Mainan lain yang bisa dijadikan sumber inspirasi adalah G.I. Joe. Apa ya yang bisa dipelajari dari boneka high tech satu ini?
Ketika Mr. Potato Headsedang menjalani tahap pemasangan bibir dan Barbiesedang asyik mencoba gaun barunya, maka apa yang dilakukan G.I. Joe? Oh ternyata mainan boneka untuk anak laki-laki ini sedang siaga mengamankan negara dari musuh yang hendak menyerang.
Ya, bukan hanya anak perempuan saja yang berhak mendapatkan mainan boneka, bocah laki-laki juga ternyata. Sekitar tahun 1964, figur prajurit perang Dunia II ternyata menjadi insipirasi bagi Hasbro (sebuah perusahaan mainan Amerika Serikat) untuk membuat mainan boneka bertampang prajurit tersebut. Lebih dari mainan sosok tentara yang menyandang senjata, boneka ini selalu dimainkan dengan karakter peran yang rata-rata sama, yaitu berani, berwibawa, dan pantang menyerah.
Bukankah apa yang dihadapi G.I. Joe juga tak jauh beda dengan apa yang kita hadapi setiap hari? Kita juga berperang setiap hari. Bukan melawan orang lain/ sebuah negara, namun lebih sering dan lebih perlu bagi kita untuk melawan diri sendiri. Kapan peperangan itu dimulai? Saat kita membuka mata. Dan, perjuangan baru berakhir saat kita menutup mata nantinya.
Butuh perjuangan berat bagi seorang ibu untuk bangun pada tengah malam demi menyusui anaknya. Butuh usaha keras bagi seorang suami untuk menafkahi keluarganya. Butuh ketekunan gigih bagi seorang pelajar untuk mengalahkan kemalasannya.
Tak peduli apapun yang dihadapi, kita selalu melakukan perjuangan yang pantang menyerah untuk bisa memenangkan 'peperangan'. Sudahkah Anda menang atas diri sendiri hari ini? Berhasilkah Anda menaklukkan rasa kantuk, malas, atau marah hari ini? Don't give up!
Kamis, 30 September 2010
Kamis, 23 September 2010
Hikmat Dari Mainan Anak: Play-Doh
Play-Doh, lebih dikenal di tanah air sebagai lilin mainan, ternyata menyimpan inspirasi yang cukup menarik. Kita petik bersama yuk!
Adalah Joseph McVicker dan Bill Rhodenbaugh yang menciptakan mainan bertipe (tanah) liat tersebut. Play-doh 'lahir' di dunia tahun 1956 di bawah naungan Rainbow Craft dan kini beralih di bawah pengawasan Hasbro (1991).
Keberadaannya sangat berjasa dalam dunia anak-anak, khususnya mereka yang masih duduk di bangku TK. Meremas-remas Play-Doh bisa membantu memperkuat otot motorik halus pada tangan anak-anak. Dengan otot-otot inilah nantinya mereka bakal melakukan berbagai kegiatan tangan seperti menulis, memegang sendok, dan lainnya.
Tak hanya itu saja, lempung lunak yang biasanya muncul dalam berbagai warna serta aroma menarik ini juga bisa menjadi sasaran empuk imajinasi pemainnya. Pemainnya bisa membuat apa saja yang dia inginkan, mobil, siput, kue tart, pisang, ular, gurita, dan lainnya. Menyenangkan sekali rasanya jika bisa menciptakan benda-benda yang bahkan belum pernah ada di dunia ini.
Bahkan bagi Anda yang merasa tidak pernah bisa melakukan apapun dengan benar, Play-Doh bisa menjadi sebuah penghiburan tersendiri bahwa Anda bisa kok membuat sesuatu. Jadi, biarkan imajinasi Anda berkembang liar sebab siapa tahu awalnya mungkin hanya dari segumpal Play-Doh, namun keesokan harinya Anda bisa berkreasi dengan kue tart setinggi 2 meter sungguhan. Impossible is nothing!
Adalah Joseph McVicker dan Bill Rhodenbaugh yang menciptakan mainan bertipe (tanah) liat tersebut. Play-doh 'lahir' di dunia tahun 1956 di bawah naungan Rainbow Craft dan kini beralih di bawah pengawasan Hasbro (1991).
Keberadaannya sangat berjasa dalam dunia anak-anak, khususnya mereka yang masih duduk di bangku TK. Meremas-remas Play-Doh bisa membantu memperkuat otot motorik halus pada tangan anak-anak. Dengan otot-otot inilah nantinya mereka bakal melakukan berbagai kegiatan tangan seperti menulis, memegang sendok, dan lainnya.
Tak hanya itu saja, lempung lunak yang biasanya muncul dalam berbagai warna serta aroma menarik ini juga bisa menjadi sasaran empuk imajinasi pemainnya. Pemainnya bisa membuat apa saja yang dia inginkan, mobil, siput, kue tart, pisang, ular, gurita, dan lainnya. Menyenangkan sekali rasanya jika bisa menciptakan benda-benda yang bahkan belum pernah ada di dunia ini.
Bahkan bagi Anda yang merasa tidak pernah bisa melakukan apapun dengan benar, Play-Doh bisa menjadi sebuah penghiburan tersendiri bahwa Anda bisa kok membuat sesuatu. Jadi, biarkan imajinasi Anda berkembang liar sebab siapa tahu awalnya mungkin hanya dari segumpal Play-Doh, namun keesokan harinya Anda bisa berkreasi dengan kue tart setinggi 2 meter sungguhan. Impossible is nothing!
Label:
Hikmat,
Mainan Anak,
Play-Doh
Senin, 20 September 2010
Lessons from Princess Hours
TV memang bisa menjadi salah satu berhala dalam hidup manusia. Termasuk serial kesayangan Princess Hours. Berikut ada sebuah kesaksian yang berkaitan dengan serial korea tersebut.
simple tapi TUhan ajar aku utk ikhlas
saiki aku sdg diajar ilmu keikhlasan soalnya ttg film princess hour
aku lak seneng film itu dan sejak awal tayang kan maine jam 9
nah pas seminggu kmrn (stlh lebaran) tau2 film itu ganti jam 7
sampe rasae gk terima gt
sampe2 nd tv mau tak protes ternyata yah Tuhan pakai itu mmg utk menguji hatiku
aku telah memberhalakan tuh film
dan akhirnya ak mnt ampun sama Tuhan krn telah mengikatkan diri dgn film itu
jadi, ak blg, ya wes Tuhan, ak tak jalani aktivitasku, lek misal ak gk bs liat film itu, yah udah gt
lalu kmrn kan lat vokal, sampe jam 7.30 tapi yah Puji Tuhan, aku ws bnr2 ikhlas wes tak cul film itu
eh pas pulang,
*Tuhan iku kok yo lucu
Dia ubah dan kembalikan film itu ke jam 9 mlm lagi
hahaha, jadi Puji Tuhan aku bs liat lagi dengan full
hehehe
tp dari situ aku belajar arti sesungguhnya dari ayat:
Bergembiralah karena Tuhan, maka Ia akan memberikan padamu apa yang kamu ingini
dalam bahasaku:
lakukan apa yang Tuhan minta kita lakukan, maka Ia akan memberikan padamu apa yang kmu ingini
simple tapi TUhan ajar aku utk ikhlas
saiki aku sdg diajar ilmu keikhlasan soalnya ttg film princess hour
aku lak seneng film itu dan sejak awal tayang kan maine jam 9
nah pas seminggu kmrn (stlh lebaran) tau2 film itu ganti jam 7
sampe rasae gk terima gt
sampe2 nd tv mau tak protes ternyata yah Tuhan pakai itu mmg utk menguji hatiku
aku telah memberhalakan tuh film
dan akhirnya ak mnt ampun sama Tuhan krn telah mengikatkan diri dgn film itu
jadi, ak blg, ya wes Tuhan, ak tak jalani aktivitasku, lek misal ak gk bs liat film itu, yah udah gt
lalu kmrn kan lat vokal, sampe jam 7.30 tapi yah Puji Tuhan, aku ws bnr2 ikhlas wes tak cul film itu
eh pas pulang,
*Tuhan iku kok yo lucu
Dia ubah dan kembalikan film itu ke jam 9 mlm lagi
hahaha, jadi Puji Tuhan aku bs liat lagi dengan full
hehehe
tp dari situ aku belajar arti sesungguhnya dari ayat:
Bergembiralah karena Tuhan, maka Ia akan memberikan padamu apa yang kamu ingini
dalam bahasaku:
lakukan apa yang Tuhan minta kita lakukan, maka Ia akan memberikan padamu apa yang kmu ingini
Label:
bergembiralah,
chae gyong,
korea,
princess hour,
Tuhan,
vokal
Jumat, 17 September 2010
Hikmat Dari Mainan Anak: Slinky
Lempar sana...oper sini...tarik atas...lepas bawah...
Meski telah dipermainkan begitu rupa, Slinky selalu bisa kembali ke posisinya yang semula. Bagaimana dengan Anda?
Mainan pegas ini biasanya dibuat dari bahan besi atau baja, namun kini banyak juga yang dibikin dari bahan plastik. Warnanya pun tidak lagi muncul dalam 1 warna saja, namun lebih banyak warna-warni yang kini dipakai untuk menarik perhatian konsumen.
Perlu Anda ketahui bahwa lebih dari 300 juta slinky terjual habis sejak 1945 dan sejak itu, banyak orang merasa kagum saat pegas tersebut bisa menuruni tangga sendiri, shleep...shleep... ketika dimainkan. Mainan ini ditemukan dan dikembangkan oleh seorang ahli mesin bernama Richard James pada tahun 1940an.
Kini banyak guru SMA menggunakan pegas tersebut untuk mengajar tentang gelombang radio pada murid-muridnya, bahkan NASA juga memanfaatkan slinky untuk alat percobaan gravitasi di luar angkasa (apakah pegas yang 'berjalan' menuruni tangga ini juga bisa melakukan hal yang sama di tempat dengan tingkat gravitasi nol?).
Namun intinya, Slinky sebenarnya memberikan pelajaran sederhana saja bagi kita semua. Tetaplah tabah! Hal ini dikutip dari kemampuannya untuk kembali ke posisi semula setelah diregangkan sepanjang apapun.
Sama seperti Slinky, Anda boleh saja mengalami sakitnya 'ditarik-tarik', dipermainkan, diombang-ambingkan, atau dilempar sana-sini, namun setelah itu, Anda harus kembali pada posisi yang semula.
"Tetaplah tegar! Meski jatuh berulang kali, ayo bangkit lagi!", demikian pesan singkat Slinky bagi Anda yang mungkin mengalami kejatuhan atau kesakitan berkali-kali. Jangan pernah menyerah karena menjadi tegar adalah sebuah pilihan. :)
Meski telah dipermainkan begitu rupa, Slinky selalu bisa kembali ke posisinya yang semula. Bagaimana dengan Anda?
Mainan pegas ini biasanya dibuat dari bahan besi atau baja, namun kini banyak juga yang dibikin dari bahan plastik. Warnanya pun tidak lagi muncul dalam 1 warna saja, namun lebih banyak warna-warni yang kini dipakai untuk menarik perhatian konsumen.
Perlu Anda ketahui bahwa lebih dari 300 juta slinky terjual habis sejak 1945 dan sejak itu, banyak orang merasa kagum saat pegas tersebut bisa menuruni tangga sendiri, shleep...shleep... ketika dimainkan. Mainan ini ditemukan dan dikembangkan oleh seorang ahli mesin bernama Richard James pada tahun 1940an.
Kini banyak guru SMA menggunakan pegas tersebut untuk mengajar tentang gelombang radio pada murid-muridnya, bahkan NASA juga memanfaatkan slinky untuk alat percobaan gravitasi di luar angkasa (apakah pegas yang 'berjalan' menuruni tangga ini juga bisa melakukan hal yang sama di tempat dengan tingkat gravitasi nol?).
Namun intinya, Slinky sebenarnya memberikan pelajaran sederhana saja bagi kita semua. Tetaplah tabah! Hal ini dikutip dari kemampuannya untuk kembali ke posisi semula setelah diregangkan sepanjang apapun.
Sama seperti Slinky, Anda boleh saja mengalami sakitnya 'ditarik-tarik', dipermainkan, diombang-ambingkan, atau dilempar sana-sini, namun setelah itu, Anda harus kembali pada posisi yang semula.
"Tetaplah tegar! Meski jatuh berulang kali, ayo bangkit lagi!", demikian pesan singkat Slinky bagi Anda yang mungkin mengalami kejatuhan atau kesakitan berkali-kali. Jangan pernah menyerah karena menjadi tegar adalah sebuah pilihan. :)
Label:
Hikmat,
Mainan Anak,
Slinky
Jumat, 10 September 2010
Hikmat Dari Mainan Anak: Teddy Bear
Tak ketinggalan dengan mainan-mainan lainnya, Teddy Bear juga ingin berbagi ilmu kehidupan dengan Anda. Mari kita simak bersama wejangan dari boneka beruang tersebut.
Teddy Bear, siapa yang tak tahu tentang boneka beruang populer satu ini? Namanya diambil dari nama Presiden Amerika Serikat ke-26, Theodore Roosevelt, yang biasa dipanggil "Teddy" dan punya hobi berburu beruang.
Boneka yang bahkan telah memiliki museum sendiri, Teddy Bear Museum (Petersfield, Hampshire), ini tak hanya muncul dalam wujud boneka saja, namun juga telah menjadi inspirasi bagi aksesoris wanita, seperti bandul kalung, gantungan kunci, hingga jepit rambut.
Berbeda dengan binatang beruang asli yang jelas tak terlalu bersahabat, boneka ini tampil dalam figur lembut, pendiam (kecuali jika bagian dalamnya diberi mesin lagu), mudah dipeluk, dan bisa dibawa ke mana saja.
Saat ibu dan ayah tak ada di rumah, Teddy Bear ada di sana menemani buah hati. Meski tak mampu berbicara atau berbuat apa-apa, namun nyata bahwa anak-anak selalu menghargai keberadaannya. Seringkali bahkan anak-anak lebih rela berpisah dengan orang tuanya daripada boneka kesayangan. Benar tidak, ibu-ibu?
Hal ini menunjukkan bahwa boneka tersebut termasuk setia di mata anak-anak. Selalu ada untuk berbagi rasa, senang dan sedih. Tak heran banyak anak kecil memperlakukan Teddy Bear seolah-olah ia adalah makhluk hidup yang bisa mendengar curhatan mereka.
Lalu, apa teladan penting yang diberikan oleh sebuah Teddy?
Kehadiran.
Seringkali ada-tidaknya kita di sisi seseorang yang sedang membutuhkan, itulah yang penting. Tak perlu harus bisa bicara (kadang kita bahkan tak tahu juga kan mau bicara apa saat berhadapan dengan mereka yang pedih hati), tak perlu juga berbuat apa-apa, cukup hadirlah di sana.
Coba renungkan, siapa yang saat ini membutuhkan kehadiran Anda? Segera temui mereka dan katakan,"Aku ada di sini untukmu", karena Anda tak pernah tahu betapa pentingnya kehadiran Anda bagi seseorang. :)
Teddy Bear, siapa yang tak tahu tentang boneka beruang populer satu ini? Namanya diambil dari nama Presiden Amerika Serikat ke-26, Theodore Roosevelt, yang biasa dipanggil "Teddy" dan punya hobi berburu beruang.
Boneka yang bahkan telah memiliki museum sendiri, Teddy Bear Museum (Petersfield, Hampshire), ini tak hanya muncul dalam wujud boneka saja, namun juga telah menjadi inspirasi bagi aksesoris wanita, seperti bandul kalung, gantungan kunci, hingga jepit rambut.
Berbeda dengan binatang beruang asli yang jelas tak terlalu bersahabat, boneka ini tampil dalam figur lembut, pendiam (kecuali jika bagian dalamnya diberi mesin lagu), mudah dipeluk, dan bisa dibawa ke mana saja.
Saat ibu dan ayah tak ada di rumah, Teddy Bear ada di sana menemani buah hati. Meski tak mampu berbicara atau berbuat apa-apa, namun nyata bahwa anak-anak selalu menghargai keberadaannya. Seringkali bahkan anak-anak lebih rela berpisah dengan orang tuanya daripada boneka kesayangan. Benar tidak, ibu-ibu?
Hal ini menunjukkan bahwa boneka tersebut termasuk setia di mata anak-anak. Selalu ada untuk berbagi rasa, senang dan sedih. Tak heran banyak anak kecil memperlakukan Teddy Bear seolah-olah ia adalah makhluk hidup yang bisa mendengar curhatan mereka.
Lalu, apa teladan penting yang diberikan oleh sebuah Teddy?
Kehadiran.
Seringkali ada-tidaknya kita di sisi seseorang yang sedang membutuhkan, itulah yang penting. Tak perlu harus bisa bicara (kadang kita bahkan tak tahu juga kan mau bicara apa saat berhadapan dengan mereka yang pedih hati), tak perlu juga berbuat apa-apa, cukup hadirlah di sana.
Coba renungkan, siapa yang saat ini membutuhkan kehadiran Anda? Segera temui mereka dan katakan,"Aku ada di sini untukmu", karena Anda tak pernah tahu betapa pentingnya kehadiran Anda bagi seseorang. :)
Label:
Hikmat,
Mainan Anak,
Teddy Bear
Jumat, 03 September 2010
Hikmat Dari Mainan Anak: Tinkertoys
Tinkertoys mengajak kita semua untuk think hal terbaik apa yang ada dalam hidup kita hari ini...
Bentuk mainan ini kebanyakan berupa stik yang cara mainnya adalah dengan dipasangkan satu dengan lainnya. Anda bisa membuat apa saja dari satu set 'permainan berpikir' ini. Tahun 1914 adalah waktu di mana mainan ini pertama kali dibuat. Orang yang berjasa dalam menciptakan mainan cerdas ini adalah Charles H. Pajeau dan Robert Pettit (Evanston, Illinois).
Sama seperti mainan lainnya, Tinkertoys sebenarnya tampil sederhana. Dibuat dari bahan plastik atau kayu, berisi sejumlah stik warna-warni dan beberapa roda berlubang sebagai penghubung para stik-nya. Tidak ada instruksi khusus bagaimana harus memainkannya. Anda bisa membuat rumah, pohon Natal, robot, atau kipas angin. Terserah...
Tak berbeda dari kebanyakan kita yang suka bereksperimen dengan hal baru bukan? Membuat kue muffin misalnya, kali ini ditambah dengan kismis, besok coba sih diberi strawberry. Lain waktu Anda mencoba lebih berani lagi dengan menambahkan jeli pada bagian atasnya. Hmm...seperti apa ya rasanya?
Jika bereksperimen dengan kue atau hal lain ternyata terlalu mahal dan riskan, maka coba-coba dengan Tinkertoys tentu tak mengandung kerugian apapun. Namun, yang harus disorot di sini bukanlah bagaimana hasilnya mainan (atau muffin tersebut) pada akhirnya, melainkan kenyataan bahwa Tinkertoys, sadar atau tidak, berhasil melatih mental Anda untuk berani menciptakan hal-hal baru.
Keluar dari yang keadaan yang biasa saja adalah mungkin saat kita mengutak-atik Tinkertoys. Dengan kata lain, selalu ada hal yang luar biasa di balik kebiasaan sehari-hari. Seperti sebuah kalimat bijak mengatakan, "Everyday may not be good, but there's something good in everyday". Dan, itulah yang harus Anda cari serta syukuri. Yuk!
Bentuk mainan ini kebanyakan berupa stik yang cara mainnya adalah dengan dipasangkan satu dengan lainnya. Anda bisa membuat apa saja dari satu set 'permainan berpikir' ini. Tahun 1914 adalah waktu di mana mainan ini pertama kali dibuat. Orang yang berjasa dalam menciptakan mainan cerdas ini adalah Charles H. Pajeau dan Robert Pettit (Evanston, Illinois).
Sama seperti mainan lainnya, Tinkertoys sebenarnya tampil sederhana. Dibuat dari bahan plastik atau kayu, berisi sejumlah stik warna-warni dan beberapa roda berlubang sebagai penghubung para stik-nya. Tidak ada instruksi khusus bagaimana harus memainkannya. Anda bisa membuat rumah, pohon Natal, robot, atau kipas angin. Terserah...
Tak berbeda dari kebanyakan kita yang suka bereksperimen dengan hal baru bukan? Membuat kue muffin misalnya, kali ini ditambah dengan kismis, besok coba sih diberi strawberry. Lain waktu Anda mencoba lebih berani lagi dengan menambahkan jeli pada bagian atasnya. Hmm...seperti apa ya rasanya?
Jika bereksperimen dengan kue atau hal lain ternyata terlalu mahal dan riskan, maka coba-coba dengan Tinkertoys tentu tak mengandung kerugian apapun. Namun, yang harus disorot di sini bukanlah bagaimana hasilnya mainan (atau muffin tersebut) pada akhirnya, melainkan kenyataan bahwa Tinkertoys, sadar atau tidak, berhasil melatih mental Anda untuk berani menciptakan hal-hal baru.
Keluar dari yang keadaan yang biasa saja adalah mungkin saat kita mengutak-atik Tinkertoys. Dengan kata lain, selalu ada hal yang luar biasa di balik kebiasaan sehari-hari. Seperti sebuah kalimat bijak mengatakan, "Everyday may not be good, but there's something good in everyday". Dan, itulah yang harus Anda cari serta syukuri. Yuk!
Label:
Hikmat,
Mainan Anak,
Tinkertoys
Langganan:
Postingan (Atom)