Minggu, 21 Agustus 2011

Everyday is A Miracle


Yups, setiap hari adalah keajaiban. Lama merasa jauh dan ditinggalkan, akhirnya Tuhan menunjukkan padaku jawaban2Nya.

Mulanya saat doa Jumat kmrn, kami gk jadi bareng ai giok, jd bareng grj, dan untungnya begitu karena my bestfirend dtg, molen. Jadi dia bs dpt teman dan ttp ikut doa.

Sabtu, ibadah yang menyentuh hati, baik pujian KAULAH SATU2NYA, serta ayat pokok FA yang membuatku cry. Pasalnya ayat itu datang 2 kali dalam hari itu, mzm 131:2

TB (1974) ©
SABDAweb Mzm 131:2
Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; e  seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku f  dalam diriku.
BIS (1985) ©
SABDAweb Mzm 131:2
Sesungguhnya, hatiku tenang dan tentram; seperti bayi yang habis menyusu, berbaring tenang di pangkuan ibunya, setenang itulah hatiku.
TL (1954) ©
SABDAweb Mzm 131:2
Bahwa sesungguhnya aku telah menyenangkan dan mendiamkan hatiku seperti seorang kanak-kanak yang lepas susu hampir dengan emaknya! bahkan, hatiku di dalam aku adalah seperti kanak-kanak yang lepas susu.
MILT (2008)
Sesungguhnya, aku telah menempatkan diriku dan menenangkan jiwaku, seperti anak yang disapih oleh ibunya; jiwa dalam diriku bagaikan anak yang disapih.
KSI (2000) ©
SABDAweb Mzm 131:2
Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku, seperti anak yang cerai susu berada dalam dekapan ibunya. Ya, seperti anak yang cerai susu itulah jiwaku di dalam diriku.
FAYH (1989) ©
SABDAweb Mzm 131:2
Aku berdiam diri di hadapan TUHAN, sama seperti anak yang disapih. Ya, rengekanku sudah didiamkan.
ENDE (1969) ©
SABDAweb Mzm 131:2
Sesungguhnja, djiwaku kutenangkan dan kutenteramkan, seperti kanak pada pangkuan ibunja. Bagaikan bajilah djiwaku didalam diriku!
Shellabear Draft (1912) ©
SABDAweb Mzm 131:2

Bahwa sesungguhnya aku telah menghiburkan dan mendiamkan jiwaku, seperti hal kanak-kanak yang cerai susu itu dengan ibunya; bahkan jiwaku itu bagiku seperti kanak-kanak yang cerai susu.
Itulah yang harus dan akan kulakukan. Aku akan memaksa diriku untuk tenang. Aku akan menutup mata untuk hal-hal yang sia2. salah satunya saat ini adalah Zh. Aminnnn.... :)

Minggu
Pagi aku bangun dan Puji Tuhan, aku boleh datang ibadah. Sepulang ibadah dan meluruskan hati, maka datang saatnya untuk meluruskan rambut. Untung makan dulu, soalnya ternyata untuk mahkota MA ini, ternyata butuh waktu sekitar 6-7 jam. Glodak...hasilnya lumayan menggembirakan. Ya sekali seumur hidup juga kan, sekali-kali MA ganti gaya. hahahahaha...

Praise God-nya lagi, listrik dapur yang sempat 'mbledos' lagi karena alat pemanas yang sama (kasus sama, penyebab sama, akibat pun sama), dengan hikmatNya bisa kubenahi lagi. Hebat Tuhan itu!! Saat makan, Dia memberi tahu aku bahwa kedua sisi lempengan itu hanya perlu CONNECT untuk bisa menyala lagi, dan memang benar. Pujii Tuhaaaan banget deh, gak perlu panggil tukang listrik dan hemat nomban. Lemayaaan *ketap-ketip
Thanks God, coz Ur miracle is really...truly...happens everyday :)

Senin, 01 Agustus 2011

Tak Ingin Hidup Seperti Roti Bantat

Tak ada yang menyukai roti bantat! Seenak apapun bahan yang dipakai, semahal apapun campurannya, tetap saja tak ada yang rela merogoh kocek demi sepotong roti bantat.

Roti bantat adalah........roti yang tidak mengembang. Saat diproses dalam oven, roti ini tetap saja ukurannya. Panas yang menyentuhnya tak mengubah apapun.

Demikian juga dengan hidup kita. Kita dikatakan 'bantat' saat tak punya kemauan dan kesediaan untuk 'mekar' alias berkembang.

Sebuah teguran lembut datang padaku beberapa waktu lalu. "Ayolah, siapa tahu kamu bisa melakukannya......meski belum pernah sebelumnya. Masakan kamu tidak ingin mengembangkan potensi?"

Bidang di mana aku dipaksa untuk berkembang berhubungan dengan matematika, sebuah 'lahan' yang selalu bikin hati dan pikiran ogah. Tapi, hemm....setelah dipikir-pikir tak ada salahnya kan kalau dicoba? Siapa tahu bisa :)

Kalau toh tidak bisa nantinya? Ya sudah. Yang penting kan sudah coba, itu intinya. Roti kurang ragi juga bisa bikin bantat. Begitu juga dengan seseorang yang tak bertalenta (ternyata...) di bidang tertentu.

Tapi bagaimana kita tahu kalau kita tak punya talenta di bidang itu, jika kita belum mencobanya? Ya kan? :) Hihi...

Bercerai Sebelum Menikah

Siapa sangka bahwa doa seorang anak SMA bisa berujung pergumulan yang begitu panjang, menyengsarakan, memakan korban, dan seakan tak terselesaikan.
Semua itu bermula dari doa yang entah dipikirkan dulu atau tidak saat dipanjatkan. "Tuhan, berilah aku pasangan satu saja, yang pertama dan terakhir. Sebaiknya kami tidak pacaran, karena pacaran itu seringkali hanya berisi kepalsuan. Dan, jika Engkau berkenan, TOLONG PROSES KAMI SEBELUM MENIKAH.
Dan, rupanya Tuhan mengabulkan doanya itu. Sampai usianya yang hampir kepala san dia belum pernah merasakan yang namanya pacaran. Tak sedikit yang menyukainya, namun tak ada yang sreg di hati. Ia pun menjauhkan mereka.
Pengalaman buruk dengan yang lalu, selama 4 tahun terkatung-katung, rupanya kembali terulang padanya. Hanya hingga detik ini waktunya lebih lama, 7 tahun 5 bulan.... dia tetap menanti orang itu.
Hanya singkat saja masa keindahan hubungan mereka, namun ia selalu yakin bahwa waktu yang singkat itu sudah cukup kuat untuk menanamkan dasar kasih agape yang kuat dalam hubungan mereka. Dan benar, tak lama setelah masa keindahan hubungan itu, mereka pun mulai digoncang.
Hubungan mulai diuji oleh yang namanya perbedaan dan kepahitan. Ya, ia kepahitan oleh kata2nya yang menyiratkan kecurigaan dan rasa tidak percaya. Awalnya ia sendiri tidak menyadari bahwa ia tidak pernah merawat luka itu secara serius. Ia hanya membiarkannya namun setiap kali ia melihatnya, luka itu seakan makin memburuk dan menyakitkan.
Tibalah puncaknya sampai ia pun menjauhkannya, dan mereka tidak berbicara lagi. Lama, 2...3..mungkin ada 4 tahun...Tak berbicara lama, hubungan mati, tak saling menyapa, saling menghindar, bahkan sempat terpisah 2 kali masa kehamilan lamanya...
Yang indah2 itupun, yang terjadi di masa lampau seakan tak patut/ menyakitkan bila diingat kembali.
Namun kini, hubungan mereka mulai membaik.... meski pihak lain itu telah 'menggandeng' WIL lain yang hanya diakuinya sebagai teman saja, dan itu semua karena Tuhan. Ia menyadari bahwa prioritas hubungan yang terutama adalah kesediaan untuk saling dan selalu mengampuni. Maka ia pun memutuskan untuk melakukannya.....
Tentang hasilnya? Nobody's know karena belum kelar tuh prosesNya....

Selasa, 12 Juli 2011

Eyes On Me - Celine Dion -

Lagu yang bikin kepala dan badan bergoyang-goyang yah ini ^^

I know that once in love
You don't think of the devil who's inside
And maybe it will come one day
When you'll feel safe and I won't have the time

You hear what you wanna hear
Blink once I could disappear
Some rules to the game of me
Get it right for both of us

Just say what you wanna say
I've got it to give away
We both want to make it last
So keep your eyes on me, your eyes on me

It's not an illusion that you're the one
And I have fallen deep
I said it from the start, when we're apart
You must only think of me

Temptation is all around
Take good care of what you found
That's why when I turn around
You better keep

You better keep your eyes on me
No matter what you think I need
No matter what you once believed
If you're mine, so you better say

No matter what you think I need
No, it doesn't really matter what you once believed
I wanna be the air you breathe
Yeah, you better be everything you said you'd be

[| From: http://www.elyrics.net/read/c/celine-dion-lyrics/eyes-on-me-lyrics.html |]
I've gotta be your only one or we can't go on
No matter what you think I need
You better keep your eyes on me

And say that you want me
Open up your heart even if it's hard
Say that you need me
Better let him know, baby don't put on a show

You say that you need me
Tell him how you feel, let him know it's real
And if you love me
Never turn your back, gonna keep my eyes on us

Temptation is all around
Take good care of what you found
That's why when I turn around
You better keep

You better keep your eyes on me
No matter what you think I need
No matter what you once believed
If you're mine, so you better say

No matter what you think I need
No, it doesn't really matter what you once believed
I wanna be the air you breathe
Yeah, you better be everything you said you'd be

I've gotta be your only one or we can't go on
No matter what you think I need
Better keep your eyes on me
Your eyes on me, your eyes on me

Minggu, 10 Juli 2011

Lirik Lagu Love Story -Taylor Swift -

We were both young when I first saw you
I close my eyes
And the flashback starts
I'm standing there
On a balcony of summer air

See the lights,
See the party, the ball gowns
I see you make your way through the crowd
You say hello
Little did I know

That you were Romeo you were throwing pebbles
And my daddy said stay away from Juliet
And I was crying on the staircase
Begging you please don't go, and I said:

Romeo take me somewhere we can be alone
I'll be waiting all there's left to do is run
You'll be the prince and I'll be the princess
It's a love story baby just say yes

So I sneak out to the garden to see you
We keep quiet cause we're dead if they know
So close your eyes
Escape this town for a little while

Cause you were Romeo I was a scarlet letter
And my daddy said stay away from Juliet
But you were everything to me
lyricsalls.blogspot.com
I was begging you please don't go and I said:

Romeo take me somewhere we can be alone
I'll be waiting all there's left to do is run
You'll be the prince and I'll be the princess
It's a love story baby just say yes

Romeo save me, they try to tell me how to feel
This love is difficult, but it's real,
Don't be afraid
We'll make it out of this mess
It's a love story baby just say yes, oh,

I got tired of waiting
Wondering if you were ever coming around
My faith in you was fading
When I met you on the outskirts of town I said:

Romeo save me I've been feeling so alone
I keep waiting for you but you never come
Is this in my head, I don't know what to think
He knealt to the ground and pulled out a ring

And said:

Marry me Juliet you'll never have to be alone
I love you and that's all I really know
I talked to your dad go pick out a white dress
It's a love story baby just say yes

Oh, oh, oh

Oh, oh, oh, oh

Cause we were both young when I first saw you

Selasa, 14 Juni 2011

Mengapa Bayi Harus Lucu

Selalu ada alasan di balik segala sesuatu. Jika ibu harus mengandung 9 bulan karena masa itu dipakai untuk mempersiapkan ayah agar tangguh dalam menghadapi rewelnya si kecil (biasakan dulu dengan rewel dan sensitifnya seorang istri yang tengah  mengandung), maka ada alasan pula mengapa seorang bayi harus lucu dan menggemaskan.

Coba bayangkan apa yang terjadi bila anak saat lahir tahu-tahu sudah menjengkelkan seperti para remaja. Hmm, mungkin sebagian besar anak bakal di'lempar' orang tuanya. Namun fakta bahwa bayi terlahir lucu dan menggemaskan adalah untuk menarik perhatian orang tua. Pembawaan bayi yang cute tersebut adalah untuk membuat para ortu jatuh cinta. Jika sudah cinta, maka apa sih yang tidak??? Biar disakitin pun tetap cinta kan?

Ohh...rupanya itu toh alasannya, wkwkwk

Jumat, 08 April 2011

PUAS = PadamU Aku berSyukur

Yeaah...puas termasuk salah satu ungkapan percaya dan penyembahan juga ternyata. Jika kita merasa puas dengan hidup kita, dengan apa yang kita miliki, maka itu artinya kita PUAS dengan apa yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita. Hanya orang yang PUAS yang bisa  berterimakasih. Kalau tidak PUAS? Yaaa biasanya akan timbul keluhan. Benar atau benar?

Jika ingin PUAS, maka salah satu kuncinya adalah mencukupkan diri dengan apa yang ada. Yes, that's the key!! Bicara soal cukup, bagi orang satu beda dengan lainnya. Tapi saya yakin bahwa ini ada kaitannya dengan kebutuhan vs keinginan. Butuh makan, kenyang, cukup. Lain dengan pengen makan, rasanya mungkin bakal pengen terus mesti perut sudah uhh...penuh.

Kalau dipikir2, benar2 mikir lho ya, kebutuhan kita lho gak banyak. Sabun, pasti. Lulur, belum tentu. Pakaian pasti, cardigan baru? Hmm, belum tentu. Yah asal bisa memilah2 mana yang perlu dan yang tidak terlalu perlu, maka kita akan jatuh pada titik di mana kita sebenarnya selalu hidup serba berkecukupan (dan berkelimpahan dalam berbagai kebajikan, amiiiiiiiiiiiiiin).

Keputusan sekarang di tangan kita. Mau PUAS nggak? Puas mendatangkan bahagia, wajah berseri, menghilangkan kerut, menciptakan tawa dan aura bahagia (meski saat tongpes sekalipun). Orang yang PUAS jelas melihat donat, dan bukan lubangnya. Andakah itu????

Eit,, satu lagi, PUAS juga merupakan tanda kita PERCAYA bahwa apa yang Ia lakukan bagi hidup kita sudah yang terbaik. PUAS= PadamU Aku Serahkan hidupku. Amin. Sekian (benaran kali ini).

Minggu, 20 Februari 2011

Tuhan senang dipercaya

Salah 1 bentuk penyembahan dan persembahan kita pdNya adalah dgn mempercayaiNya.
Saat kita menolak utk cemas..
Tetap taat meski berat (lbh berat dr bobot tubuhmu)
Tidak membalas kejahatan meski sangat kebelet
Ttp diam walau tangan selalu gatal utk bertindak sendiri
Saat itulah tingkat percaya kita sdg dites (tes 1..2..3..)
Lagipula, kita tdk mungkin hidup dgn menyanyi sepanjang waktu, tp percaya 24 jam bs bgt getoo lho

Jumat, 28 Januari 2011

COMPLETELY - Ana Laura

The secret of life is letting go
The secret of love is letting it show
In all that I do, in all that I say
Right here in this moment

The power of prayer
Is in the humble cry
The power of change
Is in giving my life
And laying down
Down at your feet
Right here in this moment

Take my heart, take my soul
I surrender everything to your control
And let all that is within lift up to you and say
I am yours and yours alone, completely

This journey of life, is a search for truth
This journey of faith, is following you
Every step of the way, through the joy and the pain
Right here in this moment

Take my heart, take my soul
I surrender everything to your control
And let all that is within lift up to you and say
I am yours and yours alone, completely

Right Here, Right Now
And for the rest of my life
Hear me say . . .

Take my heart, take my soul
I surrender everything to your control
And let all that is within lift up to you and say
I am yours and yours alone, completely

I am yours and yours alone, completely

Selasa, 25 Januari 2011

Nenek Ideal Itu

Selain keuangan dan cinta, masalah keluarga merupakan problem yang berpotensi membuat pusing hampir seluruh manusia di muka bumi ini. Begitu banyak hal yang bisa menjadi penyebab timbulnya masalah dalam keluarga, mulai dari hubungan suami istri itu sendiri, adanya pihak ketiga, problem dengan keluarga pasangan, hingga perbedaan prinsip dengan mertua.

Hubungan kakek-nenek dan cucu memiliki potensi menjadi relasi yang sehat namun bisa juga relasi tersebut 'sakit'.

Setidaknya ada 3 jenis hubungan kakek-nenek dengan cucunya. Kakek-nenek yang tinggal bersama dengan anak dan cucunya, di mana penjagaan cucu diserahkan pada kakek-nenek. Hal ini mungkin dikarenakan anak sibuk bekerja. Keadaan demikian memang rawan dengan konflik, terutama jika terjadi perbedaan saat hendak mengambil keputusan bagi sang cucu.

Kakek nenek tinggal bersama anak dan cucunya, namun dalam hal ini mereka tidak ikut campur terhadap pemeliharaan sang cucu. Tetap anak (orang tua sang cucu) yang memegang kendali dan tanggung jawab atas pemeliharaan si kecil.

Kakek-nenek yang mengurus cucu karena anak berhalangan mengurus sendiri, misal karena anak bekerja di luar kota dan jarang pulang, anak meninggal, atau karena anak tidak mampu membiayai sang cucu. Dalam hal ini mereka terpaksa mengambil alih tanggung jawab sebagai orang tua bagi sang cucu.

Menjadi kakek-nenek yang dikatakan bijak dan ideal memang tidaklah mudah. Mengapa? Karena kakek-nenek sering terseret pada kasih sayang berlebih yang seringkali berpotensi membuat sang cucu menjadi manja, bahkan menentang orang tua mereka sendiri.

Oleh sebab itu, agar tidak terjadi konflik tidak mengenakkan dalam keluarga, ada baiknya para nenek (dan kakek) memperhatikan beberapa hal berikut agar hubungan dengan cucu terkasih senantiasa sehat dan positif.

Kasih sayang Anda tidak sepatutnya dipakai menjadi dalih untuk tidak mendisplin cucu. Disiplin yang kerap diabaikan kakek-nenek dapat menyebabkan perilaku anak jadi manja, buruk, dan menyimpang. Dan bila hal ini dibiarkan, maka akan merusak mental cucu Anda sendiri.

Anda harus ingat status. Maksudnya, tak peduli bagaimanapun dekatnya Anda dengan sang cucu, tetap saja bukan Anda yang melahirkan mereka. Jadi, hak asuh orang tua tetap harus dinomorsatukan. Merekalah yang berhak dan bertanggungjawab penuh untuk mendidik dan membesarkan buah hati mereka.

Jikalau terjadi perbedaan dalam cara membesarkan cucu, maka Anda bisa berdiskusi dengan anak-menantu sebab mungkin mereka memiliki cara berbeda dalam mengasuh. Bagaimanapun cara mereka, Anda harus tetap menghormatinya meski jika itu berbeda dengan cara Anda.

Lain halnya bila terjadi penganiayaan atau pengabaian anak, maka Anda tentu tidak boleh diam saja. Selama sebuah cara tidak menyalahi prinsip kebenaran dan memiliki maksud serta tujuan yang benar, maka Anda tak perlu repot-repot menentang anak Anda sendiri.

Pada dasarnya, peran kakek-nenek adalah sebagai peran pendukung orang tua dalam memberikan kasih dan disiplin. Ingat pula, bahwa kasih sayang Anda pada cucu bisa ditunjukkan dengan berbagai cara, bukan dengan memanjakan atau mengubah aturan yang diberikan oleh orang tua sang cucu.

Hati-hatilah saat berbicara tentang anak Anda di depan sang cucu. Jangan terlalu memuji atau merendahkan! Anda boleh mengemukakan fakta yang ada, namun perhatikan juga waktu dan kesiapan anak saat akan mendengar sebuah berita.

Kakek-nenek dan cucu sangat berpotensi untuk menjadi cs yang baik, mengapa? Karena anak membutuhkan waktu sedangkan kakek-nenek mempunyai itu. Manfaatkan momen tersebut untuk mendidik cucu menjadi pribadi yang baik.

Kakek-nenek juga merupakan jembatan yang efektif untuk menghubungkan anak dengan sang cucu, bila terjadi konflik. Jangan sampai Anda menjadi kakek-nenek yang tidak sportif. Belalah yang benar dan nasehatilah yang salah, dengan demikian Anda menyelamatkan, tidak hanya anak namun cucu Anda juga dari mental dan pembentukan karakter yang salah.

Sabtu, 22 Januari 2011

Tips Ibu Berhenti Khawatir

Sadar atau tidak, cerewetnya seorang ibu itu bermula dari rasa khawatir yang bercokol dalam dirinya. Karena cemas akan hal ini-itu, maka mulut mulai berbicara banyak, berulang-ulang lagi. Jadi, agar anak atau suami tak mengeluh karena kita terlalu sering khawatir maka ada hal yang mesti kita terapkan mulai sekarang. Apakah itu?

1. Fokus pada waktu sekarang

Sebuah ungkapan bijak mengajarkan pada kita untuk fokus pada apa yang ada di hadapan kita saat ini, bukan pada apa yang telah lewat atau yang belum terjadi. "Hiduplah untuk hari ini". Mengkhawatirkan masa lalu jelas tak ada gunanya sebab masa lalu tak bisa diubah lagi. Mencemaskan masa depan juga sia-sia sebab apa yang kita cemaskan belum tentu terjadi. Jika Anda harus membuat keputusan untuk Minggu nanti, maka tunggulah sampai hari itu tiba. Tak perlu bingung sekarang.

2. Kendalikan pikiran yuk

Tak mudah memang untuk fokus pada hari ini, sebab adakalanya kekhawatiran itu muncul begitu saja. Katakanlah Anda sedang asyik makan malam dengan teman lama, tiba-tiba Anda teringat akan kompor di rumah, "masih menyala atau sudah kumatikan ya?"

Jika ada kesempatan untuk memastikan, maka segera hubungi dan tanyakan pada orang rumah. Namun, jika tidak, maka segera putuskan, mau pulang untuk memeriksa atau menunggu hingga makan malam selesai. Kendalikan pikiran, jangan sampai omongan teman tak Anda gubris karena memikirkan kompor.

3. Semakin dipikirkan, semakin membesar

Pernahkah Anda memikirkan sebuah hal, awalnya kecil saja, hanya iseng-iseng memikirkan/ membicarakannya, namun semakin lama, entah bagaimana, hal itu malah menjadi masalah besar?

Hal inilah yang harus kita waspadai. Saat rasa cemas akan sesuatu hal muncul, maka kita punya 2 pilihan, meredamnya atau membuatnya bertambah besar. Tentu Anda tahu harus pilih yang mana bukan?

4. Tetapkan batasan

Sepanjang hari Anda khawatir tentang buah hati dan sekolah barunya. Si kecil mau berangkat, Anda khawatir. Saat dia masih berada di sekolah, Anda juga memikirkannya. Usai dia pulang, Anda masih penasaran dengan apa saja yang terjadi di sekolah. Mulai deh aksi tanya jawab detail dengannya.

Ibu, bagaimana bisa bekerja dengan maksimal kalau pikiran terus nyantol pada anak. Untuk menghadapi masalah ini, ada baiknya Anda mendisiplin diri sendiri. Tetapkan batasan bahwa Anda hanya boleh khawatir sebentar saja. Akhiri dengan doa, bila perlu, untuk menenangkan hati. Setelah itu, lanjutkan pekerjaan rumah tangga lainnya.

5. Tulis dan lihat

Anda boleh menuliskan hal-hal yang Anda khawatirkan, berikut berapa lamanya Anda mencemaskan hal tersebut. Coba lihat jurnal tersebut setiap minggunya dan perhatikan, ada berapa banyak dari kekhawatiran Anda yang menjadi kenyataan. Membaca jurnal ini akan membantu Anda melihat betapa banyaknya waktu terbuang sia-sia. Selain itu, Anda juga bisa sadar bahwa kecemasan selama ini tak pernah terjadi. Jadi, buat apa cemas?

6. Alihkan perhatian

Mencemaskan sesuatu itu adalah pilihan, dan Anda bisa memilih untuk tidak cemas. Terimalah kenyataan bahwa Anda memang cemas, namun katakan pada diri sendiri, "Oke, aku memang khawatir tentang masalah ini. Tapi, aku tidak mau cemas lagi. Toh tak ada lagi yang bisa kulakukan. Jadi, aku akan mengerjakan hal yang lain saja..."

Anda bisa mulai menghitung tagihan rekening, bermain scrabble bersama buah hati, ngobrol tentang mode pakaian terbaru bersama ibu, atau lainnya. Sibukkan diri Anda dengan hal-hal yang lain.

7. Ingat, Anda bukan Tuhan

Anda manusia biasa yang tak bisa mengendalikan semua hal. Jadi buang jauh-jauh pemikiran, "Jika hal itu terjadi, maka aku akan begini-begitu". Kenyataannya, Anda tak tahu apa yang akan terjadi 5 menit lagi, jadi mari kita berhenti berperan sebagai Tuhan.

8. Orang lain bisa susah karena kekhawatiran kita

Mulailah seseorang masuk dalam tahap cerewet dalam hal ini, yakni saat ia membiarkan rasa khawatir menguasai dan meracuni orang lain juga. Cemas anak jatuh dari sepeda membuat Anda mengatur sedemikian rupa gerak-geriknya saat belajar agar dia tak sampai jatuh. "Please deh! Mana ada orang belajar sepeda tanpa jatuh?"

Berhenti ya ibu-ibu mulai sekarang. Lepaskan kendali, berhenti memanipulasi dan mengatur kehidupan orang lain atas nama 'demi kebaikanmu sendiri'. Setiap orang memiliki caranya sendiri-sendiri, jadi biarkan puteri Anda mencuci piring dengan caranya sendiri. Yang penting piringnya bersih dan tidak pecah kan?

9. Tahan imajinasi Anda

Kebanyakan rasa khawatir dikompori oleh imajinasi kita sendiri. Jadi, ada baiknya Anda memberdayakan imajinasi dengan baik, bukan untuk melawan Anda. Pikirkan hal-hal yang positif, sedap didengar, dan baik adanya. Bayangkan situasi yang baik dan menyenangkan. Optimis dong!

10. Latihan terus...

Oke, Anda sudah tahu langkah-langkah tepat untuk membasmi rasa khawatir dan membungkam mulut cerewet. Kini saatnya untuk praktek. Butuh latihan dan ketekunan. Butuh kemauan keras untuk menolak cemas. Anda bisa karena practise makes perfect.

Rabu, 19 Januari 2011

Malas Ngapa-Ngapain

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang tidak bergairah dalam melakukan sesuatu, dan malas adalah salah satunya. Bila Anda mendapati diri dulunya begitu energik dan antusias, namun kini penuh dengan rasa enggan dan malas, maka hati-hati, sebab pakar psikologi menyatakan bahwa malas bisa menjadi salah satu tanda seseorang mengalami depresi.

Malas makan, malas ke luar rumah, malas bergaul, malas bekerja, malas bersih-bersih rumah, hingga malas mandi. Apakah semuanya itu pernah (atau malah) sedang Anda alami? Jika ya, maka kini saatnya untuk bangkit dan menyambut 'kesembuhan'.

Ketika sedang bermalas-malasan, pasti ada rasa tak nyaman (plus sedikit rasa bersalah) yang mendera hati. Selain itu, dalam perasaan 'tak mampu mengendalikan diri sendiri', biasanya keinginan untuk bangkit seringkali dikalahkan oleh perasaan enggan yang kian menjadi. Bergerak enggan, diam pun merasa bersalah.

Lalu, apa yang harus dilakukan?

Yang jelas harus ada langkah nyata untuk keluar dari siklus mengerikan tersebut. Sebab jika rasa malas dibiarkan berkuasa terus-menerus, maka hal ini bisa menjadi kebiasaan baru, dan tentunya, bisa merusak mental.

Apakah ada pil atau tablet khusus yang harus ditelan agar kita bisa keluar dari rasa enggan tersebut? Untungnya ada. Namun, pil tersebut tak dapat dibeli di toko obat manapun. Anda bisa mendapatkannya gratis, sebab sumbernya dari diri sendiri, dari dalam ruang hati yang disebut tekad dan kesadaran.

Sadar adalah langkah pertama. Jika seseorang sadar bahwa ia mengalami depresi yang menyebabkan ia malas, maka akan lebih mudah baginya untuk mendapatkan kesembuhan. Selain sadar, mendengarkan 'rasa bersalah' yang berteriak dalam hati juga perlu, demi memacu diri agar bangkit.

Masih tak tahu apa yang harus dilakukan?

Ada banyak hal yang bisa Anda perbuat untuk keluar dari jurang kemalasan. Salah satunya adalah melakukan hal-hal yang dulu pernah Anda lakukan. Temui teman-teman dan makanlah bersama mereka sesekali. Pergilah ke mall dengan beberapa teman; meski tak punya uang, Anda berhak kok untuk cuci mata dengan gratis. Milikilah kehidupan bersama orang-orang 'hidup'.

Bergaul dengan 'makhluk hidup' bisa membuat orang yang malas akibat depresi jadi bangkit kembali. Lingkungan yang dipenuhi dengan aura kehidupan orang lain mampu menarik penderita keengganan untuk menyadari bahwa dia tak sendirian, bahwa dunia di luar sana ada banyak hal yang menyenangkan untuk dijalani.

Yang penting di sini adalah tetap bergerak dan sibuk, agar pikiran tak tertawan dalam peliknya masalah yang ada. Dengan memaksa membuka diri pada dunia luar bisa membuat seorang yang malas jadi bergairah kembali. Coba saja! :)

Minggu, 16 Januari 2011

Makanan Organik Optimalkan Kekebalan Tubuh Sejak Dini

Tren makanan organik kini memang makin berkibar saja, terutama bagi mereka yang betul-betul peduli terhadap kesehatan. Nah, bagaimana dengan Anda sendiri? Sudahkah Anda menanamkan asupan gizi lewat makanan organik bagi keluarga tercinta? Tidak hanya sehat, mengkonsumsi makanan organik juga mampu meningkatkan kekebalan tubuh secara maksimal.

Seperti yang diungkapkan dr. Samuel Oetoro, SpGK yang juga merupakan pengurus Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI). Ia mengatakan bahwa mengkonsumsi makanan organik secara otomatis akan meningkatkan kekebalan tubuh manusia, karena makanan tersebut bebas dari zat kimia serta mengurangi resiko tubuh terkena dampak radikal bebas yang biasanya berasal dari bahan-bahan kimia. 

Dengan demikian, sudah dapat dipastikan makanan organik pun bermanfaat bagi yang mengkonsumsinya. Agar hasil makanan organik lebih maksimal, ada baiknya mengasup makanan tersebut sejak dini. Apalagi jika mulai dikonsumsi sejak masa kanak-kanak.

Maklum saja, masa pertumbuhan atau Golden Age memungkinkan anak-anak menyerap khasiat makanan organik untuk mempertebal imunitasnya sehingga pertumbuhannya pun menjadi lebih sempurna.

Menurut Ahli Gizi dari Semanggi Specialist Clinic ini, salah satu alasan positif memberikan makanan organik adalah karena jenis makanan organik benar-benar alami, sehingga komposisinya sama dengan tubuh kita yang terbuat dari sel-sel alami. Nah, dengan demikian alangkah baiknya jika makanan organik diberikan sejak masa anak-anak. Konsumsi makanan  organik juga akan memacu hormon pertumbuhan secara optimal.

Sayangnya, hingga saat ini pola makan makanan organik memang belum banyak diterapkan di kehidupan masyarakat. Menurut dokter yang ikut menjadi pengurus Working Group in Metabolism and Clinical Nutrition Indonesia ini, hal itu dikarenakan masih belum banyak informasi yang mampu menjelaskan tentang apa saja varian makanan organik yang bisa dikonsumsi anak-anak.

Belum lagi jika mengingat harganya yang masih relatif mahal karena proses pembuatannya yang membutuhkan perlakuan khusus.

Mengingat harga makanan organik yang masih cukup tinggi, dr. Samuel Oetoro, SpGK Mix mengungkapkan bahwa ada baiknya mengkonsumsi makanan organik dengan makanan non organik. Toh, hal itu sah-sah saja, tidak menimbulkan efek samping.

Kandungan gizi yang dikandung kurang lebih sama, namun bedanya makanan organik bisa lebih optimal serta menjamin bebas zat-zat kimia yang mampu mengakibatkan masuknya radikal bebas ke dalam tubuh. Nah, bagaimana? Akankah Anda menerapkan pola makanan organik mulai sekarang?

Kamis, 13 Januari 2011

10 'Hantu' Penyebab Stres

Sebagian besar dari kita pasti pernah mengalami yang namanya stres. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang stres, di antaranya masalah ekonomi, anak-anak, pekerjaan, hubungan ruwet, hingga kesehatan. Namun, ternyata ada hal-hal tersembunyi yang tanpa sadar juga sering membuat seseorang stres. Apa saja hal-hal itu?!

Dokter

Tujuan Anda pergi ke dokter adalah untuk berobat. Namun, ada banyak orang yang merasa stres justru saat mereka sedang mencari pengobatan. Cemas mendengar vonis penyakit, takut cabut gigi, atau takut disuntik, semua itu bisa menjadi penyebab stres.

Solusinya: Sibukkan diri saat Anda sedang antri di dokter. Ajak teman dan bicarakan hal-hal yang positif. Tanamkan pada pikiran Anda sendiri bahwa semuanya pasti baik-baik saja.

Hewan peliharaan

Percaya atau tidak, hewan peliharaan bisa membuat majikannya stres. Anjing yang menggonggong saat kita asyik terlelap atau kucing yang menghancurkan perabot rumah dengan tingkah agresifnya bisa membuat pemiliknya merasa tertekan.

Solusinya: Pergilah ke dokter hewan untuk mencari tahu penyebab dan solusi bila peliharaan Anda mulai 'merepotkan'.

Kamar tidur

Tempat satu ini seharusnya menjadi lokasi paling nyaman dari seluruh ruangan yang ada di rumah Anda. Namun, jika selama ini kamar tidur Anda jauh dari standar ideal, misalnya berantakan, bocor, terlalu sempit, dan lain-lain, maka jelas bahwa hal itu akan mempengaruhi perasaan nyaman yang Anda miliki saat berada di dalamnya.

Solusinya: Ada baiknya Anda mengusahakan suasana kamar tidur yang terbaik bagi Anda. Keluarkan barang-barang yang tak perlu ada di dalamnya agar space lebih luas. Rapikan barang-barang. Dan, segera perbaiki atap yang bocor.

Alarm

Alarm yang berbunyi nyaring bisa membuat Anda kaget dan terpaksa bangun saat tubuh belum siap untuk bangun. Hal ini bisa mengagetkan tubuh yang awalnya berada dalam kondisi tenang menjadi panik.

Solusinya: Ada baiknya Anda memilih alarm yang memiliki bunyi lebih ringan. Namun, jika Anda tidur cukup, maka sebenarnya Anda tak butuh alarm kan?!

Situs sosial

Siapa sangka situs sosial bisa membuat Anda stres?! Tentu saja bisa, apalagi bila Anda membaca komentar-komentar yang tak sedap atau status teman yang menyulut rasa iri dalam hati.

Solusinya: Bukalah facebook untuk hal urgen semata, misalnya menghubungi teman lama atau mengirim pesan, bukan untuk mencari gosip terhangat. Jika Anda ingin membaca komentar-komentar yang ada, maka persiapkan hati dan pikiran dengan baik.

Kunci

Lupa menaruh kunci mungkin merupakan 'penyakit' yang pernah dialami oleh hampir semua orang. Bukan hanya kunci, namun juga dompet dan handphone, kehilangan 3 barang penting ini bisa membuat jantung Anda berdetak kencang karena panik.

Solusinya: Belilah gantungan kunci yang bisa melingkar di leher atau diikatkan pada sabuk. Cara lain adalah selalu letakkan semua benda esensial itu di tempat yang sama, lebih baik di dekat pintu masuk, sehingga memudahkan Anda menemukannya saat perlu.

Komputer

Sebuah studi yang sempat diulas di WomansDay memaparkan bahwa bekerja di depan komputer meningkatkan risiko stres lebih tinggi daripada mereka-mereka yang tidak menghadap komputer. Mengapa?! Sebab saat seseorang fokus pada layar canggih tersebut, tanpa sadar nafas, gerakan tangan, dan bahu jadi kaku. Perhatian bisa jadi tersedot dengan apa yang ada di depan mata, sehingga tanpa sadar tubuh jadi tegang.

Solusinya: Jauhi komputer sesekali, misalnya dengan pergi ke kamar mandi, mengambil air minum, atau berdiri sejenak untuk sekedar stretching.

Cahaya kamar mandi

Salah satu spot favorit wanita adalah kamar mandi. Ada banyak hal yang bisa dilakukan wanita dalam ruangan tersebut, mulai dari berendam hingga sibuk memenceti jerawat. Karena kebanyakan wanita membutuhkan cermin dan cahaya yang terang untuk menyoroti tiap detail bagian tubuhnya, maka tak heran bila pencahayaan kurang, seorang wanita bisa stres.

Solusinya: Pasanglah lampu yang terang untuk kamar mandi atau kamar rias sehingga Anda bisa cukup jelas mengamati pori-pori kulit mana yang makin membesar itu.

Gosip selebriti

Kapan gosip selebriti berubah menjadi bumerang tak sehat bagi kita?! Saat kita mulai membanding-bandingkan diri dengan mereka. "Si A yang sudah menikah, kok aku belum. Si B berhasil turun 15 kilo dalam 3 bulan, aku malah naik 3 kilo 15 hari ini".

Solusinya: Jauhi gosip tersebut, atau jika Anda masih ingin mengetahuinya, ada baiknya Anda selalu menjaga hati dan mengingatkan diri untuk menerima diri sendiri dan tidak membanding-bandingkan keadaan dengan orang lain.

Senin, 10 Januari 2011

Seberapa Cemas Anda Tentang Pikiran Orang Lain?!

Kaum wanita cenderung diidentikkan dengan kecemasan atau rasa khawatir yang berlebihan. Ibu-ibu khawatir tentang keadaan anak, para istri khawatir tentang suami mereka, nenek-nenek mengkhawatirkan cucunya, dan masih panjang mungkin daftar kekhawatiran yang lain.

Salah satu pikiran yang mungkin sering juga mengganggu kaum wanita adalah apa yang orang lain pikir tentang diri atau keluarga mereka. Apakah Anda juga pernah mengalami hal seperti ini?!

Khawatir dengan apa yang mungkin dipikirkan tetangga tentang mengapa anak perempuan Anda didatangi cowok yang bergantian tiap malam (padahal memang karena putri Anda cantik, makanya banyak yang naksir). Khawatir tentang pikiran mertua tentang cara Anda mendidik anak, dan mungkin berbagai macam wabah kekhawatiran lainnya.

Kekhawatiran itu bila tidak diatasi maka akan menyebabkan seorang ibu atau istri menjadi paranoid dan hidup di bawah tekanan 'takut apa kata orang'. Hal tersebut bisa membuat seorang ibu jadi lebih mementingkan pendapat orang lain daripada apa yang sedang dialami oleh keluarganya.

Kekhawatiran itu bisa menjadi seorang ibu menekan anaknya untuk selalu memakai topeng 'semua baik-baik saja'. Kekhawatiran itu bisa menghentikan seorang ibu mendidik anaknya dengan cara yang menurutnya benar. Padahal apa kata orang belum tentu baik. Malahan jika kita terus hidup dalam pemikiran yang mengutamakan apa kata orang, maka kita akan bingung sendiri, sebab tetangga yang satu mungkin bilang A, yang lain bilang B.

Jadi jangan korbankan keluarga dan anak-anak, suami, atau diri sendiri, demi apa kata orang. Hal ini hanya akan membuat Anda merasa lelah dan kebingungan. Lelah karena Anda tak mungkin dapat memenuhi 'tuntutan' tiap-tiap orang, yang pastinya bermacam-macam. Kebingungan karena Anda jadi tak tahu mana yang harus Anda dengar dan turuti.

Dengarkan hati Anda sendiri! Jalanilah gaya hidup keluarga Anda sendiri! Biarkan anak-anak dan suami menjadi diri mereka sendiri! Milikilah keputusan keluarga Anda sendiri! Selama Anda melakukan hal yang benar, maka jangan takut dengan apa yang mungkin dipikirkan orang lain tentang Anda, karena mungkin mereka tidak pernah berpikir macam-macam tentang keluarga Anda.

Jumat, 07 Januari 2011

Pengertian = Lem Keluarga

Masing-masing anggota keluarga dapat hidup dengan rukun dan damai jika ada pengertian satu sama lain. Pengertian bahwa tiap anggota yang ada berbeda satu dengan lainnya. Pengertian bahwa anak tak bisa memenuhi semua tuntutan orang tua dan suami juga tidak harus memenuhi semua tuntutan istri. Pengertian bahwa tiap pribadi memiliki standarnya sendiri-sendiri, misal tentang keindahan, kerapian, kebersihan, lezatnya makanan, dinginnya cuaca, lucunya sebuah film komedi, bagusnya sehelai gaun, maupun hal lainnya.

Sungguh indah bila semua anggota bisa saling mengerti satu dengan lainnya. Namun, terkadang hal itu jauh dari kenyataan yang ada. Bisa jadi saat ini kita hidup dalam situasi keluarga di mana suami tak peduli dengan kemauan anak, dan si bungsu tidak mau mengalah dengan kakak sulungnya. Jika begini, maka apa yang bisa Anda lakukan sebagai istri maupun ibu dalam keluarga?!

Untuk mengajarkan sesuatu maka terlebih dulu kita harus menguasai bahannya. Jika kita ingin keluarga kita bertumbuh dalam besarnya pengertian akan satu dengan lainnya, maka kita harus menjadi teladannya terlebih dulu. Jadilah istri yang mengerti suami! Jadilah ibu yang mengerti anak! Dengan memberikan teladan, maka Anda baru bisa menggugah orang lain untuk mengerti satu sama lain.

Pengertian lahir dari sikap menghargai. Jadi, selalu ajarkan dan dorong suami dan anak-anak untuk mengembangkan sikap menghargai satu sama lain. Selalu ingatkan diri sendiri dan orang lain bahwa kita ini berbeda. Dengan demikian, kita tidak akan menjadi orang yang suka memaksakan kehendak pada orang lain.

Jika dalam sebuah keluarga sudah ada rasa pengertian yang diharapkan, maka lahirlah yang namanya sikap saling mengalah dan mendahulukan kepentingan orang lain. Betapa indahnya keluarga yang masing-masing anggotanya memiliki kebiasaan demikian. Dan, semua itu tidak perlu menunggu orang lain yang memulainya. Anda bisa mulai menanamkan bibit itu dari sekarang, mulailah dari diri Anda sendiri, dan biarkan bibit itu berbuah sehingga bisa dinikmati oleh anggota keluarga yang lain. Anda bisa!

Selasa, 04 Januari 2011

Cuma Bicara Atau Bertindak Juga Ya

Ada banyak jenis karakter orang di dunia ini. Namun, dari semua karakter yang berbeda itu, pada dasarnya, manusia bisa dibedakan menjadi tiga golongan. Golongan pertama yang menang bicara, golongan kedua adalah yang menang aksi, sedangkan golongan ketiga adalah yang menang dalam keduanya. Lalu, termasuk golongan yang manakah Anda?

Semua orang pasti ingin dicap sebagai orang yang menang dalam berbicara dan beraksi, namun sayang tak semuanya mendapat karunia itu. Hal itu harus dipelajari dan dilatih terus menerus hingga menelurkan kebiasaan yang kemudian membentuk karakter dalam diri.

Apalagi bagi kaum wanita yang sering dicap sebagai 'radio'. Tanpa sadar, kita kerapkali mengatakan hal-hal yang tak ingin dikatakan, yang tak boleh dikatakan, hingga yang tak pantas dikatakan.

Kita kerap kurang bisa mengontrol mulut kita, apalagi bila hati ini sedang bergejolak. Kita ingin melampiaskan semua yang di hati, lalu kemudian bila semua unek-unek sudah keluar, maka yang tertinggal hanyalah luka, penyesalan, dan malu, akibat tak bisa mengontrol diri.

Jika Anda merasa diri bahwa Anda adalah orang yang 'menang bicara', maka kini saatnya untuk belajar diam dan hanya mengatakan hal yang seperlunya. Apakah itu mudah? Mudah tidaknya hal itu tergantung dari tekad Anda, apakah Anda mau?

Kita semua tahu bahwa tak ada seorangpun yang betah berlama-lama dengan si 'tong kosong nyaring bunyinya'. Mungkin pada mulanya semua orang akan mengagumi janji dan kata muluk-muluk yang diucapkan, namun mereka pun akan bergegas lari menjauh tatkala mendapati bahwa itu hanyalah sebuah kata tanpa aksi. Juga tak ada orang yang betah dengan karakter plin-plan, maupun lain di bibir lain di hati.

Jadi, mari kita sama-sama belajar. Jika tak dapat memenuhi sebuah janji, maka cegah mulut untuk berjanji. Jika tak mau melakukan sesuatu, maka jangan bilang bahwa Anda mau. Jika tak ingin pergi, maka jangan katakan bahwa Anda ingin pergi. Jangan mengatakan sesuatu yang Anda sendiri tak yakin bermaksud untuk itu, itulah kuncinya.

Sementara jika sedang panas hati, maka ada baiknya kita berdiam diri hingga pikiran kembali dingin. Agar tak ada penyesalan akibat kata-kata yang salah di kemudian hari. Berapa banyak hubungan jadi amburadul hanya karena luapan emosi sesaat yang kemudian disesali. Hmm...sayang sekali!

Sementara untuk karakter golongan ketiga, yaitu yang menang bicara dan menang aksi memang mengagumkan. Aksinya mengikuti kata-katanya. Jarang ada orang begini. Namun, sebenarnya yang paling membuat orang terkesan adalah seseorang yang beraksi tanpa banyak bicara.

Seseorang dengan karakter demikian boleh dibilang sebagai orang yang memiliki rasa aman tingkat tinggi. Sebab dia merasa bahwa dirinya tidak perlu membuktikan pada orang lain tentang keberadaannya dengan kata-kata, cukup dengan aksi. Benarlah, apa yang dikatakan oleh Lord Herbert, bahwa "The shortest answer is doing", yang artinya jawaban paling singkat adalah dengan melakukan.

Sabtu, 01 Januari 2011

Hidup Ini Sia-Sia?!

Hidup hanya sekali dan setelah itu kita mati. Tak seorang pun yang tahu pasti apa yang akan kita hadapi setelah kita mati. Ada yang bilang kita akan bereinkarnasi, namun ada yang percaya bahwa kita dinanti oleh kekekalan, alias surga atau neraka.

Tak peduli apa yang menjadi kepercayaan Anda saat ini, namun satu yang pasti, yaitu bahwa kita semua memiliki pilihan bagaimana kita mau menjalani hidup yang ada sekarang ini.

Berapa banyak waktu yang Anda pakai untuk bekerja? Berapa banyak waktu terbuang percuma untuk bermalas-malasan? Berapa banyak waktu yang Anda luangkan untuk keluarga? Berapa banyak waktu yang terbuang untuk hal-hal yang tak berguna? Berapa banyak waktu yang Anda sediakan untuk mengamati tumbuh-kembang si kecil?

Pernahkah Anda merenungkan semua itu? Jika belum, ambillah waktu saat ini untuk merenungkan kualitas hidup Anda sekarang.

Ingatlah, bahwa yang penting bukanlah lamanya Anda hidup, melainkan apakah hidup Anda sudah memberi arti bagi orang lain, terlebih bagi diri Anda sendiri dan keluarga.

Mulailah memiliki hidup yang seimbang. Mulailah memilah-milah waktu atau jadwal hidup Anda. Milikilah waktu untuk memanjakan diri Anda sendiri, miliki waktu bersama orang-orang terkasih. Miliki waktu untuk bekerja dan juga beristirahat. Luangkan waktu untuk teman lama atau mertua yang ingin bertemu dengan Anda. Berliburlah sesekali!

Jika saat ini Anda menghabiskan waktu terlalu banyak untuk bekerja sampai Anda melupakan keluarga, maka kini saatnya untuk berubah. Sewalah asisten, kurangi loaded job Anda, tolaklah beberapa tawaran, atau bahkan bila perlu, gantilah pekerjaan.

Lakukan usaha terbaik untuk meningkatkan kualitas hidup Anda. Jangan terjebak dalam arus rutinitas yang mengikat dan menjemukan! Selain itu, ingatlah juga bahwa hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dengan hal-hal negatif seperti menyimpan kemarahan, dendam, kekhawatiran, luka batin, kekecewaan, dan lain sebagainya.

Pandai-pandailah menjalani hari demi hari Anda. Jangan pernah menunda apa yang harus Anda lakukan saat ini, karena siapa tahu tak ada lagi hari esok. Pilihan ada di tangan Anda!