Kamis, 23 September 2010

Hikmat Dari Mainan Anak: Play-Doh

Play-Doh, lebih dikenal di tanah air sebagai lilin mainan, ternyata menyimpan inspirasi yang cukup menarik. Kita petik bersama yuk!

Adalah Joseph McVicker dan Bill Rhodenbaugh yang menciptakan mainan bertipe (tanah) liat tersebut. Play-doh 'lahir' di dunia tahun 1956 di bawah naungan Rainbow Craft dan kini beralih di bawah pengawasan Hasbro (1991).

Keberadaannya sangat berjasa dalam dunia anak-anak, khususnya mereka yang masih duduk di bangku TK. Meremas-remas Play-Doh bisa membantu memperkuat otot motorik halus pada tangan anak-anak. Dengan otot-otot inilah nantinya mereka bakal melakukan berbagai kegiatan tangan seperti menulis, memegang sendok, dan lainnya.

Tak hanya itu saja, lempung lunak yang biasanya muncul dalam berbagai warna serta aroma menarik ini juga bisa menjadi sasaran empuk imajinasi pemainnya. Pemainnya bisa membuat apa saja yang dia inginkan, mobil, siput, kue tart, pisang, ular, gurita, dan lainnya. Menyenangkan sekali rasanya jika bisa menciptakan benda-benda yang bahkan belum pernah ada di dunia ini.

Bahkan bagi Anda yang merasa tidak pernah bisa melakukan apapun dengan benar, Play-Doh bisa menjadi sebuah penghiburan tersendiri bahwa Anda bisa kok membuat sesuatu. Jadi, biarkan imajinasi Anda berkembang liar sebab siapa tahu awalnya mungkin hanya dari segumpal Play-Doh, namun keesokan harinya Anda bisa berkreasi dengan kue tart setinggi 2 meter sungguhan. Impossible is nothing!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar yang membangun aja yee....GBU