Ternyata bukan hanya penyakit saja yang bisa menular, namun luapan isi hati seseorang juga bisa menular. Ungkapan isi hati tersebut bisa meluap melalui ekspresi dan juga kata-kata.
Entah disadari atau tidak, ekspresi yang kita tunjukkan ternyata bisa mempengaruhi dan menular pada orang lain. Tidak percaya?
Coba saja duduk dekat dengan suami atau anak Anda yang sedang tertawa atau menangis, maka hati Anda sedikit banyak akan ikut terbawa. Anda bisa jadi ingin ikut tertawa atau menangis, lepas dari apakah Anda tahu penyebabnya atau tidak.
Selain lewat ekspresi, kita juga bisa mempengaruhi dan menulari seseorang dengan kata-kata kita. Lalu, pertanyaannya sekarang, apakah yang kerap kita tularkan pada orang lain?
Coba diam dan renungkan sejenak kata-kata dan ekspresi macam apa yang Anda tularkan pada orang lain, khususnya keluarga Anda sepanjang hari ini?
Apakah ekspresi yang membangun atau malah justru meruntuhkan orang lain? Apakah kata-kata yang menyemangati, menghibur orang lain ataukah kata-kata yang justru membuat orang lain jadi down? Apakah hanya tangis atau cuma tertawa dan senyum yang kerap mewarnai hari-hari Anda?
Ekspresi yang keluar itu adalah perwujudan dari isi hati Anda. Jika hati Anda penuh dengan rasa iri dan dengki, maka yang keluar tentunya adalah hal-hal yang busuk. Demikian juga sebaliknya, jika hati Anda dipenuhi dengan rasa syukur dan kepuasan, maka yang bakal ditelurkan adalah hal-hal yang baik.
Ajaibnya, kata-kata yang kita ucapkan, maupun ekspresi yang keluar dari suasana hati kita itu akan kembali 'menyerang' diri kita lagi, setelah kita menularkannya pada orang lain.
Misalnya saja, jika kita menyemangati pasangan yang sedang putus asa akibat banyaknya beban kerja, maka tanpa sadar, kita sebenarnya sudah menyemangati diri kita sendiri.
Saat kita dengan berapi-api mengatakan pada pasangan, "Kamu bisa, sayang. Kamu pasti bisa. Semangat!", maka tanpa sadar, kita juga meyakinkan diri kita bahwa ia bisa.
Jadi, apa yang Anda tularkan pada orang lain, akan kembali pada Anda, seperti layaknya bumerang kembali pada pemiliknya. Jika demikian, maka Anda tentu tahu, ekspresi dan kata-kata macam apa yang seharusnya ditularkan pada orang lain. Anda bisa!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan komentar yang membangun aja yee....GBU