Tren makanan organik kini memang makin berkibar saja, terutama bagi mereka yang betul-betul peduli terhadap kesehatan. Nah, bagaimana dengan Anda sendiri? Sudahkah Anda menanamkan asupan gizi lewat makanan organik bagi keluarga tercinta? Tidak hanya sehat, mengkonsumsi makanan organik juga mampu meningkatkan kekebalan tubuh secara maksimal.
Seperti yang diungkapkan dr. Samuel Oetoro, SpGK yang juga merupakan pengurus Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI). Ia mengatakan bahwa mengkonsumsi makanan organik secara otomatis akan meningkatkan kekebalan tubuh manusia, karena makanan tersebut bebas dari zat kimia serta mengurangi resiko tubuh terkena dampak radikal bebas yang biasanya berasal dari bahan-bahan kimia.
Dengan demikian, sudah dapat dipastikan makanan organik pun bermanfaat bagi yang mengkonsumsinya. Agar hasil makanan organik lebih maksimal, ada baiknya mengasup makanan tersebut sejak dini. Apalagi jika mulai dikonsumsi sejak masa kanak-kanak.
Maklum saja, masa pertumbuhan atau Golden Age memungkinkan anak-anak menyerap khasiat makanan organik untuk mempertebal imunitasnya sehingga pertumbuhannya pun menjadi lebih sempurna.
Menurut Ahli Gizi dari Semanggi Specialist Clinic ini, salah satu alasan positif memberikan makanan organik adalah karena jenis makanan organik benar-benar alami, sehingga komposisinya sama dengan tubuh kita yang terbuat dari sel-sel alami. Nah, dengan demikian alangkah baiknya jika makanan organik diberikan sejak masa anak-anak. Konsumsi makanan organik juga akan memacu hormon pertumbuhan secara optimal.
Sayangnya, hingga saat ini pola makan makanan organik memang belum banyak diterapkan di kehidupan masyarakat. Menurut dokter yang ikut menjadi pengurus Working Group in Metabolism and Clinical Nutrition Indonesia ini, hal itu dikarenakan masih belum banyak informasi yang mampu menjelaskan tentang apa saja varian makanan organik yang bisa dikonsumsi anak-anak.
Belum lagi jika mengingat harganya yang masih relatif mahal karena proses pembuatannya yang membutuhkan perlakuan khusus.
Mengingat harga makanan organik yang masih cukup tinggi, dr. Samuel Oetoro, SpGK Mix mengungkapkan bahwa ada baiknya mengkonsumsi makanan organik dengan makanan non organik. Toh, hal itu sah-sah saja, tidak menimbulkan efek samping.
Kandungan gizi yang dikandung kurang lebih sama, namun bedanya makanan organik bisa lebih optimal serta menjamin bebas zat-zat kimia yang mampu mengakibatkan masuknya radikal bebas ke dalam tubuh. Nah, bagaimana? Akankah Anda menerapkan pola makanan organik mulai sekarang?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan komentar yang membangun aja yee....GBU