupakan beban yang berat, baik untuk hari ini maupun untuk besok. Jadi, selesaikan apa yang bisa Anda selesaikan hari ini...hari ini juga.

Hilangkan semua khayalan

Khayalan tidak sama dengan mimpi/ cita-cita. Khayalan tidak memiliki dasar yang kuat, sedang mimpi memiliki dasar. Khayalan lebih mengarah pada sesuatu yang terlalu muluk, sedangkan cita-cita bisa diraih asal ada kemauan. Khayalan hanya berangan-angan tanpa berbuat apa-apa, sedangkan meraih mimpi atau cita-cita membutuhkan usaha. Jadi, bedakan antara impian dan khayalan Anda. Kejarlah mimpi, namun tinggalkan khayalan.

Jangan memikirkan hal-hal yang abstrak.

Ini bisa saja berarti berandai-andai atau menyesali sesuatu yang telah terjadi. Biasanya pikiran abstrak dimulai dengan kalimat:"Jika saja aku.....", "Coba kalau tadi aku....", "Nanti jika ia datang, aku akan....", atau kalimat-kalimat pengandaian yang serupa itu. Untuk apa repot-repot memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi atau yang sudah lewat. Keduanya memiliki kesamaan, yaitu tidak nyata.

Jadi, sekarang setelah mengetahui beberapa prinsip bagaimana agar hidup lebih hidup, maka keputusan ada di tangan Anda. Mari kita cintai hidup yang kita miliki!

Sabtu, 18 Desember 2010

Teruslah Berjalan!

Setiap hari pergi ke kantor dengan naik angkot membuat saya banyak belajar tentang kehidupan jalanan. Salah satunya adalah tentang macam-macam karakter yang terdapat pada supir angkot itu sendiri.

Jika Anda sama seperti saya, selalu naik angkot saat hendak pergi ke kantor, atau setidaknya pernah naik angkot beberapa kali, maka Anda pasti tahu bahwa ada dua jenis tipe supir. Yang satu suka ngetem (alias sering berhenti untuk mencari penumpang), yang lain tidak.

Dulunya saya sering menggerutu jika si supir suka ngetem, membuat penumpang yang ada jadi rugi waktu dan merasa jengkel. Namun, jika mau ditilik dari segi tuntutan setoran mereka, maka saya jadi cukup iba juga saat melihat perjuangan mereka untuk memenuhi angkot yang kosong dengan penumpang.

Setelah naik berbagai angkot dengan macam-macam tipe supir, saya mendapat sebuah kesimpulan yang membuat saya belajar satu hal yang penting.

Sebuah angkot tidak akan pernah bisa berjalan maju dengan aman dan leluasa jika sang supir tetap menoleh ke belakang. Mobil itu juga tidak akan sampai pada tujuannya jika sang supir tetap menoleh ke belakang.

Malahan, kerapkali keberuntungan memperoleh penumpang yang berlimpah justru terjadi pada supir yang tidak terlalu ngoyo dalam mencari penumpang. Seolah-olah dengan membiarkan mobil angkotnya meluncur mulus tanpa ngetem, mereka yakin bahwa akan selalu ada penumpang di depan yang harus diangkut.

Demikian juga dengan hidup kita. Kita seumpama seperti sang supir, dan angkot itu gambaran dari hidup kita.

Kita kerap menoleh ke masa lalu, sehingga kehidupan kita tetap terikat dengan masa lalu itu. Segala kegagalan, kekecewaan, luka hati, maupun popularitas yang pernah ada di masa lalu masih kita genggam erat dan kita bawa hingga masa kini.

Jika kita tetap menoleh pada masa lalu, maka kita tidak bisa menikmati dengan maksimal hal-hal yang terjadi pada masa kini. Jika kita tetap menoleh pada masa lalu, maka kita juga tak mungkin bisa meraih masa depan dengan baik.

Jadi, mengapa tidak melepaskan dan merelakan apa yang ada di belakang. Yang sudah terjadi, terjadilah. Kita tidak bisa berbuat apapun untuk mengubah masa lalu, tapi kita masih bisa berbuat sesuatu yang berguna untuk masa kini dan masa mendatang.

Lepaskan cinta pertama Anda! Biarkan pacar Anda pergi dengan wanita itu! Jangan sesali lamaran yang pernah Anda tolak! Jangan salahkan diri terus menerus tentang kematian seorang kekasih yang meninggal karena menyumbangkan ginjalnya untuk Anda!

Mari kita tatap ke depan dan sambut apa yang ada di depan kita, sebab kita tidak pernah tahu kejutan dan kesempatan baru apa yang akan kita peroleh di depan nanti. Tetaplah maju!

Rabu, 15 Desember 2010

Cantik Ala Wanita Di Dunia

Definisi kecantikan berbeda menurut tiap orang. Mungkin bagi seseorang, cantik itu jika seseorang memiliki dada besar dan tubuh yang tinggi, namun bagi yang lain belum tentu begitu.

Kali ini kita akan menengok macam-macam definisi kecantikan menurut wanita-wanita dari berbagai negara. Mungkin ada beberapa di antaranya yang justru akan membuat kita bergidik daripada merasa cantik.

India

Sama seperti di Jepang, wanita India pun mempercantik kulit mereka melalui racikan dari bahan-bahan alami. Saat hari pernikahan tiba, pengantin wanita biasanya memakai ramuan tradisional yang terdiri dari kunyit, lemon, dan madu agar kulit mereka terlihat bersinar.

Tak hanya itu, mereka juga melengkapi busana mereka dengan perhiasan dan anting yang dipasang pada dahi. Kumkum atau tanda merah pada dahi itu pun dipercaya bisa membuat wanita India terlihat cantik.

Suku Kayan

Di perbatasan Burma dan Thailand, hiduplah suku Kayan yang memulai ritual kecantikan mereka mulai dari sejak masa kecil. Gadis Kayan mulai dipakaikan kalung (seperti cincin besar, terbuat dari kuningan) di leher mereka sejak usia 5 tahun.

Semakin gadis itu dewasa, maka jumlah kalung itu akan bertambah pula. Dan tanpa sadar, leher mereka pun otomatis jadi bertambah panjang seperti leher jerapah akibat keberadaan kalung itu.

Bagi wanita kayan, kilau dari kalung kuningan tersebut merupakan lambang status dan keeleganan seorang wanita. Tiap piece kalungnya bisa berbobot hingga 11 kg.

Jika kalung itu direnggut dari leher mereka, maka mereka tidak akan merasa cantik lagi. Maka, tak ayal jika kalung itu menjadi bagian dari wanita Kayan hingga mereka mati.

Suku Maori

Masih di perbatasan Burma dan Thailand, kali wanita Maori yang hidup di Selandia baru memiliki ritual kecantikan yang unik yaitu lewat tato. Kaum pribumi yang berasal dari keturunan Polinesia mempercayai bahwa mereka akan terlihat lebih menarik jika men-tato bibir dan dagu mereka. Semakin bibir mereka berwarna biru, maka semakin cantik dan menggairahkan seorang wanita.

Suku Karo

Sedangkan bagi wanita Karo yang bermukim di wilayah Ethiopia bagian selatan, kecantikan 'tersembunyi' jauh di bawah kulit. Saat mereka masih kecil, mereka mengizinkan para tua-tua untuk meninggalkan bekas parut di perut mereka.

Alasan utama keberadaan luka carut itu adalah untuk menarik lawan jenis saat mereka besar nanti. Saat mereka menerima luka parut yang terakhir, maka mereka diizinkan untuk menikah dan punya anak.

Oman

Wanita Oman senang menggunakan rebusan daun bunga mawar kering untuk mencuci rambut mereka. Air rebusan ini membuat rambut mereka wangi seperti wangi bunga mawar. Sementara untuk perawatan gigi, mereka memakai batang miswak untuk menyikat gigi. Unsur batang ini akan bereaksi dengan air ludah lalu membuat bibir berwarna oranye.

Selain itu, wanita Oman juga percaya bahwa semakin berwarna-warni perhiasan yang dikenakan, maka semakin cantik pula seorang wanita. Meski begitu, pakaian multi warna mereka kerap ditutupi oleh jubah bernama abaya yang menutupi baik tubuh maupun rambut.

Beberapa wanita juga memakai burqa yang menyelubungi wajah. Selubung itu sendiri merupakan tanda kecantikan yang diyakini bakal membuat mata kelihatan lebih seksi.

Minggu, 12 Desember 2010

Memahami Para Lanjut Usia

Mungkin banyak di antara kita yang saat ini punya orang tua yang sudah lanjut usia dan masih tinggal bersama-sama dengan kita. Kita bersyukur dan senang jika seringkali bisa mendengarkan pengalaman hidup mereka. Namun harus diakui, di sisi lain, kadang kita kewalahan atau menemui banyak kendala saat berhubungan dengan mereka.

Secara garis besar, seseorang dianggap lanjut usia sesudah ia berusia sekitar 60 atau 65 tahun ke atas. Usia tua memang ditandai oleh suatu proses yang sangat nampak dan bisa dilihat dengan jelas.

Yang paling nyata adalah perubahan-perubahan secara fisik yang menandakan menuanya diri seseorang. Misalnya, jalan yang tidak secepat dulu, daya tahan tubuh untuk menghadapi cuaca dingin semakin berkurang, tulang-tulang mulai rapuh, urat-urat saraf jadi kaku sehingga mereka tidak selincah orang yang masih muda.

Sementara itu, untuk kebutuhan emosional kaum lanjut usia menjadi lebih besar daripada kebutuhan jasmani mereka. Kebutuhan emosional para orang tua memang unik karena ada 2 golongan lansia, dan kebutuhannya otomatis akan sangat berbeda.

Yang pertama adalah mereka yang memang siap menerima fakta bahwa ia sudah lanjut usia. Maksudnya menerima fakta adalah menerima keterbatasannya, salah satu contohnya ialah pensiun. Jadi orang ini siap menerima konsekuensi usia tuanya.

Yang kedua adalah mereka yang memang belum siap memasuki usia tua, akibatnya ia tidak begitu siap untuk menanggung konsekuensi usia tua tersebut.

Salah satu hal penting yang harus kita mengerti adalah bahwa usia tua adalah usia di mana seseorang merefleksi diri ke belakang.

Seseorang akan mengalami suatu pertentangan antara integritas dan keputusasaan. Maksudnya, orang yang melewati usia-usia sebelum tua dengan baik, jauh lebih siap memasuki usia tua.

Tapi, orang yang melewati usia sebelum tua dengan tidak begitu mulus atau banyak problem, maka ia didapati kurang siap untuk memasuki usia tuanya.

Jadi kebutuhan emosional terpenting yang diperlukan orang tua adalah orang tua itu perlu bisa hidup tanpa penyesalan.

Orang yang lanjut usia akan bisa menerima hari tuanya dengan baik karena merasa hidupnya telah bernilai. Mereka tetap ingin merasa berguna.

Oleh karena itu, perlu bimbingan dan bantuan dari kita, untuk tidak hanya memahami mereka, tapi juga menolong mereka dalam melewati masa tua itu.

Bagi orang tua yang terbiasa bekerja, maka tidak ada salahnya jika mereka tetap melakukan beragam aktivitas yang mereka sukai, misalnya seperti berkebun, berolah raga, melukis, dan lain-lain.

Hal ini selain berguna untuk kesehatan mental mereka, juga dapat menyibukkan diri sehingga mereka tidak jatuh pada rasa kasihan pada diri sendiri, dan akibatnya melakukan hal yang bukan-bukan.

Hormatilah mereka dengan memahami dan membantu mereka.

Kamis, 09 Desember 2010

Kita Kaya Jika....

Kekayaan bukanlah kepunyaan mereka yang memilikinya namun kepunyaan mereka yang menikmatinya. Apakah Anda setuju dengan pernyataan di atas?! Coba renungkan beberapa kalimat berikut ini.

Kita tetap kaya jika sering naik mobil (macam-macam merek mobil lagi, dari yang butut sampai mewah), walaupun mobil-mobil itu mungkin bukan milik kita.

Kita kaya jika kita tidak punya rumah, namun kita kemudian diizinkan tinggal dan ditugasi menjaga sebuah rumah mewah.

Kita kaya jika kita bisa menikmati apa yang ada, sekalipun itu bukan milik kita.

Untuk menikmati keindahan sebuah taman, kita tidak perlu memiliki/ membeli taman itu. Untuk menikmati keindahan langit, kita juga tidak harus menggapai/ menyentuh langit.

Bagi kita yang diberi kesempatan untuk menikmati tanpa memiliki, maka boleh dikatakan kita beruntung dan mendapat kemurahan. Sebab ternyata tak semua orang yang memiliki, bisa menikmati apa yang mereka miliki.

Sebagai contoh seorang kaya raya, namun sakit-sakitan. Punya pesawat pribadi tapi tidak boleh terbang ke mana-mana, punya kolam renang tapi dokter bilang "tidak boleh berenang", punya rumah mewah, namun hanya boleh mendekam dan beristirahat di dalam kamar. Jadi percuma dong!

Jadi Anda sudah tahu kan mana yang lebih penting?! Memiliki atau menikmati.

Rasa memiliki mendorong seseorang pada rasa tidak puas dan ambisi yang lebih dan lebih lagi, sedangkan menikmati apa yang ada menjadikan seseorang memiliki mental puas dan nerimo. Sebab justru orang yang mudah puas, yang dapat menikmati apa yang ada padanya, lepas dari dia memiliki segalanya.

Jadi bagi kita yang tidak punya apa-apa, namun dapat menikmati apa yang ada, maka berbahagialah sebab sesungguhnya kitalah orang-orang kaya itu. Dan, ingat satu hal, keluarga juga merupakan kekayaan kita yang tak ternilai harganya. Berapa banyak orang yatim piatu di luar sana yang menginginkan sebuah keluarga. Jika saat ini Anda dianugerahi dengan keluarga yang ada, maka hargailah itu, sebab keluarga akan tetap menjadi keluarga.

Senin, 06 Desember 2010

Keinginan Yang Harus Dibunuh

Many have too much, but none enough. (Danish Proverb)

Pernah melihat orang yang punya banyak hal, namun masih saja tetap merasa tidak puas?! Baru membeli mobil ke-3, eh sekarang sudah mengincar mobil yang lain lagi. Ada juga orang yang hidupnya pas-pasan, namun tetap bisa puas dengan apa yang ada.

Lalu, apa sebenarnya yang membedakan keduanya?

Keinginan, itulah jawabnya.

Tak dapat kita pungkiri bahwa tiap manusia dilahirkan dengan bekal 'memiliki keinginan'. Namun, kita juga tahu bahwa tak semua keinginan itu bisa dicapai, sebab ada hal-hal yang tidak bisa dibeli dengan uang atau kekuasaan.

Tak semua keinginan itu buruk adanya. Ada juga yang baik, seperti keinginan untuk hidup, keinginan untuk menjadi orang pintar dan sukses, keinginan untuk berbuat baik, dan sebagainya.

Namun, ada keinginan yang berbahaya bagi diri sendiri, keluarga, dan juga orang lain, karena bisa mengaktifkan sisi keserakahan kita sebagai manusia. Apa saja keinginan yang berbahaya tersebut?

Keinginan yang tidak membawa kebaikan

Contohnya adalah seseorang yang selalu ingin makan makanan berlemak. Meski lezat, namun keinginan itu bisa merusak kesehatan dan membunuh diri sendiri. Atau, keinginan untuk absen kerja di saat tidak mood. Bisa Anda bayangkan, apa jadinya bila bos tahu Anda absen hanya gara-gara tidak mood. Pastinya, Anda akan dipecat atau tidak dipercaya lagi.

Keinginan yang melampaui kemampuan

Anda pasti tahu apa yang dimaksud dengan ini. Seseorang bisa mengingini banyak hal namun jika itu melebihi kemampuannya, maka ia akan berhutang ke sana sini untuk memenuhi nafsu inginnya itu. Akibatnya, ia akan terjerat masalah utang yang bakal menyusahkan diri dan keluarga yang ada. Atau jika ini tidak menyangkut uang, maka keinginan tersebut akan membuat seseorang depresi karena ia tidak mampu mencapainya.

Keinginan akan milik orang lain

Yang satu ini bisa mengakibatkan yang namanya pencurian, penculikan, fitnah, hingga membunuh. Tak percaya? Coba saja lihat para perampok yang mengingini barang milik orang lain, atau seorang gadis yang rela berbuat nekat untuk merebut pacar temannya.

Pada dasarnya, sebuah keinginan dikatakan jahat bila itu sudah berada dalam jalur yang melebihi kebutuhan.

Saat Anda mulai dijangkiti dengan penyakit ingin 'ini dan itu', maka berhentilah sejenak dan renungkan, apakah hal tersebut memang sesuai dengan yang Anda butuhkan?!

Keinginan memang bisa bernafsu sepanjang waktu, namun ada satu cara untuk menaklukkannya, yaitu dengan mengendalikannya atau mematikannya. Dan untuk itu, kita perlu mengaktifkan 'alarm kebutuhan'. Dengan alarm ini, kita bisa mematikan segala keinginan yang menyesatkan.

Marilah kita belajar untuk menaklukkan keinginan-keinginan yang melampaui kebutuhan kita, supaya kita tidak menjadi orang yang serakah.

Jangan sampai demi memenuhi keinginan yang egois, kita jadi mengorbankan keluarga, diri sendiri, orang lain, maupun segala sesuatu yang berharga di sekitar kita. Waspadalah!

Jumat, 03 Desember 2010

Are U Drama Queen?

Apakah Anda asli Anda?! Mungkin pertanyaan ini sedikit menggelitik. "Tentu saja," jawab Anda mantap. Namun, benarkah demikian?! Kita akan menyelidikinya bersama-sama.

Kita hidup dalam zaman yang boleh dibilang tak kenal kompromi. Beberapa orang bilang hidup ini keras, dan demikianlah kenyataannya. Saking kerasnya, sampai hidup seolah tak mengenal lagi yang namanya belas kasihan.

Siapa yang tak cantik, jangan mimpi bakal dilirik. Siapa yang tak berduit, jangan mimpi bisa diterima dengan baik di hotel-hotel mewah. Intinya, jika Anda tidak punya apa-apa, maka jangan berharap bisa mendapat apa-apa.

Tuntutan ini boleh dibilang berlanjut turun temurun, sehingga akhirnya setiap orang berpacu untuk menjadi yang terbaik agar bisa mendapat yang terbaik.

Kaum wanita berlomba-lomba untuk menjadi yang terlangsing, terputih, dan tercantik agar mereka dilirik, dikagumi, bahkan disanjung-sanjung oleh kaum adam. Lalu, mereka mendapati bahwa jika mereka tidak dapat memenuhi tuntutan-tuntutan itu, maka mereka 'dinyatakan' tidak berharga lagi. Benarkah demikian? Tentu saja tidak. Namun sayangnya, ada golongan wanita yang mempercayai hal menyedihkan ini.

Akibat beragamnya tuntutan yang tidak masuk akal itu, banyak orang kemudian menjadi mayat hidup atau robot yang dikendalikan oleh 'apa yang seharusnya'. Mereka jadi lupa bahwa mereka hanyalah manusia biasa yang sarat dengan kelemahan dan keterbatasan.

Mereka jadi takut tampil apa adanya. Mereka takut jika seorang pria memandang remeh, menolak, mengolok-olok, mengatai, dan tak mau menerima mereka apa adanya. Sehingga mereka pun kemudian terus bersikap 'yang seharusnya', bukan yang 'seadanya' mereka.

Apakah gambaran di atas merupakan cerminan diri Anda sendiri? Apakah selama ini, entah sadar maupun tidak, Anda telah bersikap yang seharusnya daripada yang seadanya?

Apakah Anda berani jujur mengaku bahwa tuntutan itu memang ada dalam hidup Anda, dan turut mempengaruhi perilaku dan keputusan-keputusan Anda?

Kalau mau jujur, setiap orang di dunia ini memakai topeng yang sama. Sebab kita semua memiliki ketakutan yang sama pula, takut ditolak, takut diabaikan. Takut jika kita tidak tampil cukup baik, maka kita akan direndahkan.

Namun, hidup macam ini adalah hidup yang melelahkan. Memakai topeng 'yang seharusnya' itu juga menyiksa. Lalu, harus bagaimana? Buka dulu topengmu, dan beranilah tampil apa adanya. Jadilah diri sendiri!

Jika saat ini Anda dikenal cerewet, maka ingatlah bahwa belum tentu besok Anda tetap sama. Jalani, lakukan, dan nikmatilah setiap proses perubahan yang ada dalam hidup Anda dengan tampil apa adanya. So, stop being a drama queen and start to be your ownself!

Selasa, 30 November 2010

LOVE YOURSELF FIRST

Setiap orang ternyata berpotensi untuk menjadi 'penjara' bagi dirinya sendiri. Kapan hal itu terjadi? Saat kita mulai tidak jujur terhadap diri sendiri dan orang lain.

Saat seseorang menyangkal apa yang ia rasakan, maka saat itulah ia mulai memenjarakan dirinya sendiri. Kita cenderung begitu mudah mengekspresikan rasa senang dan gembira, namun saat menghadapi beberapa emosi tertentu seperti penyesalan, kemarahan, rasa suka pada orang lain, benci, kecewa, atau lainnya, maka ada kalanya kita menjadi orang yang begitu sulit untuk mengungkapkannya.

Jangankan mengungkapkan, kita malah cenderung meniadakan emosi-emosi itu, menganggapnya sebagai kesalahan atau dosa, lalu kemudian berusaha keras untuk menyangkal, bahkan melenyapkannya dari hati kita. Kita mulai tidak jujur, bahkan enggan mengakui bahwa emosi-emosi itu ada dalam hati kita.

Lalu, pertanyaannya sekarang, dapatkah emosi-emosi itu dipendam? Jawabnya, bisa. Namun, tidak untuk selamanya. Suatu saat emosi yang tidak diakui keberadaannya itu akan meledak keluar. Karena apa yang timbul dari hati akan meluap keluar juga.

Jika berbicara tentang emosi, maka sebenarnya tidak ada kata benar atau salah. Sebab, emosi itu tetap timbul, tetap ada, dan begitu nyata. Entah mau diterima ataupun berusaha disembunyikan tetapi tetap saja emosi itu dirasakan.

Lalu, mengapa orang takut mengakui emosi itu? Ada banyak alasan yang menjadi jawabannya, namun semua alasan itu hanya bersumber pada satu perasaan, yaitu takut atau merasa tidak aman.

"Kalau aku merasa begini, orang bisa menjauhiku..."
"Kalau dia tahu aku suka padanya, nanti dia bisa marah dan menjauh dariku, tidak mau bicara lagi denganku..."
"Kalau aku bilang unek-unekku padanya, lalu dia menyangkal dan membela diri, maka aku akan lebih sakit lagi...."
"Kalau ia tahu aku menyesal, maka ia bisa besar kepala nanti....."

Masih banyak sederet alasan lain, dan kita bisa mencium bahwa satu-satunya alasan inti mengapa seseorang tidak berani jujur (baik terhadap diri sendiri dan orang lain) adalah karena mereka takut. Takut ditolak, takut dihakimi, takut diremehkan, takut ditinggalkan, takut dipermalukan, dan lain-lain.

Namun, ternyata ketakutan itu tidak membawa kita pada kebaikan, karena kita menjadi orang yang munafik. Tidak berani menjadi diri sendiri, sehingga akhirnya kita terpenjara dalam topeng kepalsuan.

Jika sudah demikian, maka hidup ini hanya akan menjadi sebuah siksaan belaka. Sebab, apakah dapat dikatakan sebagai kebebasan jika seseorang hidup dalam bayang-bayang sakit hati, penyesalan, atau perasaan yang terpendam?!

Hanya orang yang berani menghadapi kenyataan, menghadapi diri sendiri, dan merdeka, yang akan merasa bebas dan bahagia.

Pilihan itu ada dalam tangan setiap kita. Maukah kita jujur dan menerima kehidupan yang bebas atau sebaliknya, kita memakai topeng kepalsuan dan tersiksa selamanya?! It's your choice.

Sabtu, 27 November 2010

Minder? No waaay.....

No one can make you feel inferior without your consent. (Eleanor Roosevelt)

Inspirasi tidak hanya dapat diperoleh pada saat seseorang sedang jaya saja. Namun justru lebih banyak orang belajar dan mendapatkan sesuatu yang baru dan berharga dari masa-masa terkelam di hidupnya.

Salah satunya dari pengalaman salah mengenal dan memperlakukan diri sendiri. Hal ini terjadi akibat terciptanya citra diri yang salah, yang biasanya menimbulkan 2 reaksi yang berbeda yaitu minder atau sombong. Kali ini kita hanya akan membahas tentang minder saja.

Minder atau rasa rendah diri merupakan suatu duri yang bisa menghalangi seorang istri untuk mencapai potensi tertingginya. Aslinya cantik, namun karena minder, sehingga membuatnya merasa tidak cantik, dan hasilnya aura yang terpancar pun menunjukkan kecantikan yang terbunuh. Mestinya bisa berpenampilan ayu, namun karena minder, akhirnya merasa bahwa tampil cantik pun bakal sia-sia, sehingga akhirnya yang dikenakan sehari-hari hanyalah daster butut.

Banyak faktor yang membuat rasa minder itu muncul, bisa jadi dari pengalaman pahit yang dialami saat masa kecil dulu, olokan dari orang-orang sekitar, namun deretan alasan tersebut hanya bersumber dari satu hal saja yaitu adanya rasa tidak berharga.

Rasa tidak berharga ini kemudian mempengaruhi kepribadian dan pembawaan diri seseorang dalam berkeluarga dan bermasyarakat.

Minder ini sebenarnya sama jahatnya dengan sombong (merasa diri penting), karena keduanya memiliki makna yang sama, yaitu salah mengenal diri sendiri.

Berikut ada beberapa ciri di mana seseorang itu dikatakan minder. Apakah ada di antaranya yang menjadi bagian dari kepribadian Anda saat ini?

  • Menempel terus pada orang lain, mungkin pasangan atau anak, karena takut ditinggalkan. Sayangnya, biasanya orang tersebut justru akan benar-benar mengalami apa yang ditakutkan, yaitu ditinggalkan. Siapa juga yang bisa tahan dengan orang yang hobinya nempel dan merepotkan terus?
  • Selalu mencari orang lain atau mengandalkan pasangan untuk memperhatikan, untuk peduli terhadap apa yang dialami dan dirasakan, dan yang dapat memenuhi kebutuhannya. 
  • Sering merasa tak berdaya dan tak mampu membuat keputusan tanpa campur tangan suami. Istri macam ini sangat tergantung pada suami dan tak bisa berdiri di atas kaki sendiri untuk merasa bahagia.
  • Berpikir bahwa dirinya tidak layak untuk dicintai, diperhatikan, dan dihargai oleh orang lain, dan juga percaya bahwa tak peduli seberapa besar usaha yang dilakukan, dirinya tetap tidak layak untuk itu. Hal ini menyebabkan timbulnya rasa suka mengasihani diri.
  • Membiarkan pihak lain, misalnya ibu mertua, memimpin dan selalu berusaha menyenangkan orang lain agar tidak ditolak. Selalu mengutamakan kepentingan orang lain, bisa jadi karena merasa bersalah, minder, takut, sehingga mengorbankan diri sendiri.
  • Terlalu memaksakan diri untuk selalu menjadi dan melakukan yang terbaik. Padahal sikap macam ini justru malah bisa membuat diri menderita, karena tidak bisa menjadi diri sendiri.
  • Tidak mudah percaya pada kebaikan orang lain, karena menganggap bahwa bila orang lain bersikap baik maka itu karena ada maksud tersembunyi. 
  • Berpikir bahwa dirinya tidak mudah bergaul dan tidak bakal cocok dengan kelompok manapun. Ini bisa karena minder, namun bisa juga karena sombong.
  • Percaya bahwa dirinya tidak akan pernah menjadi istri yang baik. 
  • Percaya bahwa dirinya tak sepintar orang-orang/ istri-istri lain.
  • Kurang mendisiplin diri dan ingin menyerah saat mengalami kegagalan.
  • Selalu mengalah untuk menghindari konflik. 
  • Mementingkan pendapat dan dukungan orang lain dan sering kali tampil wow hanya untuk mendapatkan perhatian. 
  • Lebih fokus pada hal buruk yang terjadi dalam hidup (kekecewaan, salah langkah, dan momen-momen memalukan) sehingga memungkinkannya hidup dalam ketakutan yang menyebabkan diri melakukan kesalahan-kesalahan lain yang bisa menimbulkan masalah baru seperti kehancuran finansial, misalnya.
  • Takut untuk menunjukkan emosi atau memulai pembicaraan, mungkin dengan keluarga suami misalnya.
  • Percaya bahwa kesalahan kecil sekalipun harus mendapat hukuman. Biasanya orang ini menuntut diri dan orang lain terlalu tinggi, sukar memaafkan kesalahan, sukar berempati baik pada diri maupun orang lain. 
  • Mungkin masih ada banyak lagi ciri-ciri lainnya. Lalu, bagaimana untuk menghadapi rasa minder itu? Ingat saja satu hal, bahwa Anda sama berharganya dengan orang lain. Jadi, para wanita, entah Anda sebagai anak atau istri, jangan pernah takut untuk menunjukkan diri Anda yang sebenarnya.

Jumat, 26 November 2010

Love Story - Taylor Swift

We were both young, when I first saw you.
I close my eyes and the flashback starts-
I'm standing there, on a balcony in summer air.

I see the lights; see the party, the ball gowns.
I see you make your way through the crowd-
You say hello, little did I know...

That you were Romeo, you were throwing pebbles-
And my daddy said "stay away from Juliet"-
And I was crying on the staircase-
begging you, "Please don't go..."
And I said...

Romeo take me somewhere, we can be alone.
I'll be waiting; all there's left to do is run.
You'll be the prince and I'll be the princess,
It's a love story, baby, just say yes.

So I sneak out to the garden to see you.
We keep quiet, because we're dead if they knew-
So close your eyes... escape this town for a little while.
Oh, Oh.

Cause you were Romeo - I was a scarlet letter,
And my daddy said "stay away from Juliet" -
but you were everything to me-
I was begging you, "Please don't go"
And I said...

Romeo take me somewhere, we can be alone.
I'll be waiting; all there's left to do is run.
You'll be the prince and I'll be the princess.
It's a love story, baby, just say yes-

Romeo save me, they're trying to tell me how to feel.
This love is difficult, but it's real.
Don't be afraid, we'll make it out of this mess.
It's a love story, baby, just say yes.
Oh, Oh.

I got tired of waiting.
Wondering if you were ever coming around.
My faith in you was fading-
When I met you on the outskirts of town.
And I said...

Romeo save me, I've been feeling so alone.
I keep waiting, for you but you never come.
Is this in my head, I don't know what to think-
He knelt to the ground and pulled out a ring and said...

Marry me Juliet, you'll never have to be alone.
I love you, and that's all I really know.
I talked to your dad -- go pick out a white dress
It's a love story, baby just say... yes.
Oh, Oh, Oh, Oh, Oh.

'cause we were both young when I first saw you

Rabu, 24 November 2010

Anda Tiada Duanya

Pernahkah Anda mengalami kekhawatiran yang tak beralasan?! Anda takut tidak lagi dicintai oleh keluarga atau suami Anda, padahal mereka selalu meyakinkan Anda bahwa tidak ada istri, anak, ibu, atau saudara yang seperti Anda.

Perlu kita ketahui bahwa karena keunikan kita, maka setiap dari kita memang tidak tergantikan. Ada hal-hal tertentu yang tidak dapat dilakukan orang lain, namun kitalah yang dapat menyelesaikannya, demikian juga sebaliknya.

Ibarat tubuh kita, mata tak dapat menggantikan peran telinga, hidung tak dapat menggantikan peran mulut, demikian seterusnya. Masing-masing organ itu dibutuhkan, penting, dan tak tergantikan.

Jadi hargailah diri Anda sendiri! Jangan pernah membandingkan kecantikan, kesuksesan, karir, atau kekayaan Anda dengan orang lain.

Yang harus Anda soroti adalah gawang hidup Anda, tujuan hidup Anda. Akan jadi apa Anda kelak? Posisi dan panggilan apa yang Anda miliki? Setelah Anda menemukannya, jalanilah semaksimal mungkin sampai akhir hayat Anda.

Mungkin panggilan Anda hanyalah sebagai seorang istri yang menolong suami meraih sukses, atau sebagai guru, seniman, perawat, atau apa pun....Semua itu penting dan dibutuhkan.

Yang menentukan kualitas hidup bukan berapa lama kita itu hidup, namun dengan apa kita mengisi hidup kita. Bukan juga pencapaian kesuksesan di semua bidang, namun apakah kita tetap tekun mengerjakan apa yang harus kita kerjakan.
Ingat saja, posisi Anda tak tergantikan! Raihlah itu.........

Minggu, 21 November 2010

Que sera sera

Whatever will be will be...The future's not ours to see

Pernahkah Anda mengalami hal ini?! Anda ingin tahu tentang sesuatu hal. Anda mencari informasi ke sana kemari, bertanya sana sini, namun tak ada seorang pun yang bisa memberikan jawaban memuaskan? Anda berakhir dengan rasa penasaran yang mulai menggerogoti pikiran dan tubuh....

Sementara itu, saat Anda berhenti mencari, justru tiba-tiba informasi itu muncul begitu saja.

Ada apa ini? Mengapa saat kita mencari, kita justru sering mengalami jalan buntu? Lalu, saat kita memutuskan untuk berhenti dan melepaskan keingintahuan itu, malah hal itu datang sendiri dan 'memberitahu' kita.

Jawabannya adalah karena kita memiliki kecenderungan untuk mengetahui segala hal sebelum waktunya.

Kita dilahirkan dengan rasa ingin tahu yang besar. Namun, sayang 'daya tampung' kita terbatas untuk menampung segalanya sekaligus.

Mari ambil contoh seorang anak kecil. Anak kecil suka bertanya, bahkan terkadang mereka memiliki pertanyaan yang membuat orang tuanya kelimpungan saat menjawab.

Apabila anak Anda yang baru berumur 6 tahun bertanya bagaimana seorang ibu bisa hamil, maka apakah Anda akan menjelaskan prosesnya? Oh, tentu tidak!

Sebab, meski Anda menjelaskannya pun, mereka tidak mempunyai kemampuan untuk mengerti hal itu. Belum waktunya bagi mereka untuk tahu tentang hal tersebut.

Prinsip yang sama berlaku bagi kita semua bahwa pengertian dan pengetahuan akan bertambah seiring berjalannya waktu.

Apa yang mungkin tak Anda mengerti/ tahu sekarang, Anda akan mengerti hal itu kelak. Jadi, jangan putus asa bila saat ini Anda belum menemukan apa yang Anda cari. Anda akan menemukan bila waktunya tiba. Anda akan tahu bila pikiran Anda sudah siap untuk tahu.

Oleh karena itu, kita perlu belajar mengendalikan diri agar tidak terbunuh oleh rasa penasaran yang membabi buta. Caranya mudah, hanya dengan mengingat bahwa semua ada waktunya.

Seorang anak akan tahu bagaimana rasanya menjadi remaja jika ia sudah menginjak usia remaja. Seorang wanita akan tahu bagaimana harus menjadi istri yang baik jika ia sudah berkeluarga. Demikian juga dengan kita semua, kita akan tahu bila waktunya tiba.

Jumat, 19 November 2010

Jika Suami Tidak Bekerja

Tanggung jawab menafkahi keluarga ada di pundak suami. Namun, dalam perjalanan kehidupan pernikahan, bisa jadi muncul banyak hal yang menyebabkan suami tidak bekerja. Jika tidak diselesaikan dengan bijak, maka masalah ini bisa menimbulkan beragam persoalan baru dalam rumah tangga. Berikut ada beberapa kondisi yang mungkin menyebabkan seorang suami jadi pengangguran berikut solusinya.

Karena pekerjaan tidak sesuai

Suami tidak mau bekerja karena belum memperoleh pekerjaan yang diidamkannya. Dalam kasus ini bisa saja ia dulunya bekerja namun kemudian kehilangan pekerjaannya. Ia menolak untuk melakukan pekerjaan lainnya sebab ia merasa tidak cocok.

Dalam kasus seperti ini, istri sebaiknya turut membantu suami mencarikan pekerjaan, dengan catatan suami pun tidak berhenti mencari pekerjaan. Secara berkala sampaikanlah kepada suami kondisi keuangan keluarga supaya ia menyadari bahwa kebutuhan tetap mengejar.

Pada akhirnya istri dapat mendorong suami untuk mengambil pekerjaan lain sebagai pekerjaan sementara. Bila istri sendiri mempunyai penghasilan yang cukup, ini bisa memperlama sang suami untuk mengambil pekerjaan lain sebab kondisi keuangan tidak lagi mendesak.

Karena terlalu muluk-muluk

Ada yang tidak mau bekerja sampai menemukan pekerjaan yang diimpikannya. Masalahnya adalah ia tidak pernah bekerja. Jika ini yang terjadi, istri dapat mengajaknya menjalani konseling karier agar suami bisa melihat rumpun pekerjaan, bukan satuan pekerjaannya saja.

Dengan kata lain, lewat konseling karier, suami berkesempatan melihat bahwa sesungguhnya ada pekerjaan lain yang dapat dikerjakannya sekaligus menjadi wadah aktualisasi dirinya. Sudah tentu di sini dituntut kesediaan suami untuk bersikap fleksibel. [break]

Kecewa

Ada suami yang enggan bekerja karena merasa kecewa atau sakit hati dengan pekerjaannya. Mungkin ia diberhentikan dengan cara yang tidak adil atau pernah diperlakukan dengan buruk. Berilah waktu kepadanya untuk pulih namun setelah itu ingatkanlah bahwa kebutuhan rumah tangga mesti dipenuhi. Istri dapat menawarkan diri untuk bekerja membantu suami namun mintalah agar suami tetap mengambil pekerjaan yang ada.

Benturan karakter

Ada suami yang ogah bekerja karena sukar berelasi dengan orang. Masalahnya mungkin ia tidak termasuk tipe pekerja mandiri sehingga menuntut kesediaannya untuk bekerja dengan orang lain.

Dengan lembut namun jelas, istri mesti menyadarkan suami akan kelemahannya agar suami tidak menyalahkan orang terus. Mungkin istri bisa memberi solusi praktis yang berkaitan dengan kerja sama. Yang terpenting adalah, saat suami bekerja, istri harus sering-sering mengajaknya bicara tentang situasi dalam pekerjaan supaya bila ada masalah yang timbul, istri dapat dengan segera memberi nasihat praktis.

Malas

Ada suami yang tidak mau bekerja karena ia memang seorang pemalas. Ia mau hidup enak tanpa mengeluarkan keringat dan merasa tidak bersalah untuk memanfaatkan istri.

Ini adalah kasus yang berat sebab pada akhirnya demi kepentingan keluarga, istri harus memikul beban supaya kebutuhan tercukupi. Dalam kasus seperti ini pembicaraan dengan suami hampir selalu percuma.

Jadi, daripada bertengkar, lebih baik diamkan, jangan diungkit-ungkit. Sudah tentu relasi suami-istri cenderung memburuk, namun inilah konsekuensi yang mesti dipikul.

Sebab orang yang malas selalu mempunyai alasan mengapa ia tidak bekerja. Jarang sekali ia mau mengaku bahwa sesungguhnya ia tidak mau bekerja bukannya tidak dapat bekerja. Memang sulit berhubungan dengan si pemalas. Namun, pada akhirnya ia akan menanggung akibatnya. Dalam hal ini, Anda disarankan untuk mengutamakan kebutuhan primer keluarga lebih dulu, baru kebutuhan anak-anak dan Anda, dibanding kebutuhan sekunder suami.

Selasa, 16 November 2010

Penyebab Buah Hati Anda Terluka

Kadang harus diakui, kita para dewasa seringkali lupa bahwa anak-anak yang ada di sekitar kita adalah pribadi-pribadi yang juga dapat berpikir, merasa, dan terluka. Bukan karena mereka masih kecil, maka mereka memiliki pengertian yang terbatas tentang rasa sakit/ senang. Namun, sama seperti orang dewasa, anak-anak pun juga memiliki masalah sendiri.

Dalam program konselingnya dengan anak-anak dari seluruh penjuru dunia, Dr. Gary Smalley (pakar hubungan sekaligus penulis buku-buku terkenal) mengumpulkan data tentang hal-hal yang dilakukan orang tua, yang dapat melukai hati anak-anak. Berikut ringkasan jawaban anak-anak yang dikumpulkan oleh Gary.
  • Kurangnya perhatian terhadap hal-hal yang kusukai.
  • Tidak menepati janji.
  • Mengkritik dengan tidak adil.
  • Membiarkan saudaraku/ orang lain merendahkanku.
  • Salah paham dengan maksudku.
  • Bicara sembarangan.
  • Menghukum sembarangan.
  • Berkata bahwa pendapatku tidak penting.
  • Selalu bersikap bahwa orang tua tidak pernah salah.
  • Tidak bisa menerima kelemahan/ kekuranganku.
  • Tidak peka saat aku butuh dukungan.
  • Jarang bilang "Aku sayang padamu", memeluk atau menyentuh, kurang pernyataan kasih.
  • Tidak punya waktu untukku.
  • Kasar.
  • Egois.
  • Tidak pernah bilang "Terima kasih."
  • Tidak konsisten.
  • Tidak menghargai bahwa aku punya cara yang berbeda dalam melakukan sesuatu.
  • Suka mengomel.
  • Berlagak seperti bos.
  • Mengabaikanku.
  • Tidak menganggapku sebagai pribadi yang unik dan berharga bagi mereka.
  • Tidak menghargaiku.
  • Terlalu sibuk sehingga tidak punya cukup waktu untukku.
  • Menganggap kebutuhanku tidak penting, tapi hobi merekalah yang lebih penting.
  • Mengungkit kesalahan masa lalu.
  • Suka menyindir dan membandingkan dengan anak lain.
  • Jarang memuji, hanya suka mengkritik.
  • Mendisiplin dengan kemarahan, bukan atas dasar kasih.
  • Tidak menjelaskan alasan mengapa aku dihukum.
  • Menyalahgunakan posisi sebagai orang tua.
  • Berbicara dengan nada tinggi.
  • Berkata 'tidak' tanpa alasan yang jelas.
  • Menertawakan kesenangan dan impianku.
  • Menghukumku untuk sesuatu yang tidak aku perbuat.
  • Ogah mendengarkanku dengan sungguh-sungguh.
  • Mempermalukanku di depan umum.
  • Memperlakukanku seperti kanak-kanak.
  • Tidak menghargai semua jerih lelahku, walau aku telah berusaha semaksimal mungkin.
  • Melarangku berbuat sesuatu, padahal mereka sendiri juga melakukannya.
  • Menyaksikan ayahku merendahkan ibuku di depan umum.
  • Menyaksikan ayah dan ibu bertengkar dan saling menyakiti satu sama lain.
  • Tidak percaya padaku.
  • Menertawakan kekurangan fisik yang kumiliki.
  • Membuatku merasa gagal.


Jika Anda sebagai orang tua ingin agar Anak Anda menjadi anak yang baik, maka berilah teladan yang baik pula bagi mereka, karena gaya hidup Anda berbicara lebih kuat dari pada kata-kata Anda.

Sabtu, 13 November 2010

Anda Punya Waktu?

Anda memiliki karir sukses, harta bergelimang, suami tampan, maupun anak-anak yang cerdas?! Kalau begitu, maka kehidupan Anda boleh dikata sukses. Namun, ada satu hal penting yang tak boleh dilupakan, yaitu bagaimana meluangkan waktu untuk menikmati semua kesuksesan itu.

Banyak dari kita terkadang kurang mampu membagi waktu untuk keluarga, karir, maupun diri sendiri. Ternyata menurut Margaret Bonnano, dan kami yakin bahwa Anda pun juga setuju, kekayaan yang sebenarnya itu lebih dari sekedar uang.

Anda boleh saja memiliki jabatan yang tinggi, uang yang banyak, dan segala hal yang melimpah, namun semua itu sia-sia jika Anda tak memiliki waktu untuk orang lain.

Anak-anak dan suami Anda membutuhkan Anda juga. Perhatian, keberadaan, dan kasih sayang dari Anda. Jadi, luangkan waktu untuk mereka agar kelak Anda tak kesepian.

Bahkan, saat Anda hanyut dalam kesibukan di kantor, Anda pun perlu juga untuk meluangkan waktu bersosialisasi dengan sesama. Mungkin seorang rekan kantor yang perlu bantuan, atau pegawai baru yang ingin menanyakan sesuatu dengan Anda. Luangkan waktu agar Anda tak dikenal sebagai orang yang egois.

Bahkan untuk Anda sendiri, sudahkah hari ini Anda meluangkan waktu untuk diri sendiri? Merenung, memanjakan diri, atau berolah raga. Luangkan waktu untuk diri sendiri agar Anda tidak merasa kosong.

Jika hidup yang Anda jalani seimbang, maka tak hanya kekayaan, namun juga kebahagiaan yang bakal Anda nikmati dari sehari ke sehari.

Sudahkah Anda meluangkan waktu hari ini?!

Selasa, 09 November 2010

Apa Yang Anda Tularkan Pada Pasangan?

Ternyata bukan hanya penyakit saja yang bisa menular, namun luapan isi hati seseorang juga bisa menular. Ungkapan isi hati tersebut bisa meluap melalui ekspresi dan juga kata-kata.

Entah disadari atau tidak, ekspresi yang kita tunjukkan ternyata bisa mempengaruhi dan menular pada orang lain. Tidak percaya?

Coba saja duduk dekat dengan suami atau anak Anda yang sedang tertawa atau menangis, maka hati Anda sedikit banyak akan ikut terbawa. Anda bisa jadi ingin ikut tertawa atau menangis, lepas dari apakah Anda tahu penyebabnya atau tidak.

Selain lewat ekspresi, kita juga bisa mempengaruhi dan menulari seseorang dengan kata-kata kita. Lalu, pertanyaannya sekarang, apakah yang kerap kita tularkan pada orang lain?

Coba diam dan renungkan sejenak kata-kata dan ekspresi macam apa yang Anda tularkan pada orang lain, khususnya keluarga Anda sepanjang hari ini?

Apakah ekspresi yang membangun atau malah justru meruntuhkan orang lain? Apakah kata-kata yang menyemangati, menghibur orang lain ataukah kata-kata yang justru membuat orang lain jadi down? Apakah hanya tangis atau cuma tertawa dan senyum yang kerap mewarnai hari-hari Anda?

Ekspresi yang keluar itu adalah perwujudan dari isi hati Anda. Jika hati Anda penuh dengan rasa iri dan dengki, maka yang keluar tentunya adalah hal-hal yang busuk. Demikian juga sebaliknya, jika hati Anda dipenuhi dengan rasa syukur dan kepuasan, maka yang bakal ditelurkan adalah hal-hal yang baik.

Ajaibnya, kata-kata yang kita ucapkan, maupun ekspresi yang keluar dari suasana hati kita itu akan kembali 'menyerang' diri kita lagi, setelah kita menularkannya pada orang lain.

Misalnya saja, jika kita menyemangati pasangan yang sedang putus asa akibat banyaknya beban kerja, maka tanpa sadar, kita sebenarnya sudah menyemangati diri kita sendiri.

Saat kita dengan berapi-api mengatakan pada pasangan, "Kamu bisa, sayang. Kamu pasti bisa. Semangat!", maka tanpa sadar, kita juga meyakinkan diri kita bahwa ia bisa. 

Jadi, apa yang Anda tularkan pada orang lain, akan kembali pada Anda, seperti layaknya bumerang kembali pada pemiliknya. Jika demikian, maka Anda tentu tahu, ekspresi dan kata-kata macam apa yang seharusnya ditularkan pada orang lain. Anda bisa!

Sabtu, 06 November 2010

Khasiat Ketenangan

Stres datang dan Anda benar-benar merasakan kelelahan yang teramat sangat. Bete dan rasanya ingin marah terus sehingga orang sekitar jadi korban, hal itu merupakan dua hal yang umumnya terjadi jika stres menjadi tak terkendali lagi.

Bagaimana mendapatkan ketenangan dengan cara mudah, praktis, dan bahkan murah?!

Berendam dalam air hangat

Bila Anda ingin merasa lebih rileks maka Anda bisa meluangkan waktu untuk berendam dalam air hangat atau panas. Setelah tubuh Anda bersentuhan dengan suhu panas dari air, pembuluh darah akan melebar dan tekanan darah Anda akan menurun, bahkan kadang bisa merosot drastis. Oleh karena itu, sebaiknya jangan berendam lebih dari 15 menit.

Pijat Kaki

Bukan perawatan kuku cantik yang membuat pikiran Anda menjadi lebih tenang, namun kegiatan 'membelai' jari kaki itu sendiri. Memijat jari kaki terbukti mampu menurunkan tekanan darah seseorang dan mengurangi stres.

Tak perlu ke salon, kegiatan ini pun dapat Anda lakukan di rumah. Rendamlah kaki dalam air hangat yang sebelumnya telah dicampur dengan minyak esensial atau bunga-bungaan, lalu pijatlah kaki Anda secara bergantian.

Nikmatilah di mana saat ini Anda berada

Anda tak harus selalu pergi berlibur ke pantai, pegunungan, atau tempat-tempat liburan istimewa lainnya hanya untuk sekedar refreshing saja. Jika Anda tak memiliki banyak waktu libur, maka Anda pun bisa berlibur di tempat Anda berada sekarang.

Anda bisa 'berlibur' di taman belakang rumah, balkon di atap kantor, pinggir kolam renang, maupun jalanan kota. Kuncinya hanya satu, nikmati apa yang ada di tempat itu.

Bunga-bunga, kicau burung, deru air, bahkan suara bising kota. Pejamkan mata, hiruplah nafas dalam-dalam, dan nikmati semua yang ada di sekeliling Anda.

Menu Makanan Ajaib

Seorang koki dari Arizona's Miraval Spa, Cary Neff mengimbau Anda untuk memperbarui pemikiran tentang menu makanan yang sehat. "Pilihlah dengan hati-hati jenis makanan, siapkan dengan se-higienis mungkin, dan nikmati setiap suapnya," ujar Neff.

Neff juga memaparkan beberapa contoh menu makanan yang mampu meningkatkan semangat Anda, antara lain seperti Tomato Roasted Garlic Soup, Asparagus with Tarragon Aioli, Carrot Quinoa, Barley Risotto with Mushrooms and Tenderloin of Beef, Espresso Cake, dan Mango-Strawberry Griddle Cakes.

Sediakan Waktu Merenung

Merenung membutuhkan waktu, kesendirian, dan suasana yang bebas dari gangguan. Saat merenung, pastikan bahwa posisi badan Anda dalam keadaan rileks dan nyaman. Anda bebas untuk duduk atau berbaring telentang, santai saja.

Merenungkan apa yang telah terjadi sangat penting bagi Anda untuk belajar banyak dari pengalaman itu. Bila hal buruk yang telah terjadi, maka terimalah itu dan jangan sesali.

Ingatlah bahwa Anda masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Ingatlah bahwa selalu ada harapan. Ingatlah bahwa selalu ada jalan keluar dalam tiap masalah. Jangan terlalu keras pada diri sendiri!

Bila hal-hal indah yang terjadi, jangan lupa untuk mengucap syukur pada Tuhan dan tetaplah mengontrol diri agar Anda tidak lupa diri.

Anda akan lebih produktif dalam berpikir dan berkarya jika Anda selalu meluangkan waktu untuk merenung. Oleh sebab itu, sebaiknya setiap hari sediakan waktu untuk merenung agar beban hari ini tidak terbawa hingga besok. 

Berteriak

Terkadang jika beban yang Anda tanggung terlampau berat, maka adakalanya Anda perlu berteriak untuk melepaskannya. Namun, tentu saja Anda tidak bisa berteriak sembarangan. Anda harus lihat situasi dan tempat juga.

Namun, jika tidak memungkinkan bagi Anda untuk berteriak, maka Anda bisa melampiaskannya dengan menyanyi atau karaoke, berolah raga tinju, atau aktivitas berat lainnya.

Seorang pelatih yoga asal New York, Carol Dickman, mengatakan saat Anda berteriak, Anda mengeluarkan CO2, dan tanpa sadar menghirup oksigen dalam-dalam dan sebanyak-banyaknya untuk mengimbangi pengeluaran CO2 tersebut.

Tulislah...

Buku harian merupakan sarana yang banyak dipakai oleh kebanyakan wanita untuk mengungkapkan ekspresinya hingga bagian yang paling rahasia sekalipun. Melalui proses menulis tersebut, Anda dibawa semakin mengenal diri sendiri dan dunia Anda. Menulis perasaan Anda bisa membuat Anda sembuh dan lebih terbuka dengan apa yang terjadi pada diri Anda.

Selamat tinggal stres!

Kamis, 04 November 2010

Marah Dongkrak Semangat

Rupa-rupanya ada hubungan erat antara marah dengan hasrat untuk mendapatkan sesuatu...

Menginginkan sesuatu dengan rasa marah biasanya membuat seseorang menghauskannya dengan kadar lebih dalam lagi. Hal ini dikarenakan emosi marah itu mampu mengaktifkan area kiri otak yang berhubungan dengan ragam emosi positif. Dan, sama seperti efek emosi positif yang bisa memotivasi seseorang untuk berusaha keras dalam mencapai sesuatu, maka demikian pula dampak dari emosi marah, demikian ujar penelitian yang dipublikasikan Psychological Science.

Dalam studi yang dipimpin oleh Henk Aarts dari Utrecht University (Belanda), masing-masing partisipan diminta menonton layar komputer yang menampilkan ragam benda sederhana seperti cangkir atau pena. Sebelum tiap obyek tampil, secara sekilas komputer juga menayangkan gambar wajah dengan berbagai ekspresi seperti netral, marah, dan takut. Masing-masing ekspresi mendahului obyek yang berbeda.

Di akhir penelitian, para partisipan ditanya tentang benda yang paling mereka inginkan. Lalu mereka diminta untuk meremas handgrip komputer demi mendapatkan obyek yang diinginkan. Hasilnya, yang meremas paling keraslah yang mendapatkannya.

Tanpa sadar, para partisipan kedapatan melakukan usaha ekstra demi mendapatkan obyek yang didahului dengan penampakan ekspresi wajah marah. Mr Aarts mengatakan "hal ini masuk akal karena berkaitan dengan motivasi seseorang. Soal makanan misalnya, mereka yang dipenuhi amarah biasanya akan makan lebih banyak, sebab amarah membuat seseorang jadi lebih agresif."

Uniknya, para partisipan tersebut tak sadar bahwa pancingan ekspresi marah itulah yang menyebabkan mereka sangat berhasrat pada benda tersebut. Sebab saat ditanya, mereka hanya menjawab, "Karena saya menyukainya." Penemuan ini sekaligus menunjukkan betapa minimnya pengetahuan kita tentang motivasi hati kita sendiri.

Rabu, 03 November 2010

Beli Kebahagiaan Anda Dengan Uang

Orang bilang uang tak bisa membeli kebahagiaan. Namun, beberapa survei yang dilakukan di Amerika menemukan bahwa uang (sedikit banyak) ternyata bisa juga membeli rasa bahagia tersebut. Lalu, hal-hal apa sajakah yang kira-kira bisa dibeli dengan uang agar seseorang bisa lebih bahagia?

Berikan

Gallup Poll mengadakan survei kepada sekitar 100 ribu orang dari seluruh dunia, dan mereka menemukan adanya perasaan puas setelah memberi uang pada orang lain, perasaan yang tidak ditemukan jika menghabiskannya untuk diri sendiri.

Anda tidak perlu menjual perhiasan untuk melakukan teknik satu ini. Bahkan pemberian dengan jumlah kecil sekalipun bisa membuat Anda merasakan yang namanya kebahagiaan. Tak juga harus selalu dalam bentuk uang, Anda bisa membelikan tetangga yang memerlukan bantuan susu, misalnya. Coba saja! [break]

Bagikan

Anda pernah mendengar pernyataan "dua orang lebih baik dari seorang diri"? Hal ini sangat selaras dengan metode kebahagiaan yang satu ini. Dalam aktivitas sosial, Anda akan menemukan kebahagiaan.

Mana yang lebih enak, makan sendiri atau berdua? Nonton sendiri atau ramai-ramai? Pergi sendiri atau bersama teman? Meski kadang kita perlu juga untuk menyendiri, namun sensasi berbagi cerita, tawa, bahkan duka bisa membuat kita jauh lebih bahagia.

Hal ini dikarenakan manusia adalah makhluk sosial yang perlu berinteraksi dengan orang lain. Dan, untuk berinteraksi tersebut perlu adanya kegiatan yang mengorbankan uang, seperti acara makan, nonton, maupun travelling bersama. Anda harus keluar uang untuk semua itu, meski hanya untuk diri sendiri. Ingat, ada kebahagiaan dalam berinteraksi dengan orang lain.

Bepergian atau shopping?

Hasil survei yang didapati oleh Leaf Van Boven di University of Colorado menyebutkan bahwa efek bepergian ternyata lebih menyenangkan daripada berbelanja pakaian.

Keduanya memang sama-sama menghabiskan uang, namun ada perbedaan mendasar di antara keduanya. Membeli pakaian atau sepatu baru memang akan membuat orang bahagia, namun itu hanya sesaat. Berbeda dengan sensasi atau kenangan yang pernah dialami saat bepergian.

Sebab shopping hanya menyentuh kebutuhan fisik Anda saja, namun bepergian bisa menggoreskan kenangan manis hingga ke dalam jiwa.

Tantang diri Anda!

Selain bepergian, uang yang dihabiskan untuk melakukan kegiatan menantang juga bisa membuat seseorang bahagia. Manusia pada dasarnya membutuhkan tantangan baru untuk membuatnya selalu bergairah dan tidak terjebak dalam situasi monoton.

Oleh karena itu, Anda bisa  meluangkan sedikit tabungan Anda untuk berekreasi bersama keluarga atau teman-teman. Cobalah sesuatu yang baru, dan biarkan tantangan itu menghidupkan jiwa Anda kembali.

Tebus diri dari penjara monoton

Bagaimana Anda menghindarkan diri dari jebakan kehidupan monoton sehari-hari? Sebut saja, bahwa sehari-hari Anda selalu naik mobil ke kantor. Mengapa tidak mencoba naik kendaraan lain agar Anda bisa merasakan suasana yang berbeda. Taksi, bus, ojek, angkutan umum, sepeda, atau motor, bisa menjadi alternatif pilihan.

Dan tentunya, ini perlu uang. Atau, Anda bisa juga mencoba rute lain, walau mungkin lebih jauh (bensin yang keluar mungkin lebih banyak), namun anggaplah perjalanan ke kantor merupakan sebuah perjalanan keliling kota sesaat.

Yang penting di sini adalah kesadaran bahwa dengan mengorbankan uang untuk orang lain, Anda tidak akan sepenuhnya rugi, sebab Anda akan mendapat gantinya, yaitu kebahagiaan. Jadi, memang benar ungkapan yang mengatakan bahwa memberi lebih berbahagia daripada menerima.

Selasa, 02 November 2010

Cara Mudah Membersihkan Microwave

Untuk membersihkan bermacam-macam noda yang mungkin menempel pada bagian dalam microwave, maka gunakan cara praktis berikut. Masukkan 2-3 tetes sabun cuci piring ke dalam secangkir air. Letakkan cangkir tahan panas tersebut ke dalam microwave. Nyalakan microwave pada suhu tinggi selama lebih kurang 2-4 menit atau hingga air dalam cangkir tampak agak mendidih.

Matikan microwave dan biarkan cangkir tetap berada di dalam selama lebih kurang 5 menit, atau hingga 15 menit untuk microwave yang benar-benar kotor. Buka pintunya, pindahkan cangkir dan buang isinya.

Ambil lap basah, dan basuh seluruh bagian microwave dengan menyeluruh hingga bersih. Jangan lupa bagian atas dan sudut-sudutnya. Lap dengan kain bersih. Jika masih ada kotoran yang 'terjebak', jangan gunakan alat yang bisa melukai/ menggores dinding microwave. Ulangi proses yang tersebut di atas hingga microwave benar-benar bersih sempurna.

Minggu, 31 Oktober 2010

Iri Membusukkan Tulang

"Dia punya gelang cantik, aku tidak punya. Rumahnya juga bagus walau tidak terlalu besar. Hmm, belum lagi lesung pipitnya itu, membuatnya tampak makin manis saja. Pantas saja, dia bisa mendapat suami yang ganteng..."

Pernahkah Anda mendengar komentar semacam itu. Komentar yang diucapkan dengan nada lirih dari mulut seorang wanita saat bicara tentang wanita lainnya.

Bahkan mungkin, komentar sejenis pernah meluncur keluar dari bibir Anda. Hati-hati! Tanpa sadar, jika hal tersebut memang pernah ada, bahkan jika hanya dalam pikiran saja, maka itu berarti perasaan iri telah bersarang dalam diri Anda.

Perasaan iri akan mengajak Anda untuk menghitung apa saja yang dimiliki tetangga dan Anda bahkan boleh dibilang melupakan apa yang Anda miliki.

Iri membesarkan 'kekayaan' orang lain daripada milik Anda sendiri. Iri membuat Anda menyoroti apa yang dimiliki orang lain yang tak Anda miliki. Iri membuat Anda jatuh pada perasaan kasihan pada diri sendiri.

Iri merenggut sukacita dan kepuasan Anda terhadap keadaan Anda dan keluarga. Bahkan, ada yang mengklaim bahwa rasa iri mampu membusukkan tulang (simbol kekuatan) seseorang.

Setiap orang pasti pernah merasa iri dengan orang lain. Namun, tidak setiap orang menetap dalam rasa iri tersebut. Itulah yang membedakan orang yang mudah puas dengan orang yang tidak pernah puas.

Jika kita tahu bahwa rasa iri hanya menempatkan kita pada efek-efek yang merugikan, lalu mengapa kita tetap iri?

Lalu, bagaimana agar kita bisa segera melepaskan diri dari rasa iri? Gampang saja, tinggal ubah fokus kita.

Mulailah menghitung hal-hal positif yang kita miliki, dan mulailah mensyukurinya. Keluarga kita, suami kita, anak-anak kita, rumah, pekerjaan, dan sebagainya yang kita miliki. Jangan terus fokus pada hal-hal negatif atau kelemahan-kelemahan yang kita miliki.

Mungkin hidung kita tak semancung nyonya depan rumah, namun kita ternyata memiliki mata yang indah dan berbinar yang selalu dikagumi pasangan. Atau, setidaknya kita harus bersyukur karena dengan hidung 'pas-pasan' itu kita masih bisa menghirup udara dengan bebas.

Di samping berfokus pada apa yang kita miliki, kita juga harus melihat 'ke bawah' daripada ke atas. Maksudnya, pandanglah orang-orang yang memiliki keterbatasan, misal orang-orang kurang mampu, cacat, yatim, dan lain-lain.

Tanpa bermaksud merendahkan mereka, kita bisa belajar bersyukur atas apa yang kita miliki jika kita memandang pada 'si miskin' ketimbang 'si populer'.

Sadarilah juga bahwa tiap orang dan keluarga berbeda. Secantik-cantiknya seseorang, ia pasti memiliki kekurangan juga. Sekaya-kayanya seseorang, pasti ada hal yang membuatnya susah juga. Tiap keluarga pasti memilik persoalannya sendiri-sendiri.

Jadi berhentilah iri! Sebaliknya, syukurilah keberadaan kita. Terimalah diri Anda agar Anda bisa tampil bahagia, karena ekspresi iri dan bahagia tidak dapat berjalan beriringan.

Kamis, 28 Oktober 2010

Monokuroo boo bento

Yak ampun monokuroo boo satu ini memang cool, sapa mau buatin hayo?

Rabu, 27 Oktober 2010

Kecele Bikin Stres

Tak hanya pacar yang terlambat saja yang membuat Anda bete. Kecele juga bisa bikin bete lho. Jadi bagaimana solusinya? Simak tips singkatnya di sini.

Apa jadinya bila Anda yang sudah capek-capek melakukan perjalanan 45 menit lamanya menuju salon langganan, tiba-tiba mendapati salon tersebut tutup tanpa alasan jelas? Padahal seminggu sebelumnya, jelas-jelas Anda sudah membuat janji tata rambut di sana. Hmm, benar-benar menjengkelkan bukan?

"Lho kok tutup",
"Lho kok macet",
"Lho kok tidak datang sih",
"Lho kok nyasar"

Serta berbagai ungkapan kecele lainnya mungkin pernah membuat hari Anda yang mulanya ceria jadi bete abis.

Seperti halnya yang dialami Mira. Mira memaksa diri bangun pagi-pagi, berdandan serapi mungkin, dan melaju secepat kilat karena tak ingin terlambat menghadiri pertemuan informal dengan klien pertamanya. Janji temu pukul 8 pagi itu pun bahkan membuat ia lupa sarapan. Namun, lama dinantikan, klien yang ditunggu-tunggu tak kunjung muncul. Mira mulai resah, jam sudah menunjukkan hampir pukul 9, dan ia mesti segera kembali ke kantor. Akhirnya Mira memberanikan diri menghubungi klien pentingnya itu, dan ternyata, ya ampun...sang klien ternyata lupa tentang janji hari itu.

Seperti halnya Mira, jadwal harian kita kerap diisi dengan berbagai perjalanan dan janji temu, mulai dari yang dekat hingga jauh. Namun, tak ada seorang pun yang senang bila waktu, tenaga, uang, dan bensinnya terbuang percuma hanya untuk sebuah perjalanan yang sia-sia. Tak ingin mengalami pengalaman kecele seperti Mira? Ikuti beberapa saran berikut ini.

Jika Anda sudah membuat janji booking perawatan di salon kesayangan, dokter gigi, atau tempat lainnya, ada baiknya sebelum berangkat ke tempat tujuan, Anda melakukan konfirmasi ulang untuk memastikan janji tersebut. Takutnya, pihak lain lupa, tutup, atau membatalkan sepihak tanpa pemberitahuan. Tanyakan pada pihak bersangkutan dan pastikan bahwa janji temu atas nama Anda benar-benar bisa direalisasikan. Hal ini menghindarkan Anda dari perjalanan sia-sia yang merugikan, dan yang jelas bikin bete.

Tak hanya untuk urusan dalam kota yang sederhana, untuk acara bepergian ke luar kota pun (apalagi daerah yang jarang Anda kunjungi), ada baiknya Anda mencari informasi lebih dulu tentang update lalu lintas, perbaikan jalan, atau jalan pintas, yang mungkin bisa membantu menentukan rute perjalanan Anda. Dengan informasi yang jelas, maka Anda bisa segera sampai ke tujuan tanpa perlu berputar-putar jika Anda membawa mobil dam supir sendiri.

Selain rute perjalanan, booking hotel dan segala janji temu bisnis perlu dicek ulang agar setibanya Anda di sana, segala tujuan bisa diwujudkan. Anda pun bisa pulang dalam keadaan lega dan membawa hasil yang nyata. Mau? Ayo, konfirmasi sebelum berangkat!

Selasa, 26 Oktober 2010

Mengapa Jalan Keselamatan Itu Sempit?

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." (Yoh 21:18)

Jawabannya ada dalam ayat tersebut. Ketika kita masih kanak-kanak rohani, ada banyak cara, banyak jalan, banyak keinginan, banyak kelalaian, dan banyak hal lainnya, yang tampaknya masih Tuhan maklumi (bukan kompromi lho). Kita masih memiliki banyak jalan untuk dipilih.

Namun seiring waktu berlalu, Tuhan akan memepet kita. Dia mulai menutup pintu-pintu yang ingin kita pilih, menebas jendela-jendela yang kita andalkan, bahkan mencegah kita untuk memanjat atap. Dia akan membawa kita dari 10 jalan pilihan, menuju 5 jalan, beranjak ke 3, 2, hingga jalan terakhir. Satu-satunya jalan yang harus kita tempuh. Jalan yang mungkin tak kita inginkan, namun Tuhan tahu itulah jalan terbaik yang akan membawa kita sampai ke tujuan mulia. Jalan kita dibuatNya menyempit. Tak ada lagi pilihan di sana, tak ada lagi kesempatan untuk berbantah-bantah. Yang tertinggal hanyalah taat atau binasa. Itulah arti jalan sempit.

Rabu, 13 Oktober 2010

Hikmat Dari Mainan Anak: Mr. Potato Head

Kali ini biarkan si kepala kentang mengajari kita tentang salah satu sisi kehidupan yang benar-benar menyenangkan. Apa itu? Mari kita simak bersama.

Siapa bilang mainan anak hanya sekedar alat penghibur saja? Jika mau direnungkan, setiap mainan anak tentu memiliki hikmat tersembunyi yang bisa mengajari kita tentang arti hidup sebenarnya. Ingin tahu apa ilmu yang bisa didapat dari Mr. Potato Head? Simak yuk!

Dikenal dengan nama Mr. Potato Head (atau Tuan Kepala Kentang), mainan satu ini mengajarkan pada kita bahwa tak mengapa menjadi konyol pada sekali waktu.

Sejarahnya

Mainan ini sebenarnya sudah ada sejak 1952 silam. Waktu itu, anak-anak bermain dengan menggunakan kentang asli. Mereka menempel mata, hidung, telinga, mulut, dengan apa saja sesuka hati mereka. Namun, mainan kepala kentang dari bahan plastik baru muncul sekitar tahun 1964.

Cara main

Mainan ini memberi kesempatan pada anak-anak (khususnya balita) untuk belajar tentang anggota tubuh. Dalam hal ini berupa mata, hidung, telinga, dan bibir yang bisa ditempel pada kepala berbentuk kentang. Tak lupa aksesoris topi turut meramaikan si kepala kentang.

Dalam prakteknya, tentu anak umur 2 tahun memiliki keakuratan menempel yang berbeda dengan anak umur 5 tahun. Anak umur 2 tahun mungkin akan menempel bagian mata sedikit miring, hidung terbalik, bahkan bibir yang diletakkan pada area mata. Hasilnya? Setiap orang pasti akan tertawa saat melihat hasil tempelan yang konyol dan salah tersebut.

Hikmatnya apa?

Kita mungkin tak seperti anak kecil yang belum bisa membedakan antara letak mata dan telinga, namun kita masih bisa membuat kesalahan kan? Jatuh terpeleset karena kulit pisang, kena tumpahan sirup, atau 'kecelakaan' lainnya, semua itu masih mungkin terjadi dalam hidup siapapun juga.

Lalu, bagaimana Anda merespon semua itu? Bete atau tersenyum? Marah atau tertawa? Saya pilih yang jawaban terakhir saja. Anda?

Rabu, 06 Oktober 2010

Hikmat Dari Mainan Anak: Barbie

Lanjut lagi, kali ini kita akan membahas tentang mainan barbie. Apa ilmu rahasia si barbie? Apakah kecantikannya? Hmm, ternyata bukan lho...

Kisah lahirnya mainan satu ini tentu sudah banyak dari Anda yang membacanya bukan? Beberapa waktu lalu, Woman sempat mengangkat cerita tentang penciptanya, Ruth Handler.

Dan, melihat perkembangan barbie hingga zaman modern seperti sekarang, rasanya tak berlebihan bila kita mengatakan, "hampir semua anak perempuan di dunia menyukai mainan satu ini". Cantik, fashionable, mudah dimainkan, dan yang paling menyenangkan adalah boneka ini bisa membawa imajinasi pemainnya tenggelam dalam dunia akting tingkat profesional. Saat menggenggam barbie, skenario dibuat, peran tercipta, dan dialog pun mengalir alamiah dari bibir seorang anak yang bahkan belum mengerti apa arti sinetron. Bagaimanapun, barbie berhasil membuat pemiliknya memamerkan bakat alamiah dan hasrat terpendam mereka tentang suatu peran.

Itulah sisi positif dari sebuah barbie: Anda bisa menjadi apa saja. Mau jadi ibu rumah tangga biasa, guru, wanita karir, gadis bersepatu bot, dokter, penyanyi, atau astronot sekalipun, semuanya bisa. Barbie di tangan pemiliknya hanya menjadi sebuah media pengungkapan hasrat terpendam saja.

Jika selama ini Anda (atau buah hati) lebih senang memainkan peran tertentu, guru atau desainer baju misalnya, maka mungkin itulah hasrat alamiah yang terpendam. Jadi, tunggu apalagi, segera kejar cita-cita Anda. Yes, you can be anything you want!

Kamis, 30 September 2010

Hikmat Dari Mainan Anak: G.I. Joe

Mainan lain yang bisa dijadikan sumber inspirasi adalah G.I. Joe. Apa ya yang bisa dipelajari dari boneka high tech satu ini?

Ketika Mr. Potato Headsedang menjalani tahap pemasangan bibir dan Barbiesedang asyik mencoba gaun barunya, maka apa yang dilakukan G.I. Joe? Oh ternyata mainan boneka untuk anak laki-laki ini sedang siaga mengamankan negara dari musuh yang hendak menyerang.

Ya, bukan hanya anak perempuan saja yang berhak mendapatkan mainan boneka, bocah laki-laki juga ternyata. Sekitar tahun 1964, figur prajurit perang Dunia II ternyata menjadi insipirasi bagi Hasbro (sebuah perusahaan mainan Amerika Serikat) untuk membuat mainan boneka bertampang prajurit tersebut. Lebih dari mainan sosok tentara yang menyandang senjata, boneka ini selalu dimainkan dengan karakter peran yang rata-rata sama, yaitu berani, berwibawa, dan pantang menyerah.

Bukankah apa yang dihadapi G.I. Joe juga tak jauh beda dengan apa yang kita hadapi setiap hari? Kita juga berperang setiap hari. Bukan melawan orang lain/ sebuah negara, namun lebih sering dan lebih perlu bagi kita untuk melawan diri sendiri. Kapan peperangan itu dimulai? Saat kita membuka mata. Dan, perjuangan baru berakhir saat kita menutup mata nantinya.

Butuh perjuangan berat bagi seorang ibu untuk bangun pada tengah malam demi menyusui anaknya. Butuh usaha keras bagi seorang suami untuk menafkahi keluarganya. Butuh ketekunan gigih bagi seorang pelajar untuk mengalahkan kemalasannya.

Tak peduli apapun yang dihadapi, kita selalu melakukan perjuangan yang pantang menyerah untuk bisa memenangkan 'peperangan'. Sudahkah Anda menang atas diri sendiri hari ini? Berhasilkah Anda menaklukkan rasa kantuk, malas, atau marah hari ini? Don't give up!

Kamis, 23 September 2010

Hikmat Dari Mainan Anak: Play-Doh

Play-Doh, lebih dikenal di tanah air sebagai lilin mainan, ternyata menyimpan inspirasi yang cukup menarik. Kita petik bersama yuk!

Adalah Joseph McVicker dan Bill Rhodenbaugh yang menciptakan mainan bertipe (tanah) liat tersebut. Play-doh 'lahir' di dunia tahun 1956 di bawah naungan Rainbow Craft dan kini beralih di bawah pengawasan Hasbro (1991).

Keberadaannya sangat berjasa dalam dunia anak-anak, khususnya mereka yang masih duduk di bangku TK. Meremas-remas Play-Doh bisa membantu memperkuat otot motorik halus pada tangan anak-anak. Dengan otot-otot inilah nantinya mereka bakal melakukan berbagai kegiatan tangan seperti menulis, memegang sendok, dan lainnya.

Tak hanya itu saja, lempung lunak yang biasanya muncul dalam berbagai warna serta aroma menarik ini juga bisa menjadi sasaran empuk imajinasi pemainnya. Pemainnya bisa membuat apa saja yang dia inginkan, mobil, siput, kue tart, pisang, ular, gurita, dan lainnya. Menyenangkan sekali rasanya jika bisa menciptakan benda-benda yang bahkan belum pernah ada di dunia ini.

Bahkan bagi Anda yang merasa tidak pernah bisa melakukan apapun dengan benar, Play-Doh bisa menjadi sebuah penghiburan tersendiri bahwa Anda bisa kok membuat sesuatu. Jadi, biarkan imajinasi Anda berkembang liar sebab siapa tahu awalnya mungkin hanya dari segumpal Play-Doh, namun keesokan harinya Anda bisa berkreasi dengan kue tart setinggi 2 meter sungguhan. Impossible is nothing!

Senin, 20 September 2010

Lessons from Princess Hours

TV memang bisa menjadi salah satu berhala dalam hidup manusia. Termasuk serial kesayangan Princess Hours. Berikut ada sebuah kesaksian yang berkaitan dengan serial korea tersebut.

simple tapi TUhan ajar aku utk ikhlas
saiki aku sdg diajar ilmu keikhlasan soalnya ttg film princess hour
aku lak seneng film itu dan sejak awal tayang kan maine jam 9
nah pas seminggu kmrn (stlh lebaran) tau2 film itu ganti jam 7
sampe rasae gk terima gt
sampe2 nd tv mau tak protes ternyata yah Tuhan pakai itu mmg utk menguji hatiku

aku telah memberhalakan tuh film
dan akhirnya ak mnt ampun sama Tuhan krn telah mengikatkan diri dgn film itu
jadi, ak blg, ya wes Tuhan, ak tak jalani aktivitasku, lek misal ak gk bs liat film itu, yah udah gt

lalu kmrn kan lat vokal, sampe jam 7.30 tapi yah Puji Tuhan, aku ws bnr2 ikhlas wes tak cul film itu

eh pas pulang,

*Tuhan iku kok yo lucu

Dia ubah dan kembalikan film itu ke jam 9 mlm lagi
hahaha, jadi Puji Tuhan aku bs liat lagi dengan full
hehehe

tp dari situ aku belajar arti sesungguhnya dari ayat:

Bergembiralah karena Tuhan, maka Ia akan memberikan padamu apa yang kamu ingini

dalam bahasaku:
lakukan apa yang Tuhan minta kita lakukan, maka Ia akan memberikan padamu apa yang kmu ingini

Jumat, 17 September 2010

Hikmat Dari Mainan Anak: Slinky

Lempar sana...oper sini...tarik atas...lepas bawah...
Meski telah dipermainkan begitu rupa, Slinky selalu bisa kembali ke posisinya yang semula. Bagaimana dengan Anda?

Mainan pegas ini biasanya dibuat dari bahan besi atau baja, namun kini banyak juga yang dibikin dari bahan plastik. Warnanya pun tidak lagi muncul dalam 1 warna saja, namun lebih banyak warna-warni yang kini dipakai untuk menarik perhatian konsumen.

Perlu Anda ketahui bahwa lebih dari 300 juta slinky terjual habis sejak 1945 dan sejak itu, banyak orang merasa kagum saat pegas tersebut bisa menuruni tangga sendiri, shleep...shleep... ketika dimainkan. Mainan ini ditemukan dan dikembangkan oleh seorang ahli mesin bernama Richard James pada tahun 1940an.

Kini banyak guru SMA menggunakan pegas tersebut untuk mengajar tentang gelombang radio pada murid-muridnya, bahkan NASA juga memanfaatkan slinky untuk alat percobaan gravitasi di luar angkasa (apakah pegas yang 'berjalan' menuruni tangga ini juga bisa melakukan hal yang sama di tempat dengan tingkat gravitasi nol?).

Namun intinya, Slinky sebenarnya memberikan pelajaran sederhana saja bagi kita semua. Tetaplah tabah! Hal ini dikutip dari kemampuannya untuk kembali ke posisi semula setelah diregangkan sepanjang apapun.

Sama seperti Slinky, Anda boleh saja mengalami sakitnya 'ditarik-tarik', dipermainkan, diombang-ambingkan, atau dilempar sana-sini, namun setelah itu, Anda harus kembali pada posisi yang semula.

"Tetaplah tegar! Meski jatuh berulang kali, ayo bangkit lagi!", demikian pesan singkat Slinky bagi Anda yang mungkin mengalami kejatuhan atau kesakitan berkali-kali. Jangan pernah menyerah karena menjadi tegar adalah sebuah pilihan. :)

Jumat, 10 September 2010

Hikmat Dari Mainan Anak: Teddy Bear

Tak ketinggalan dengan mainan-mainan lainnya, Teddy Bear juga ingin berbagi ilmu kehidupan dengan Anda. Mari kita simak bersama wejangan dari boneka beruang tersebut.

Teddy Bear, siapa yang tak tahu tentang boneka beruang populer satu ini? Namanya diambil dari nama Presiden Amerika Serikat ke-26, Theodore Roosevelt, yang biasa dipanggil "Teddy" dan punya hobi berburu beruang.

Boneka yang bahkan telah memiliki museum sendiri, Teddy Bear Museum (Petersfield, Hampshire), ini tak hanya muncul dalam wujud boneka saja, namun juga telah menjadi inspirasi bagi aksesoris wanita, seperti bandul kalung, gantungan kunci, hingga jepit rambut.

Berbeda dengan binatang beruang asli yang jelas tak terlalu bersahabat, boneka ini tampil dalam figur lembut, pendiam (kecuali jika bagian dalamnya diberi mesin lagu), mudah dipeluk, dan bisa dibawa ke mana saja.

Saat ibu dan ayah tak ada di rumah, Teddy Bear ada di sana menemani buah hati. Meski tak mampu berbicara atau berbuat apa-apa, namun nyata bahwa anak-anak selalu menghargai keberadaannya. Seringkali bahkan anak-anak lebih rela berpisah dengan orang tuanya daripada boneka kesayangan. Benar tidak, ibu-ibu?

Hal ini menunjukkan bahwa boneka tersebut termasuk setia di mata anak-anak. Selalu ada untuk berbagi rasa, senang dan sedih. Tak heran banyak anak kecil memperlakukan Teddy Bear seolah-olah ia adalah makhluk hidup yang bisa mendengar curhatan mereka.

Lalu, apa teladan penting yang diberikan oleh sebuah Teddy?

Kehadiran.

Seringkali ada-tidaknya kita di sisi seseorang yang sedang membutuhkan, itulah yang penting. Tak perlu harus bisa bicara (kadang kita bahkan tak tahu juga kan mau bicara apa saat berhadapan dengan mereka yang pedih hati), tak perlu juga berbuat apa-apa, cukup hadirlah di sana.

Coba renungkan, siapa yang saat ini membutuhkan kehadiran Anda? Segera temui mereka dan katakan,"Aku ada di sini untukmu", karena Anda tak pernah tahu betapa pentingnya kehadiran Anda bagi seseorang. :)

Jumat, 03 September 2010

Hikmat Dari Mainan Anak: Tinkertoys

Tinkertoys mengajak kita semua untuk think hal terbaik apa yang ada dalam hidup kita hari ini...

Bentuk mainan ini kebanyakan berupa stik yang cara mainnya adalah dengan dipasangkan satu dengan lainnya. Anda bisa membuat apa saja dari satu set 'permainan berpikir' ini. Tahun 1914 adalah waktu di mana mainan ini pertama kali dibuat. Orang yang berjasa dalam menciptakan mainan cerdas ini adalah Charles H. Pajeau dan Robert Pettit (Evanston, Illinois).

Sama seperti mainan lainnya, Tinkertoys sebenarnya tampil sederhana. Dibuat dari bahan plastik atau kayu, berisi sejumlah stik warna-warni dan beberapa roda berlubang sebagai penghubung para stik-nya. Tidak ada instruksi khusus bagaimana harus memainkannya. Anda bisa membuat rumah, pohon Natal, robot, atau kipas angin. Terserah...

Tak berbeda dari kebanyakan kita yang suka bereksperimen dengan hal baru bukan? Membuat kue muffin misalnya, kali ini ditambah dengan kismis, besok coba sih diberi strawberry. Lain waktu Anda mencoba lebih berani lagi dengan menambahkan jeli pada bagian atasnya. Hmm...seperti apa ya rasanya?

Jika bereksperimen dengan kue atau hal lain ternyata terlalu mahal dan riskan, maka coba-coba dengan Tinkertoys tentu tak mengandung kerugian apapun. Namun, yang harus disorot di sini bukanlah bagaimana hasilnya mainan (atau muffin tersebut) pada akhirnya, melainkan kenyataan bahwa Tinkertoys, sadar atau tidak, berhasil melatih mental Anda untuk berani menciptakan hal-hal baru.

Keluar dari yang keadaan yang biasa saja adalah mungkin saat kita mengutak-atik Tinkertoys. Dengan kata lain, selalu ada hal yang luar biasa di balik kebiasaan sehari-hari. Seperti sebuah kalimat bijak mengatakan, "Everyday may not be good, but there's something good in everyday". Dan, itulah yang harus Anda cari serta syukuri. Yuk!

Kamis, 05 Agustus 2010

10 Kebiasaan Merusak Manusia

1. Bergosip

Sementara para babon saling merawat satu sama lain untuk memperkuat hubungan mereka, kita manusia malah menggunakan gosip sebagai lem relasi, ujar primatolog Oxford, Robin Dunbar. Meski bisa membuat 2 orang menjadi lebih dekat, namun perilaku perusak mental ini tetap bisa memicu stres. Lagipula, apa yang membuat kita yakin bahwa teman tidak akan menggosipkan diri kita di belakang kita? Jika seseorang biasa menjelekkan orang lain, maka ia juga bisa menggosipkan kita juga kan? Memikirkan kemungkinan ini saja sudah membuat kita khawatir...

2. Berjudi

Judi terdengar sangat kriminal. Mungkin Anda bukanlah orang yang sudi melakukannya. Namun, apa bedanya judi dengan taruhan? Keduanya sama saja, mengandung poin menebak, kecanduan, dan bayar harga. Intinya, membuat kita tidak bisa menerima kenyataan hidup yang sebenarnya. Bagaimana mau bebas stres jika kita selalu main tebak-tebakan beresiko?

3. Merajah tubuh dan sejenisnya

Dan, operasi plastik termasuk di dalamnya. Meski cantik adalah hasilnya, namun yang namanya bikinan manusia tetap saja tidak bisa dibandingkan dengan ciptaan Tuhan. Beranikah Anda yakin bahwa alat-alat operasi/ tato itu benar-benar steril? Atau, yakinkah Anda bahwa silikon itu takkan pecah dan meracuni organ tubuh lainnya? Daripada membuang waktu memikirkan semua itu (dan biayanya juga), ada baiknya tidak melakukannya bukan?

4. Mengganggu orang lemah

Jika seseorang berpikir bahwa mengganggu atau menggertak orang lain adalah sebuah kesenangan dan keuntungan, maka pemikiran tersebut jelas salah besar. Apalagi bila yang ditindas adalah orang yang lebih lemah....Memangnya selain rasa lelah, apalagi keuntungan lainnya? Apa yang bisa diberikan orang lemah itu? Tak ada bukan?

5. Berbohong

Satu ini jelas bikin stres, karena membuat nurani bersalah, hati jauh dari damai, dan pikiran pun tak bakal tenang.

6. Berkhianat

Selingkuh juga termasuk pastinya. Tak jauh beda dengan berbohong, berkhianat membuat seseorang tak tenang dalam hidupnya.

7. Mencuri

Satu dua kali mungkin tak ada yang tahu. Rasanya pun biasa saja, toh cuma barang kecil saja. Hasilnya? Lumayan juga lho kali ini, bisa untuk membeli HP baru...

Namun, begitu ketahuan (dan pasti ketahuan), maka takkan ada lagi kepercayaan dari orang lain. Nama jadi buruk, image tercoreng, dan tak ada kawan yang mau mendekat.

8. Suka kekerasan

Satu kerugian pasti bagi orang yang suka melakukan kekerasan adalah tidak disukai orang. Tak ada teman, sendirian, tak ada yang mau mendekat, tak ada orang yang peduli. Coba bayangkan, apa jadinya hidup ini bila tidak ada siapa-siapa di dekat kita?

9. Lengket dengan kebiasaan buruk

Merokok, minum, nge-drug, selain merusak kesehatan juga membuat otak tak bisa berpikir dengan jernih. Otak tak bisa berpikir baik, maka hasilnya, perilaku pun jadi menyimpang. Dan, semuanya pun jadi kacau...

10. Stres

Tentu saja satu ini juga merupakan kebiasaan merusak. Bila dibiarkan stres bisa menciptakan berbagai masalah kesehatan, mulai dari pusing, jantung, hingga kanker. Bahkan stres bisa mengarahkan kita pada depresi atau bunuh diri. Setiap orang mempunyai caranya sendiri untuk meredakan stres. Bagaimana dengan Anda, apa Anda sudah menemukannya?