Setiap orang ternyata berpotensi untuk menjadi 'penjara' bagi dirinya sendiri. Kapan hal itu terjadi? Saat kita mulai tidak jujur terhadap diri sendiri dan orang lain.
Saat seseorang menyangkal apa yang ia rasakan, maka saat itulah ia mulai memenjarakan dirinya sendiri. Kita cenderung begitu mudah mengekspresikan rasa senang dan gembira, namun saat menghadapi beberapa emosi tertentu seperti penyesalan, kemarahan, rasa suka pada orang lain, benci, kecewa, atau lainnya, maka ada kalanya kita menjadi orang yang begitu sulit untuk mengungkapkannya.
Jangankan mengungkapkan, kita malah cenderung meniadakan emosi-emosi itu, menganggapnya sebagai kesalahan atau dosa, lalu kemudian berusaha keras untuk menyangkal, bahkan melenyapkannya dari hati kita. Kita mulai tidak jujur, bahkan enggan mengakui bahwa emosi-emosi itu ada dalam hati kita.
Lalu, pertanyaannya sekarang, dapatkah emosi-emosi itu dipendam? Jawabnya, bisa. Namun, tidak untuk selamanya. Suatu saat emosi yang tidak diakui keberadaannya itu akan meledak keluar. Karena apa yang timbul dari hati akan meluap keluar juga.
Jika berbicara tentang emosi, maka sebenarnya tidak ada kata benar atau salah. Sebab, emosi itu tetap timbul, tetap ada, dan begitu nyata. Entah mau diterima ataupun berusaha disembunyikan tetapi tetap saja emosi itu dirasakan.
Lalu, mengapa orang takut mengakui emosi itu? Ada banyak alasan yang menjadi jawabannya, namun semua alasan itu hanya bersumber pada satu perasaan, yaitu takut atau merasa tidak aman.
"Kalau aku merasa begini, orang bisa menjauhiku..."
"Kalau dia tahu aku suka padanya, nanti dia bisa marah dan menjauh dariku, tidak mau bicara lagi denganku..."
"Kalau aku bilang unek-unekku padanya, lalu dia menyangkal dan membela diri, maka aku akan lebih sakit lagi...."
"Kalau ia tahu aku menyesal, maka ia bisa besar kepala nanti....."
Masih banyak sederet alasan lain, dan kita bisa mencium bahwa satu-satunya alasan inti mengapa seseorang tidak berani jujur (baik terhadap diri sendiri dan orang lain) adalah karena mereka takut. Takut ditolak, takut dihakimi, takut diremehkan, takut ditinggalkan, takut dipermalukan, dan lain-lain.
Namun, ternyata ketakutan itu tidak membawa kita pada kebaikan, karena kita menjadi orang yang munafik. Tidak berani menjadi diri sendiri, sehingga akhirnya kita terpenjara dalam topeng kepalsuan.
Jika sudah demikian, maka hidup ini hanya akan menjadi sebuah siksaan belaka. Sebab, apakah dapat dikatakan sebagai kebebasan jika seseorang hidup dalam bayang-bayang sakit hati, penyesalan, atau perasaan yang terpendam?!
Hanya orang yang berani menghadapi kenyataan, menghadapi diri sendiri, dan merdeka, yang akan merasa bebas dan bahagia.
Pilihan itu ada dalam tangan setiap kita. Maukah kita jujur dan menerima kehidupan yang bebas atau sebaliknya, kita memakai topeng kepalsuan dan tersiksa selamanya?! It's your choice.
Selasa, 30 November 2010
Sabtu, 27 November 2010
Minder? No waaay.....
No one can make you feel inferior without your consent. (Eleanor Roosevelt)
Inspirasi tidak hanya dapat diperoleh pada saat seseorang sedang jaya saja. Namun justru lebih banyak orang belajar dan mendapatkan sesuatu yang baru dan berharga dari masa-masa terkelam di hidupnya.
Salah satunya dari pengalaman salah mengenal dan memperlakukan diri sendiri. Hal ini terjadi akibat terciptanya citra diri yang salah, yang biasanya menimbulkan 2 reaksi yang berbeda yaitu minder atau sombong. Kali ini kita hanya akan membahas tentang minder saja.
Minder atau rasa rendah diri merupakan suatu duri yang bisa menghalangi seorang istri untuk mencapai potensi tertingginya. Aslinya cantik, namun karena minder, sehingga membuatnya merasa tidak cantik, dan hasilnya aura yang terpancar pun menunjukkan kecantikan yang terbunuh. Mestinya bisa berpenampilan ayu, namun karena minder, akhirnya merasa bahwa tampil cantik pun bakal sia-sia, sehingga akhirnya yang dikenakan sehari-hari hanyalah daster butut.
Banyak faktor yang membuat rasa minder itu muncul, bisa jadi dari pengalaman pahit yang dialami saat masa kecil dulu, olokan dari orang-orang sekitar, namun deretan alasan tersebut hanya bersumber dari satu hal saja yaitu adanya rasa tidak berharga.
Rasa tidak berharga ini kemudian mempengaruhi kepribadian dan pembawaan diri seseorang dalam berkeluarga dan bermasyarakat.
Minder ini sebenarnya sama jahatnya dengan sombong (merasa diri penting), karena keduanya memiliki makna yang sama, yaitu salah mengenal diri sendiri.
Berikut ada beberapa ciri di mana seseorang itu dikatakan minder. Apakah ada di antaranya yang menjadi bagian dari kepribadian Anda saat ini?
Inspirasi tidak hanya dapat diperoleh pada saat seseorang sedang jaya saja. Namun justru lebih banyak orang belajar dan mendapatkan sesuatu yang baru dan berharga dari masa-masa terkelam di hidupnya.
Salah satunya dari pengalaman salah mengenal dan memperlakukan diri sendiri. Hal ini terjadi akibat terciptanya citra diri yang salah, yang biasanya menimbulkan 2 reaksi yang berbeda yaitu minder atau sombong. Kali ini kita hanya akan membahas tentang minder saja.
Minder atau rasa rendah diri merupakan suatu duri yang bisa menghalangi seorang istri untuk mencapai potensi tertingginya. Aslinya cantik, namun karena minder, sehingga membuatnya merasa tidak cantik, dan hasilnya aura yang terpancar pun menunjukkan kecantikan yang terbunuh. Mestinya bisa berpenampilan ayu, namun karena minder, akhirnya merasa bahwa tampil cantik pun bakal sia-sia, sehingga akhirnya yang dikenakan sehari-hari hanyalah daster butut.
Banyak faktor yang membuat rasa minder itu muncul, bisa jadi dari pengalaman pahit yang dialami saat masa kecil dulu, olokan dari orang-orang sekitar, namun deretan alasan tersebut hanya bersumber dari satu hal saja yaitu adanya rasa tidak berharga.
Rasa tidak berharga ini kemudian mempengaruhi kepribadian dan pembawaan diri seseorang dalam berkeluarga dan bermasyarakat.
Minder ini sebenarnya sama jahatnya dengan sombong (merasa diri penting), karena keduanya memiliki makna yang sama, yaitu salah mengenal diri sendiri.
Berikut ada beberapa ciri di mana seseorang itu dikatakan minder. Apakah ada di antaranya yang menjadi bagian dari kepribadian Anda saat ini?
- Menempel terus pada orang lain, mungkin pasangan atau anak, karena takut ditinggalkan. Sayangnya, biasanya orang tersebut justru akan benar-benar mengalami apa yang ditakutkan, yaitu ditinggalkan. Siapa juga yang bisa tahan dengan orang yang hobinya nempel dan merepotkan terus?
- Selalu mencari orang lain atau mengandalkan pasangan untuk memperhatikan, untuk peduli terhadap apa yang dialami dan dirasakan, dan yang dapat memenuhi kebutuhannya.
- Sering merasa tak berdaya dan tak mampu membuat keputusan tanpa campur tangan suami. Istri macam ini sangat tergantung pada suami dan tak bisa berdiri di atas kaki sendiri untuk merasa bahagia.
- Berpikir bahwa dirinya tidak layak untuk dicintai, diperhatikan, dan dihargai oleh orang lain, dan juga percaya bahwa tak peduli seberapa besar usaha yang dilakukan, dirinya tetap tidak layak untuk itu. Hal ini menyebabkan timbulnya rasa suka mengasihani diri.
- Membiarkan pihak lain, misalnya ibu mertua, memimpin dan selalu berusaha menyenangkan orang lain agar tidak ditolak. Selalu mengutamakan kepentingan orang lain, bisa jadi karena merasa bersalah, minder, takut, sehingga mengorbankan diri sendiri.
- Terlalu memaksakan diri untuk selalu menjadi dan melakukan yang terbaik. Padahal sikap macam ini justru malah bisa membuat diri menderita, karena tidak bisa menjadi diri sendiri.
- Tidak mudah percaya pada kebaikan orang lain, karena menganggap bahwa bila orang lain bersikap baik maka itu karena ada maksud tersembunyi.
- Berpikir bahwa dirinya tidak mudah bergaul dan tidak bakal cocok dengan kelompok manapun. Ini bisa karena minder, namun bisa juga karena sombong.
- Percaya bahwa dirinya tidak akan pernah menjadi istri yang baik.
- Percaya bahwa dirinya tak sepintar orang-orang/ istri-istri lain.
- Kurang mendisiplin diri dan ingin menyerah saat mengalami kegagalan.
- Selalu mengalah untuk menghindari konflik.
- Mementingkan pendapat dan dukungan orang lain dan sering kali tampil wow hanya untuk mendapatkan perhatian.
- Lebih fokus pada hal buruk yang terjadi dalam hidup (kekecewaan, salah langkah, dan momen-momen memalukan) sehingga memungkinkannya hidup dalam ketakutan yang menyebabkan diri melakukan kesalahan-kesalahan lain yang bisa menimbulkan masalah baru seperti kehancuran finansial, misalnya.
- Takut untuk menunjukkan emosi atau memulai pembicaraan, mungkin dengan keluarga suami misalnya.
- Percaya bahwa kesalahan kecil sekalipun harus mendapat hukuman. Biasanya orang ini menuntut diri dan orang lain terlalu tinggi, sukar memaafkan kesalahan, sukar berempati baik pada diri maupun orang lain.
- Mungkin masih ada banyak lagi ciri-ciri lainnya. Lalu, bagaimana untuk menghadapi rasa minder itu? Ingat saja satu hal, bahwa Anda sama berharganya dengan orang lain. Jadi, para wanita, entah Anda sebagai anak atau istri, jangan pernah takut untuk menunjukkan diri Anda yang sebenarnya.
Jumat, 26 November 2010
Love Story - Taylor Swift
We were both young, when I first saw you.
I close my eyes and the flashback starts-
I'm standing there, on a balcony in summer air.
I see the lights; see the party, the ball gowns.
I see you make your way through the crowd-
You say hello, little did I know...
That you were Romeo, you were throwing pebbles-
And my daddy said "stay away from Juliet"-
And I was crying on the staircase-
begging you, "Please don't go..."
And I said...
Romeo take me somewhere, we can be alone.
I'll be waiting; all there's left to do is run.
You'll be the prince and I'll be the princess,
It's a love story, baby, just say yes.
So I sneak out to the garden to see you.
We keep quiet, because we're dead if they knew-
So close your eyes... escape this town for a little while.
Oh, Oh.
Cause you were Romeo - I was a scarlet letter,
And my daddy said "stay away from Juliet" -
but you were everything to me-
I was begging you, "Please don't go"
And I said...
Romeo take me somewhere, we can be alone.
I'll be waiting; all there's left to do is run.
You'll be the prince and I'll be the princess.
It's a love story, baby, just say yes-
Romeo save me, they're trying to tell me how to feel.
This love is difficult, but it's real.
Don't be afraid, we'll make it out of this mess.
It's a love story, baby, just say yes.
Oh, Oh.
I got tired of waiting.
Wondering if you were ever coming around.
My faith in you was fading-
When I met you on the outskirts of town.
And I said...
Romeo save me, I've been feeling so alone.
I keep waiting, for you but you never come.
Is this in my head, I don't know what to think-
He knelt to the ground and pulled out a ring and said...
Marry me Juliet, you'll never have to be alone.
I love you, and that's all I really know.
I talked to your dad -- go pick out a white dress
It's a love story, baby just say... yes.
Oh, Oh, Oh, Oh, Oh.
'cause we were both young when I first saw you
I close my eyes and the flashback starts-
I'm standing there, on a balcony in summer air.
I see the lights; see the party, the ball gowns.
I see you make your way through the crowd-
You say hello, little did I know...
That you were Romeo, you were throwing pebbles-
And my daddy said "stay away from Juliet"-
And I was crying on the staircase-
begging you, "Please don't go..."
And I said...
Romeo take me somewhere, we can be alone.
I'll be waiting; all there's left to do is run.
You'll be the prince and I'll be the princess,
It's a love story, baby, just say yes.
So I sneak out to the garden to see you.
We keep quiet, because we're dead if they knew-
So close your eyes... escape this town for a little while.
Oh, Oh.
Cause you were Romeo - I was a scarlet letter,
And my daddy said "stay away from Juliet" -
but you were everything to me-
I was begging you, "Please don't go"
And I said...
Romeo take me somewhere, we can be alone.
I'll be waiting; all there's left to do is run.
You'll be the prince and I'll be the princess.
It's a love story, baby, just say yes-
Romeo save me, they're trying to tell me how to feel.
This love is difficult, but it's real.
Don't be afraid, we'll make it out of this mess.
It's a love story, baby, just say yes.
Oh, Oh.
I got tired of waiting.
Wondering if you were ever coming around.
My faith in you was fading-
When I met you on the outskirts of town.
And I said...
Romeo save me, I've been feeling so alone.
I keep waiting, for you but you never come.
Is this in my head, I don't know what to think-
He knelt to the ground and pulled out a ring and said...
Marry me Juliet, you'll never have to be alone.
I love you, and that's all I really know.
I talked to your dad -- go pick out a white dress
It's a love story, baby just say... yes.
Oh, Oh, Oh, Oh, Oh.
'cause we were both young when I first saw you
Rabu, 24 November 2010
Anda Tiada Duanya
Pernahkah Anda mengalami kekhawatiran yang tak beralasan?! Anda takut tidak lagi dicintai oleh keluarga atau suami Anda, padahal mereka selalu meyakinkan Anda bahwa tidak ada istri, anak, ibu, atau saudara yang seperti Anda.
Perlu kita ketahui bahwa karena keunikan kita, maka setiap dari kita memang tidak tergantikan. Ada hal-hal tertentu yang tidak dapat dilakukan orang lain, namun kitalah yang dapat menyelesaikannya, demikian juga sebaliknya.
Ibarat tubuh kita, mata tak dapat menggantikan peran telinga, hidung tak dapat menggantikan peran mulut, demikian seterusnya. Masing-masing organ itu dibutuhkan, penting, dan tak tergantikan.
Jadi hargailah diri Anda sendiri! Jangan pernah membandingkan kecantikan, kesuksesan, karir, atau kekayaan Anda dengan orang lain.
Yang harus Anda soroti adalah gawang hidup Anda, tujuan hidup Anda. Akan jadi apa Anda kelak? Posisi dan panggilan apa yang Anda miliki? Setelah Anda menemukannya, jalanilah semaksimal mungkin sampai akhir hayat Anda.
Mungkin panggilan Anda hanyalah sebagai seorang istri yang menolong suami meraih sukses, atau sebagai guru, seniman, perawat, atau apa pun....Semua itu penting dan dibutuhkan.
Yang menentukan kualitas hidup bukan berapa lama kita itu hidup, namun dengan apa kita mengisi hidup kita. Bukan juga pencapaian kesuksesan di semua bidang, namun apakah kita tetap tekun mengerjakan apa yang harus kita kerjakan.
Ingat saja, posisi Anda tak tergantikan! Raihlah itu.........
Perlu kita ketahui bahwa karena keunikan kita, maka setiap dari kita memang tidak tergantikan. Ada hal-hal tertentu yang tidak dapat dilakukan orang lain, namun kitalah yang dapat menyelesaikannya, demikian juga sebaliknya.
Ibarat tubuh kita, mata tak dapat menggantikan peran telinga, hidung tak dapat menggantikan peran mulut, demikian seterusnya. Masing-masing organ itu dibutuhkan, penting, dan tak tergantikan.
Jadi hargailah diri Anda sendiri! Jangan pernah membandingkan kecantikan, kesuksesan, karir, atau kekayaan Anda dengan orang lain.
Yang harus Anda soroti adalah gawang hidup Anda, tujuan hidup Anda. Akan jadi apa Anda kelak? Posisi dan panggilan apa yang Anda miliki? Setelah Anda menemukannya, jalanilah semaksimal mungkin sampai akhir hayat Anda.
Mungkin panggilan Anda hanyalah sebagai seorang istri yang menolong suami meraih sukses, atau sebagai guru, seniman, perawat, atau apa pun....Semua itu penting dan dibutuhkan.
Yang menentukan kualitas hidup bukan berapa lama kita itu hidup, namun dengan apa kita mengisi hidup kita. Bukan juga pencapaian kesuksesan di semua bidang, namun apakah kita tetap tekun mengerjakan apa yang harus kita kerjakan.
Ingat saja, posisi Anda tak tergantikan! Raihlah itu.........
Minggu, 21 November 2010
Que sera sera
Whatever will be will be...The future's not ours to see
Pernahkah Anda mengalami hal ini?! Anda ingin tahu tentang sesuatu hal. Anda mencari informasi ke sana kemari, bertanya sana sini, namun tak ada seorang pun yang bisa memberikan jawaban memuaskan? Anda berakhir dengan rasa penasaran yang mulai menggerogoti pikiran dan tubuh....
Sementara itu, saat Anda berhenti mencari, justru tiba-tiba informasi itu muncul begitu saja.
Ada apa ini? Mengapa saat kita mencari, kita justru sering mengalami jalan buntu? Lalu, saat kita memutuskan untuk berhenti dan melepaskan keingintahuan itu, malah hal itu datang sendiri dan 'memberitahu' kita.
Jawabannya adalah karena kita memiliki kecenderungan untuk mengetahui segala hal sebelum waktunya.
Kita dilahirkan dengan rasa ingin tahu yang besar. Namun, sayang 'daya tampung' kita terbatas untuk menampung segalanya sekaligus.
Mari ambil contoh seorang anak kecil. Anak kecil suka bertanya, bahkan terkadang mereka memiliki pertanyaan yang membuat orang tuanya kelimpungan saat menjawab.
Apabila anak Anda yang baru berumur 6 tahun bertanya bagaimana seorang ibu bisa hamil, maka apakah Anda akan menjelaskan prosesnya? Oh, tentu tidak!
Sebab, meski Anda menjelaskannya pun, mereka tidak mempunyai kemampuan untuk mengerti hal itu. Belum waktunya bagi mereka untuk tahu tentang hal tersebut.
Prinsip yang sama berlaku bagi kita semua bahwa pengertian dan pengetahuan akan bertambah seiring berjalannya waktu.
Apa yang mungkin tak Anda mengerti/ tahu sekarang, Anda akan mengerti hal itu kelak. Jadi, jangan putus asa bila saat ini Anda belum menemukan apa yang Anda cari. Anda akan menemukan bila waktunya tiba. Anda akan tahu bila pikiran Anda sudah siap untuk tahu.
Oleh karena itu, kita perlu belajar mengendalikan diri agar tidak terbunuh oleh rasa penasaran yang membabi buta. Caranya mudah, hanya dengan mengingat bahwa semua ada waktunya.
Seorang anak akan tahu bagaimana rasanya menjadi remaja jika ia sudah menginjak usia remaja. Seorang wanita akan tahu bagaimana harus menjadi istri yang baik jika ia sudah berkeluarga. Demikian juga dengan kita semua, kita akan tahu bila waktunya tiba.
Pernahkah Anda mengalami hal ini?! Anda ingin tahu tentang sesuatu hal. Anda mencari informasi ke sana kemari, bertanya sana sini, namun tak ada seorang pun yang bisa memberikan jawaban memuaskan? Anda berakhir dengan rasa penasaran yang mulai menggerogoti pikiran dan tubuh....
Sementara itu, saat Anda berhenti mencari, justru tiba-tiba informasi itu muncul begitu saja.
Ada apa ini? Mengapa saat kita mencari, kita justru sering mengalami jalan buntu? Lalu, saat kita memutuskan untuk berhenti dan melepaskan keingintahuan itu, malah hal itu datang sendiri dan 'memberitahu' kita.
Jawabannya adalah karena kita memiliki kecenderungan untuk mengetahui segala hal sebelum waktunya.
Kita dilahirkan dengan rasa ingin tahu yang besar. Namun, sayang 'daya tampung' kita terbatas untuk menampung segalanya sekaligus.
Mari ambil contoh seorang anak kecil. Anak kecil suka bertanya, bahkan terkadang mereka memiliki pertanyaan yang membuat orang tuanya kelimpungan saat menjawab.
Apabila anak Anda yang baru berumur 6 tahun bertanya bagaimana seorang ibu bisa hamil, maka apakah Anda akan menjelaskan prosesnya? Oh, tentu tidak!
Sebab, meski Anda menjelaskannya pun, mereka tidak mempunyai kemampuan untuk mengerti hal itu. Belum waktunya bagi mereka untuk tahu tentang hal tersebut.
Prinsip yang sama berlaku bagi kita semua bahwa pengertian dan pengetahuan akan bertambah seiring berjalannya waktu.
Apa yang mungkin tak Anda mengerti/ tahu sekarang, Anda akan mengerti hal itu kelak. Jadi, jangan putus asa bila saat ini Anda belum menemukan apa yang Anda cari. Anda akan menemukan bila waktunya tiba. Anda akan tahu bila pikiran Anda sudah siap untuk tahu.
Oleh karena itu, kita perlu belajar mengendalikan diri agar tidak terbunuh oleh rasa penasaran yang membabi buta. Caranya mudah, hanya dengan mengingat bahwa semua ada waktunya.
Seorang anak akan tahu bagaimana rasanya menjadi remaja jika ia sudah menginjak usia remaja. Seorang wanita akan tahu bagaimana harus menjadi istri yang baik jika ia sudah berkeluarga. Demikian juga dengan kita semua, kita akan tahu bila waktunya tiba.
Jumat, 19 November 2010
Jika Suami Tidak Bekerja
Tanggung jawab menafkahi keluarga ada di pundak suami. Namun, dalam perjalanan kehidupan pernikahan, bisa jadi muncul banyak hal yang menyebabkan suami tidak bekerja. Jika tidak diselesaikan dengan bijak, maka masalah ini bisa menimbulkan beragam persoalan baru dalam rumah tangga. Berikut ada beberapa kondisi yang mungkin menyebabkan seorang suami jadi pengangguran berikut solusinya.
Karena pekerjaan tidak sesuai
Suami tidak mau bekerja karena belum memperoleh pekerjaan yang diidamkannya. Dalam kasus ini bisa saja ia dulunya bekerja namun kemudian kehilangan pekerjaannya. Ia menolak untuk melakukan pekerjaan lainnya sebab ia merasa tidak cocok.
Dalam kasus seperti ini, istri sebaiknya turut membantu suami mencarikan pekerjaan, dengan catatan suami pun tidak berhenti mencari pekerjaan. Secara berkala sampaikanlah kepada suami kondisi keuangan keluarga supaya ia menyadari bahwa kebutuhan tetap mengejar.
Pada akhirnya istri dapat mendorong suami untuk mengambil pekerjaan lain sebagai pekerjaan sementara. Bila istri sendiri mempunyai penghasilan yang cukup, ini bisa memperlama sang suami untuk mengambil pekerjaan lain sebab kondisi keuangan tidak lagi mendesak.
Karena terlalu muluk-muluk
Ada yang tidak mau bekerja sampai menemukan pekerjaan yang diimpikannya. Masalahnya adalah ia tidak pernah bekerja. Jika ini yang terjadi, istri dapat mengajaknya menjalani konseling karier agar suami bisa melihat rumpun pekerjaan, bukan satuan pekerjaannya saja.
Dengan kata lain, lewat konseling karier, suami berkesempatan melihat bahwa sesungguhnya ada pekerjaan lain yang dapat dikerjakannya sekaligus menjadi wadah aktualisasi dirinya. Sudah tentu di sini dituntut kesediaan suami untuk bersikap fleksibel. [break]
Kecewa
Ada suami yang enggan bekerja karena merasa kecewa atau sakit hati dengan pekerjaannya. Mungkin ia diberhentikan dengan cara yang tidak adil atau pernah diperlakukan dengan buruk. Berilah waktu kepadanya untuk pulih namun setelah itu ingatkanlah bahwa kebutuhan rumah tangga mesti dipenuhi. Istri dapat menawarkan diri untuk bekerja membantu suami namun mintalah agar suami tetap mengambil pekerjaan yang ada.
Benturan karakter
Ada suami yang ogah bekerja karena sukar berelasi dengan orang. Masalahnya mungkin ia tidak termasuk tipe pekerja mandiri sehingga menuntut kesediaannya untuk bekerja dengan orang lain.
Dengan lembut namun jelas, istri mesti menyadarkan suami akan kelemahannya agar suami tidak menyalahkan orang terus. Mungkin istri bisa memberi solusi praktis yang berkaitan dengan kerja sama. Yang terpenting adalah, saat suami bekerja, istri harus sering-sering mengajaknya bicara tentang situasi dalam pekerjaan supaya bila ada masalah yang timbul, istri dapat dengan segera memberi nasihat praktis.
Malas
Ada suami yang tidak mau bekerja karena ia memang seorang pemalas. Ia mau hidup enak tanpa mengeluarkan keringat dan merasa tidak bersalah untuk memanfaatkan istri.
Ini adalah kasus yang berat sebab pada akhirnya demi kepentingan keluarga, istri harus memikul beban supaya kebutuhan tercukupi. Dalam kasus seperti ini pembicaraan dengan suami hampir selalu percuma.
Jadi, daripada bertengkar, lebih baik diamkan, jangan diungkit-ungkit. Sudah tentu relasi suami-istri cenderung memburuk, namun inilah konsekuensi yang mesti dipikul.
Sebab orang yang malas selalu mempunyai alasan mengapa ia tidak bekerja. Jarang sekali ia mau mengaku bahwa sesungguhnya ia tidak mau bekerja bukannya tidak dapat bekerja. Memang sulit berhubungan dengan si pemalas. Namun, pada akhirnya ia akan menanggung akibatnya. Dalam hal ini, Anda disarankan untuk mengutamakan kebutuhan primer keluarga lebih dulu, baru kebutuhan anak-anak dan Anda, dibanding kebutuhan sekunder suami.
Karena pekerjaan tidak sesuai
Suami tidak mau bekerja karena belum memperoleh pekerjaan yang diidamkannya. Dalam kasus ini bisa saja ia dulunya bekerja namun kemudian kehilangan pekerjaannya. Ia menolak untuk melakukan pekerjaan lainnya sebab ia merasa tidak cocok.
Dalam kasus seperti ini, istri sebaiknya turut membantu suami mencarikan pekerjaan, dengan catatan suami pun tidak berhenti mencari pekerjaan. Secara berkala sampaikanlah kepada suami kondisi keuangan keluarga supaya ia menyadari bahwa kebutuhan tetap mengejar.
Pada akhirnya istri dapat mendorong suami untuk mengambil pekerjaan lain sebagai pekerjaan sementara. Bila istri sendiri mempunyai penghasilan yang cukup, ini bisa memperlama sang suami untuk mengambil pekerjaan lain sebab kondisi keuangan tidak lagi mendesak.
Karena terlalu muluk-muluk
Ada yang tidak mau bekerja sampai menemukan pekerjaan yang diimpikannya. Masalahnya adalah ia tidak pernah bekerja. Jika ini yang terjadi, istri dapat mengajaknya menjalani konseling karier agar suami bisa melihat rumpun pekerjaan, bukan satuan pekerjaannya saja.
Dengan kata lain, lewat konseling karier, suami berkesempatan melihat bahwa sesungguhnya ada pekerjaan lain yang dapat dikerjakannya sekaligus menjadi wadah aktualisasi dirinya. Sudah tentu di sini dituntut kesediaan suami untuk bersikap fleksibel. [break]
Kecewa
Ada suami yang enggan bekerja karena merasa kecewa atau sakit hati dengan pekerjaannya. Mungkin ia diberhentikan dengan cara yang tidak adil atau pernah diperlakukan dengan buruk. Berilah waktu kepadanya untuk pulih namun setelah itu ingatkanlah bahwa kebutuhan rumah tangga mesti dipenuhi. Istri dapat menawarkan diri untuk bekerja membantu suami namun mintalah agar suami tetap mengambil pekerjaan yang ada.
Benturan karakter
Ada suami yang ogah bekerja karena sukar berelasi dengan orang. Masalahnya mungkin ia tidak termasuk tipe pekerja mandiri sehingga menuntut kesediaannya untuk bekerja dengan orang lain.
Dengan lembut namun jelas, istri mesti menyadarkan suami akan kelemahannya agar suami tidak menyalahkan orang terus. Mungkin istri bisa memberi solusi praktis yang berkaitan dengan kerja sama. Yang terpenting adalah, saat suami bekerja, istri harus sering-sering mengajaknya bicara tentang situasi dalam pekerjaan supaya bila ada masalah yang timbul, istri dapat dengan segera memberi nasihat praktis.
Malas
Ada suami yang tidak mau bekerja karena ia memang seorang pemalas. Ia mau hidup enak tanpa mengeluarkan keringat dan merasa tidak bersalah untuk memanfaatkan istri.
Ini adalah kasus yang berat sebab pada akhirnya demi kepentingan keluarga, istri harus memikul beban supaya kebutuhan tercukupi. Dalam kasus seperti ini pembicaraan dengan suami hampir selalu percuma.
Jadi, daripada bertengkar, lebih baik diamkan, jangan diungkit-ungkit. Sudah tentu relasi suami-istri cenderung memburuk, namun inilah konsekuensi yang mesti dipikul.
Sebab orang yang malas selalu mempunyai alasan mengapa ia tidak bekerja. Jarang sekali ia mau mengaku bahwa sesungguhnya ia tidak mau bekerja bukannya tidak dapat bekerja. Memang sulit berhubungan dengan si pemalas. Namun, pada akhirnya ia akan menanggung akibatnya. Dalam hal ini, Anda disarankan untuk mengutamakan kebutuhan primer keluarga lebih dulu, baru kebutuhan anak-anak dan Anda, dibanding kebutuhan sekunder suami.
Label:
pekerjaan,
pengangguran,
PHK,
suami
Selasa, 16 November 2010
Penyebab Buah Hati Anda Terluka
Kadang harus diakui, kita para dewasa seringkali lupa bahwa anak-anak yang ada di sekitar kita adalah pribadi-pribadi yang juga dapat berpikir, merasa, dan terluka. Bukan karena mereka masih kecil, maka mereka memiliki pengertian yang terbatas tentang rasa sakit/ senang. Namun, sama seperti orang dewasa, anak-anak pun juga memiliki masalah sendiri.
Dalam program konselingnya dengan anak-anak dari seluruh penjuru dunia, Dr. Gary Smalley (pakar hubungan sekaligus penulis buku-buku terkenal) mengumpulkan data tentang hal-hal yang dilakukan orang tua, yang dapat melukai hati anak-anak. Berikut ringkasan jawaban anak-anak yang dikumpulkan oleh Gary.
Jika Anda sebagai orang tua ingin agar Anak Anda menjadi anak yang baik, maka berilah teladan yang baik pula bagi mereka, karena gaya hidup Anda berbicara lebih kuat dari pada kata-kata Anda.
Dalam program konselingnya dengan anak-anak dari seluruh penjuru dunia, Dr. Gary Smalley (pakar hubungan sekaligus penulis buku-buku terkenal) mengumpulkan data tentang hal-hal yang dilakukan orang tua, yang dapat melukai hati anak-anak. Berikut ringkasan jawaban anak-anak yang dikumpulkan oleh Gary.
- Kurangnya perhatian terhadap hal-hal yang kusukai.
- Tidak menepati janji.
- Mengkritik dengan tidak adil.
- Membiarkan saudaraku/ orang lain merendahkanku.
- Salah paham dengan maksudku.
- Bicara sembarangan.
- Menghukum sembarangan.
- Berkata bahwa pendapatku tidak penting.
- Selalu bersikap bahwa orang tua tidak pernah salah.
- Tidak bisa menerima kelemahan/ kekuranganku.
- Tidak peka saat aku butuh dukungan.
- Jarang bilang "Aku sayang padamu", memeluk atau menyentuh, kurang pernyataan kasih.
- Tidak punya waktu untukku.
- Kasar.
- Egois.
- Tidak pernah bilang "Terima kasih."
- Tidak konsisten.
- Tidak menghargai bahwa aku punya cara yang berbeda dalam melakukan sesuatu.
- Suka mengomel.
- Berlagak seperti bos.
- Mengabaikanku.
- Tidak menganggapku sebagai pribadi yang unik dan berharga bagi mereka.
- Tidak menghargaiku.
- Terlalu sibuk sehingga tidak punya cukup waktu untukku.
- Menganggap kebutuhanku tidak penting, tapi hobi merekalah yang lebih penting.
- Mengungkit kesalahan masa lalu.
- Suka menyindir dan membandingkan dengan anak lain.
- Jarang memuji, hanya suka mengkritik.
- Mendisiplin dengan kemarahan, bukan atas dasar kasih.
- Tidak menjelaskan alasan mengapa aku dihukum.
- Menyalahgunakan posisi sebagai orang tua.
- Berbicara dengan nada tinggi.
- Berkata 'tidak' tanpa alasan yang jelas.
- Menertawakan kesenangan dan impianku.
- Menghukumku untuk sesuatu yang tidak aku perbuat.
- Ogah mendengarkanku dengan sungguh-sungguh.
- Mempermalukanku di depan umum.
- Memperlakukanku seperti kanak-kanak.
- Tidak menghargai semua jerih lelahku, walau aku telah berusaha semaksimal mungkin.
- Melarangku berbuat sesuatu, padahal mereka sendiri juga melakukannya.
- Menyaksikan ayahku merendahkan ibuku di depan umum.
- Menyaksikan ayah dan ibu bertengkar dan saling menyakiti satu sama lain.
- Tidak percaya padaku.
- Menertawakan kekurangan fisik yang kumiliki.
- Membuatku merasa gagal.
Jika Anda sebagai orang tua ingin agar Anak Anda menjadi anak yang baik, maka berilah teladan yang baik pula bagi mereka, karena gaya hidup Anda berbicara lebih kuat dari pada kata-kata Anda.
Sabtu, 13 November 2010
Anda Punya Waktu?
Anda memiliki karir sukses, harta bergelimang, suami tampan, maupun anak-anak yang cerdas?! Kalau begitu, maka kehidupan Anda boleh dikata sukses. Namun, ada satu hal penting yang tak boleh dilupakan, yaitu bagaimana meluangkan waktu untuk menikmati semua kesuksesan itu.
Banyak dari kita terkadang kurang mampu membagi waktu untuk keluarga, karir, maupun diri sendiri. Ternyata menurut Margaret Bonnano, dan kami yakin bahwa Anda pun juga setuju, kekayaan yang sebenarnya itu lebih dari sekedar uang.
Anda boleh saja memiliki jabatan yang tinggi, uang yang banyak, dan segala hal yang melimpah, namun semua itu sia-sia jika Anda tak memiliki waktu untuk orang lain.
Anak-anak dan suami Anda membutuhkan Anda juga. Perhatian, keberadaan, dan kasih sayang dari Anda. Jadi, luangkan waktu untuk mereka agar kelak Anda tak kesepian.
Bahkan, saat Anda hanyut dalam kesibukan di kantor, Anda pun perlu juga untuk meluangkan waktu bersosialisasi dengan sesama. Mungkin seorang rekan kantor yang perlu bantuan, atau pegawai baru yang ingin menanyakan sesuatu dengan Anda. Luangkan waktu agar Anda tak dikenal sebagai orang yang egois.
Bahkan untuk Anda sendiri, sudahkah hari ini Anda meluangkan waktu untuk diri sendiri? Merenung, memanjakan diri, atau berolah raga. Luangkan waktu untuk diri sendiri agar Anda tidak merasa kosong.
Jika hidup yang Anda jalani seimbang, maka tak hanya kekayaan, namun juga kebahagiaan yang bakal Anda nikmati dari sehari ke sehari.
Sudahkah Anda meluangkan waktu hari ini?!
Banyak dari kita terkadang kurang mampu membagi waktu untuk keluarga, karir, maupun diri sendiri. Ternyata menurut Margaret Bonnano, dan kami yakin bahwa Anda pun juga setuju, kekayaan yang sebenarnya itu lebih dari sekedar uang.
Anda boleh saja memiliki jabatan yang tinggi, uang yang banyak, dan segala hal yang melimpah, namun semua itu sia-sia jika Anda tak memiliki waktu untuk orang lain.
Anak-anak dan suami Anda membutuhkan Anda juga. Perhatian, keberadaan, dan kasih sayang dari Anda. Jadi, luangkan waktu untuk mereka agar kelak Anda tak kesepian.
Bahkan, saat Anda hanyut dalam kesibukan di kantor, Anda pun perlu juga untuk meluangkan waktu bersosialisasi dengan sesama. Mungkin seorang rekan kantor yang perlu bantuan, atau pegawai baru yang ingin menanyakan sesuatu dengan Anda. Luangkan waktu agar Anda tak dikenal sebagai orang yang egois.
Bahkan untuk Anda sendiri, sudahkah hari ini Anda meluangkan waktu untuk diri sendiri? Merenung, memanjakan diri, atau berolah raga. Luangkan waktu untuk diri sendiri agar Anda tidak merasa kosong.
Jika hidup yang Anda jalani seimbang, maka tak hanya kekayaan, namun juga kebahagiaan yang bakal Anda nikmati dari sehari ke sehari.
Sudahkah Anda meluangkan waktu hari ini?!
Selasa, 09 November 2010
Apa Yang Anda Tularkan Pada Pasangan?
Ternyata bukan hanya penyakit saja yang bisa menular, namun luapan isi hati seseorang juga bisa menular. Ungkapan isi hati tersebut bisa meluap melalui ekspresi dan juga kata-kata.
Entah disadari atau tidak, ekspresi yang kita tunjukkan ternyata bisa mempengaruhi dan menular pada orang lain. Tidak percaya?
Coba saja duduk dekat dengan suami atau anak Anda yang sedang tertawa atau menangis, maka hati Anda sedikit banyak akan ikut terbawa. Anda bisa jadi ingin ikut tertawa atau menangis, lepas dari apakah Anda tahu penyebabnya atau tidak.
Selain lewat ekspresi, kita juga bisa mempengaruhi dan menulari seseorang dengan kata-kata kita. Lalu, pertanyaannya sekarang, apakah yang kerap kita tularkan pada orang lain?
Coba diam dan renungkan sejenak kata-kata dan ekspresi macam apa yang Anda tularkan pada orang lain, khususnya keluarga Anda sepanjang hari ini?
Apakah ekspresi yang membangun atau malah justru meruntuhkan orang lain? Apakah kata-kata yang menyemangati, menghibur orang lain ataukah kata-kata yang justru membuat orang lain jadi down? Apakah hanya tangis atau cuma tertawa dan senyum yang kerap mewarnai hari-hari Anda?
Ekspresi yang keluar itu adalah perwujudan dari isi hati Anda. Jika hati Anda penuh dengan rasa iri dan dengki, maka yang keluar tentunya adalah hal-hal yang busuk. Demikian juga sebaliknya, jika hati Anda dipenuhi dengan rasa syukur dan kepuasan, maka yang bakal ditelurkan adalah hal-hal yang baik.
Ajaibnya, kata-kata yang kita ucapkan, maupun ekspresi yang keluar dari suasana hati kita itu akan kembali 'menyerang' diri kita lagi, setelah kita menularkannya pada orang lain.
Misalnya saja, jika kita menyemangati pasangan yang sedang putus asa akibat banyaknya beban kerja, maka tanpa sadar, kita sebenarnya sudah menyemangati diri kita sendiri.
Saat kita dengan berapi-api mengatakan pada pasangan, "Kamu bisa, sayang. Kamu pasti bisa. Semangat!", maka tanpa sadar, kita juga meyakinkan diri kita bahwa ia bisa.
Jadi, apa yang Anda tularkan pada orang lain, akan kembali pada Anda, seperti layaknya bumerang kembali pada pemiliknya. Jika demikian, maka Anda tentu tahu, ekspresi dan kata-kata macam apa yang seharusnya ditularkan pada orang lain. Anda bisa!
Entah disadari atau tidak, ekspresi yang kita tunjukkan ternyata bisa mempengaruhi dan menular pada orang lain. Tidak percaya?
Coba saja duduk dekat dengan suami atau anak Anda yang sedang tertawa atau menangis, maka hati Anda sedikit banyak akan ikut terbawa. Anda bisa jadi ingin ikut tertawa atau menangis, lepas dari apakah Anda tahu penyebabnya atau tidak.
Selain lewat ekspresi, kita juga bisa mempengaruhi dan menulari seseorang dengan kata-kata kita. Lalu, pertanyaannya sekarang, apakah yang kerap kita tularkan pada orang lain?
Coba diam dan renungkan sejenak kata-kata dan ekspresi macam apa yang Anda tularkan pada orang lain, khususnya keluarga Anda sepanjang hari ini?
Apakah ekspresi yang membangun atau malah justru meruntuhkan orang lain? Apakah kata-kata yang menyemangati, menghibur orang lain ataukah kata-kata yang justru membuat orang lain jadi down? Apakah hanya tangis atau cuma tertawa dan senyum yang kerap mewarnai hari-hari Anda?
Ekspresi yang keluar itu adalah perwujudan dari isi hati Anda. Jika hati Anda penuh dengan rasa iri dan dengki, maka yang keluar tentunya adalah hal-hal yang busuk. Demikian juga sebaliknya, jika hati Anda dipenuhi dengan rasa syukur dan kepuasan, maka yang bakal ditelurkan adalah hal-hal yang baik.
Ajaibnya, kata-kata yang kita ucapkan, maupun ekspresi yang keluar dari suasana hati kita itu akan kembali 'menyerang' diri kita lagi, setelah kita menularkannya pada orang lain.
Misalnya saja, jika kita menyemangati pasangan yang sedang putus asa akibat banyaknya beban kerja, maka tanpa sadar, kita sebenarnya sudah menyemangati diri kita sendiri.
Saat kita dengan berapi-api mengatakan pada pasangan, "Kamu bisa, sayang. Kamu pasti bisa. Semangat!", maka tanpa sadar, kita juga meyakinkan diri kita bahwa ia bisa.
Jadi, apa yang Anda tularkan pada orang lain, akan kembali pada Anda, seperti layaknya bumerang kembali pada pemiliknya. Jika demikian, maka Anda tentu tahu, ekspresi dan kata-kata macam apa yang seharusnya ditularkan pada orang lain. Anda bisa!
Sabtu, 06 November 2010
Khasiat Ketenangan
Stres datang dan Anda benar-benar merasakan kelelahan yang teramat sangat. Bete dan rasanya ingin marah terus sehingga orang sekitar jadi korban, hal itu merupakan dua hal yang umumnya terjadi jika stres menjadi tak terkendali lagi.
Bagaimana mendapatkan ketenangan dengan cara mudah, praktis, dan bahkan murah?!
Berendam dalam air hangat
Bila Anda ingin merasa lebih rileks maka Anda bisa meluangkan waktu untuk berendam dalam air hangat atau panas. Setelah tubuh Anda bersentuhan dengan suhu panas dari air, pembuluh darah akan melebar dan tekanan darah Anda akan menurun, bahkan kadang bisa merosot drastis. Oleh karena itu, sebaiknya jangan berendam lebih dari 15 menit.
Pijat Kaki
Bukan perawatan kuku cantik yang membuat pikiran Anda menjadi lebih tenang, namun kegiatan 'membelai' jari kaki itu sendiri. Memijat jari kaki terbukti mampu menurunkan tekanan darah seseorang dan mengurangi stres.
Tak perlu ke salon, kegiatan ini pun dapat Anda lakukan di rumah. Rendamlah kaki dalam air hangat yang sebelumnya telah dicampur dengan minyak esensial atau bunga-bungaan, lalu pijatlah kaki Anda secara bergantian.
Nikmatilah di mana saat ini Anda berada
Anda tak harus selalu pergi berlibur ke pantai, pegunungan, atau tempat-tempat liburan istimewa lainnya hanya untuk sekedar refreshing saja. Jika Anda tak memiliki banyak waktu libur, maka Anda pun bisa berlibur di tempat Anda berada sekarang.
Anda bisa 'berlibur' di taman belakang rumah, balkon di atap kantor, pinggir kolam renang, maupun jalanan kota. Kuncinya hanya satu, nikmati apa yang ada di tempat itu.
Bunga-bunga, kicau burung, deru air, bahkan suara bising kota. Pejamkan mata, hiruplah nafas dalam-dalam, dan nikmati semua yang ada di sekeliling Anda.
Menu Makanan Ajaib
Seorang koki dari Arizona's Miraval Spa, Cary Neff mengimbau Anda untuk memperbarui pemikiran tentang menu makanan yang sehat. "Pilihlah dengan hati-hati jenis makanan, siapkan dengan se-higienis mungkin, dan nikmati setiap suapnya," ujar Neff.
Neff juga memaparkan beberapa contoh menu makanan yang mampu meningkatkan semangat Anda, antara lain seperti Tomato Roasted Garlic Soup, Asparagus with Tarragon Aioli, Carrot Quinoa, Barley Risotto with Mushrooms and Tenderloin of Beef, Espresso Cake, dan Mango-Strawberry Griddle Cakes.
Sediakan Waktu Merenung
Merenung membutuhkan waktu, kesendirian, dan suasana yang bebas dari gangguan. Saat merenung, pastikan bahwa posisi badan Anda dalam keadaan rileks dan nyaman. Anda bebas untuk duduk atau berbaring telentang, santai saja.
Merenungkan apa yang telah terjadi sangat penting bagi Anda untuk belajar banyak dari pengalaman itu. Bila hal buruk yang telah terjadi, maka terimalah itu dan jangan sesali.
Ingatlah bahwa Anda masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Ingatlah bahwa selalu ada harapan. Ingatlah bahwa selalu ada jalan keluar dalam tiap masalah. Jangan terlalu keras pada diri sendiri!
Bila hal-hal indah yang terjadi, jangan lupa untuk mengucap syukur pada Tuhan dan tetaplah mengontrol diri agar Anda tidak lupa diri.
Anda akan lebih produktif dalam berpikir dan berkarya jika Anda selalu meluangkan waktu untuk merenung. Oleh sebab itu, sebaiknya setiap hari sediakan waktu untuk merenung agar beban hari ini tidak terbawa hingga besok.
Berteriak
Terkadang jika beban yang Anda tanggung terlampau berat, maka adakalanya Anda perlu berteriak untuk melepaskannya. Namun, tentu saja Anda tidak bisa berteriak sembarangan. Anda harus lihat situasi dan tempat juga.
Namun, jika tidak memungkinkan bagi Anda untuk berteriak, maka Anda bisa melampiaskannya dengan menyanyi atau karaoke, berolah raga tinju, atau aktivitas berat lainnya.
Seorang pelatih yoga asal New York, Carol Dickman, mengatakan saat Anda berteriak, Anda mengeluarkan CO2, dan tanpa sadar menghirup oksigen dalam-dalam dan sebanyak-banyaknya untuk mengimbangi pengeluaran CO2 tersebut.
Tulislah...
Buku harian merupakan sarana yang banyak dipakai oleh kebanyakan wanita untuk mengungkapkan ekspresinya hingga bagian yang paling rahasia sekalipun. Melalui proses menulis tersebut, Anda dibawa semakin mengenal diri sendiri dan dunia Anda. Menulis perasaan Anda bisa membuat Anda sembuh dan lebih terbuka dengan apa yang terjadi pada diri Anda.
Selamat tinggal stres!
Bagaimana mendapatkan ketenangan dengan cara mudah, praktis, dan bahkan murah?!
Berendam dalam air hangat
Bila Anda ingin merasa lebih rileks maka Anda bisa meluangkan waktu untuk berendam dalam air hangat atau panas. Setelah tubuh Anda bersentuhan dengan suhu panas dari air, pembuluh darah akan melebar dan tekanan darah Anda akan menurun, bahkan kadang bisa merosot drastis. Oleh karena itu, sebaiknya jangan berendam lebih dari 15 menit.
Pijat Kaki
Bukan perawatan kuku cantik yang membuat pikiran Anda menjadi lebih tenang, namun kegiatan 'membelai' jari kaki itu sendiri. Memijat jari kaki terbukti mampu menurunkan tekanan darah seseorang dan mengurangi stres.
Tak perlu ke salon, kegiatan ini pun dapat Anda lakukan di rumah. Rendamlah kaki dalam air hangat yang sebelumnya telah dicampur dengan minyak esensial atau bunga-bungaan, lalu pijatlah kaki Anda secara bergantian.
Nikmatilah di mana saat ini Anda berada
Anda tak harus selalu pergi berlibur ke pantai, pegunungan, atau tempat-tempat liburan istimewa lainnya hanya untuk sekedar refreshing saja. Jika Anda tak memiliki banyak waktu libur, maka Anda pun bisa berlibur di tempat Anda berada sekarang.
Anda bisa 'berlibur' di taman belakang rumah, balkon di atap kantor, pinggir kolam renang, maupun jalanan kota. Kuncinya hanya satu, nikmati apa yang ada di tempat itu.
Bunga-bunga, kicau burung, deru air, bahkan suara bising kota. Pejamkan mata, hiruplah nafas dalam-dalam, dan nikmati semua yang ada di sekeliling Anda.
Menu Makanan Ajaib
Seorang koki dari Arizona's Miraval Spa, Cary Neff mengimbau Anda untuk memperbarui pemikiran tentang menu makanan yang sehat. "Pilihlah dengan hati-hati jenis makanan, siapkan dengan se-higienis mungkin, dan nikmati setiap suapnya," ujar Neff.
Neff juga memaparkan beberapa contoh menu makanan yang mampu meningkatkan semangat Anda, antara lain seperti Tomato Roasted Garlic Soup, Asparagus with Tarragon Aioli, Carrot Quinoa, Barley Risotto with Mushrooms and Tenderloin of Beef, Espresso Cake, dan Mango-Strawberry Griddle Cakes.
Sediakan Waktu Merenung
Merenung membutuhkan waktu, kesendirian, dan suasana yang bebas dari gangguan. Saat merenung, pastikan bahwa posisi badan Anda dalam keadaan rileks dan nyaman. Anda bebas untuk duduk atau berbaring telentang, santai saja.
Merenungkan apa yang telah terjadi sangat penting bagi Anda untuk belajar banyak dari pengalaman itu. Bila hal buruk yang telah terjadi, maka terimalah itu dan jangan sesali.
Ingatlah bahwa Anda masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Ingatlah bahwa selalu ada harapan. Ingatlah bahwa selalu ada jalan keluar dalam tiap masalah. Jangan terlalu keras pada diri sendiri!
Bila hal-hal indah yang terjadi, jangan lupa untuk mengucap syukur pada Tuhan dan tetaplah mengontrol diri agar Anda tidak lupa diri.
Anda akan lebih produktif dalam berpikir dan berkarya jika Anda selalu meluangkan waktu untuk merenung. Oleh sebab itu, sebaiknya setiap hari sediakan waktu untuk merenung agar beban hari ini tidak terbawa hingga besok.
Berteriak
Terkadang jika beban yang Anda tanggung terlampau berat, maka adakalanya Anda perlu berteriak untuk melepaskannya. Namun, tentu saja Anda tidak bisa berteriak sembarangan. Anda harus lihat situasi dan tempat juga.
Namun, jika tidak memungkinkan bagi Anda untuk berteriak, maka Anda bisa melampiaskannya dengan menyanyi atau karaoke, berolah raga tinju, atau aktivitas berat lainnya.
Seorang pelatih yoga asal New York, Carol Dickman, mengatakan saat Anda berteriak, Anda mengeluarkan CO2, dan tanpa sadar menghirup oksigen dalam-dalam dan sebanyak-banyaknya untuk mengimbangi pengeluaran CO2 tersebut.
Tulislah...
Buku harian merupakan sarana yang banyak dipakai oleh kebanyakan wanita untuk mengungkapkan ekspresinya hingga bagian yang paling rahasia sekalipun. Melalui proses menulis tersebut, Anda dibawa semakin mengenal diri sendiri dan dunia Anda. Menulis perasaan Anda bisa membuat Anda sembuh dan lebih terbuka dengan apa yang terjadi pada diri Anda.
Selamat tinggal stres!
Kamis, 04 November 2010
Marah Dongkrak Semangat
Rupa-rupanya ada hubungan erat antara marah dengan hasrat untuk mendapatkan sesuatu...
Menginginkan sesuatu dengan rasa marah biasanya membuat seseorang menghauskannya dengan kadar lebih dalam lagi. Hal ini dikarenakan emosi marah itu mampu mengaktifkan area kiri otak yang berhubungan dengan ragam emosi positif. Dan, sama seperti efek emosi positif yang bisa memotivasi seseorang untuk berusaha keras dalam mencapai sesuatu, maka demikian pula dampak dari emosi marah, demikian ujar penelitian yang dipublikasikan Psychological Science.
Dalam studi yang dipimpin oleh Henk Aarts dari Utrecht University (Belanda), masing-masing partisipan diminta menonton layar komputer yang menampilkan ragam benda sederhana seperti cangkir atau pena. Sebelum tiap obyek tampil, secara sekilas komputer juga menayangkan gambar wajah dengan berbagai ekspresi seperti netral, marah, dan takut. Masing-masing ekspresi mendahului obyek yang berbeda.
Di akhir penelitian, para partisipan ditanya tentang benda yang paling mereka inginkan. Lalu mereka diminta untuk meremas handgrip komputer demi mendapatkan obyek yang diinginkan. Hasilnya, yang meremas paling keraslah yang mendapatkannya.
Tanpa sadar, para partisipan kedapatan melakukan usaha ekstra demi mendapatkan obyek yang didahului dengan penampakan ekspresi wajah marah. Mr Aarts mengatakan "hal ini masuk akal karena berkaitan dengan motivasi seseorang. Soal makanan misalnya, mereka yang dipenuhi amarah biasanya akan makan lebih banyak, sebab amarah membuat seseorang jadi lebih agresif."
Uniknya, para partisipan tersebut tak sadar bahwa pancingan ekspresi marah itulah yang menyebabkan mereka sangat berhasrat pada benda tersebut. Sebab saat ditanya, mereka hanya menjawab, "Karena saya menyukainya." Penemuan ini sekaligus menunjukkan betapa minimnya pengetahuan kita tentang motivasi hati kita sendiri.
Menginginkan sesuatu dengan rasa marah biasanya membuat seseorang menghauskannya dengan kadar lebih dalam lagi. Hal ini dikarenakan emosi marah itu mampu mengaktifkan area kiri otak yang berhubungan dengan ragam emosi positif. Dan, sama seperti efek emosi positif yang bisa memotivasi seseorang untuk berusaha keras dalam mencapai sesuatu, maka demikian pula dampak dari emosi marah, demikian ujar penelitian yang dipublikasikan Psychological Science.
Dalam studi yang dipimpin oleh Henk Aarts dari Utrecht University (Belanda), masing-masing partisipan diminta menonton layar komputer yang menampilkan ragam benda sederhana seperti cangkir atau pena. Sebelum tiap obyek tampil, secara sekilas komputer juga menayangkan gambar wajah dengan berbagai ekspresi seperti netral, marah, dan takut. Masing-masing ekspresi mendahului obyek yang berbeda.
Di akhir penelitian, para partisipan ditanya tentang benda yang paling mereka inginkan. Lalu mereka diminta untuk meremas handgrip komputer demi mendapatkan obyek yang diinginkan. Hasilnya, yang meremas paling keraslah yang mendapatkannya.
Tanpa sadar, para partisipan kedapatan melakukan usaha ekstra demi mendapatkan obyek yang didahului dengan penampakan ekspresi wajah marah. Mr Aarts mengatakan "hal ini masuk akal karena berkaitan dengan motivasi seseorang. Soal makanan misalnya, mereka yang dipenuhi amarah biasanya akan makan lebih banyak, sebab amarah membuat seseorang jadi lebih agresif."
Uniknya, para partisipan tersebut tak sadar bahwa pancingan ekspresi marah itulah yang menyebabkan mereka sangat berhasrat pada benda tersebut. Sebab saat ditanya, mereka hanya menjawab, "Karena saya menyukainya." Penemuan ini sekaligus menunjukkan betapa minimnya pengetahuan kita tentang motivasi hati kita sendiri.
Rabu, 03 November 2010
Beli Kebahagiaan Anda Dengan Uang
Orang bilang uang tak bisa membeli kebahagiaan. Namun, beberapa survei yang dilakukan di Amerika menemukan bahwa uang (sedikit banyak) ternyata bisa juga membeli rasa bahagia tersebut. Lalu, hal-hal apa sajakah yang kira-kira bisa dibeli dengan uang agar seseorang bisa lebih bahagia?
Berikan
Gallup Poll mengadakan survei kepada sekitar 100 ribu orang dari seluruh dunia, dan mereka menemukan adanya perasaan puas setelah memberi uang pada orang lain, perasaan yang tidak ditemukan jika menghabiskannya untuk diri sendiri.
Anda tidak perlu menjual perhiasan untuk melakukan teknik satu ini. Bahkan pemberian dengan jumlah kecil sekalipun bisa membuat Anda merasakan yang namanya kebahagiaan. Tak juga harus selalu dalam bentuk uang, Anda bisa membelikan tetangga yang memerlukan bantuan susu, misalnya. Coba saja! [break]
Bagikan
Anda pernah mendengar pernyataan "dua orang lebih baik dari seorang diri"? Hal ini sangat selaras dengan metode kebahagiaan yang satu ini. Dalam aktivitas sosial, Anda akan menemukan kebahagiaan.
Mana yang lebih enak, makan sendiri atau berdua? Nonton sendiri atau ramai-ramai? Pergi sendiri atau bersama teman? Meski kadang kita perlu juga untuk menyendiri, namun sensasi berbagi cerita, tawa, bahkan duka bisa membuat kita jauh lebih bahagia.
Hal ini dikarenakan manusia adalah makhluk sosial yang perlu berinteraksi dengan orang lain. Dan, untuk berinteraksi tersebut perlu adanya kegiatan yang mengorbankan uang, seperti acara makan, nonton, maupun travelling bersama. Anda harus keluar uang untuk semua itu, meski hanya untuk diri sendiri. Ingat, ada kebahagiaan dalam berinteraksi dengan orang lain.
Bepergian atau shopping?
Hasil survei yang didapati oleh Leaf Van Boven di University of Colorado menyebutkan bahwa efek bepergian ternyata lebih menyenangkan daripada berbelanja pakaian.
Keduanya memang sama-sama menghabiskan uang, namun ada perbedaan mendasar di antara keduanya. Membeli pakaian atau sepatu baru memang akan membuat orang bahagia, namun itu hanya sesaat. Berbeda dengan sensasi atau kenangan yang pernah dialami saat bepergian.
Sebab shopping hanya menyentuh kebutuhan fisik Anda saja, namun bepergian bisa menggoreskan kenangan manis hingga ke dalam jiwa.
Tantang diri Anda!
Selain bepergian, uang yang dihabiskan untuk melakukan kegiatan menantang juga bisa membuat seseorang bahagia. Manusia pada dasarnya membutuhkan tantangan baru untuk membuatnya selalu bergairah dan tidak terjebak dalam situasi monoton.
Oleh karena itu, Anda bisa meluangkan sedikit tabungan Anda untuk berekreasi bersama keluarga atau teman-teman. Cobalah sesuatu yang baru, dan biarkan tantangan itu menghidupkan jiwa Anda kembali.
Tebus diri dari penjara monoton
Bagaimana Anda menghindarkan diri dari jebakan kehidupan monoton sehari-hari? Sebut saja, bahwa sehari-hari Anda selalu naik mobil ke kantor. Mengapa tidak mencoba naik kendaraan lain agar Anda bisa merasakan suasana yang berbeda. Taksi, bus, ojek, angkutan umum, sepeda, atau motor, bisa menjadi alternatif pilihan.
Dan tentunya, ini perlu uang. Atau, Anda bisa juga mencoba rute lain, walau mungkin lebih jauh (bensin yang keluar mungkin lebih banyak), namun anggaplah perjalanan ke kantor merupakan sebuah perjalanan keliling kota sesaat.
Yang penting di sini adalah kesadaran bahwa dengan mengorbankan uang untuk orang lain, Anda tidak akan sepenuhnya rugi, sebab Anda akan mendapat gantinya, yaitu kebahagiaan. Jadi, memang benar ungkapan yang mengatakan bahwa memberi lebih berbahagia daripada menerima.
Berikan
Gallup Poll mengadakan survei kepada sekitar 100 ribu orang dari seluruh dunia, dan mereka menemukan adanya perasaan puas setelah memberi uang pada orang lain, perasaan yang tidak ditemukan jika menghabiskannya untuk diri sendiri.
Anda tidak perlu menjual perhiasan untuk melakukan teknik satu ini. Bahkan pemberian dengan jumlah kecil sekalipun bisa membuat Anda merasakan yang namanya kebahagiaan. Tak juga harus selalu dalam bentuk uang, Anda bisa membelikan tetangga yang memerlukan bantuan susu, misalnya. Coba saja! [break]
Bagikan
Anda pernah mendengar pernyataan "dua orang lebih baik dari seorang diri"? Hal ini sangat selaras dengan metode kebahagiaan yang satu ini. Dalam aktivitas sosial, Anda akan menemukan kebahagiaan.
Mana yang lebih enak, makan sendiri atau berdua? Nonton sendiri atau ramai-ramai? Pergi sendiri atau bersama teman? Meski kadang kita perlu juga untuk menyendiri, namun sensasi berbagi cerita, tawa, bahkan duka bisa membuat kita jauh lebih bahagia.
Hal ini dikarenakan manusia adalah makhluk sosial yang perlu berinteraksi dengan orang lain. Dan, untuk berinteraksi tersebut perlu adanya kegiatan yang mengorbankan uang, seperti acara makan, nonton, maupun travelling bersama. Anda harus keluar uang untuk semua itu, meski hanya untuk diri sendiri. Ingat, ada kebahagiaan dalam berinteraksi dengan orang lain.
Bepergian atau shopping?
Hasil survei yang didapati oleh Leaf Van Boven di University of Colorado menyebutkan bahwa efek bepergian ternyata lebih menyenangkan daripada berbelanja pakaian.
Keduanya memang sama-sama menghabiskan uang, namun ada perbedaan mendasar di antara keduanya. Membeli pakaian atau sepatu baru memang akan membuat orang bahagia, namun itu hanya sesaat. Berbeda dengan sensasi atau kenangan yang pernah dialami saat bepergian.
Sebab shopping hanya menyentuh kebutuhan fisik Anda saja, namun bepergian bisa menggoreskan kenangan manis hingga ke dalam jiwa.
Tantang diri Anda!
Selain bepergian, uang yang dihabiskan untuk melakukan kegiatan menantang juga bisa membuat seseorang bahagia. Manusia pada dasarnya membutuhkan tantangan baru untuk membuatnya selalu bergairah dan tidak terjebak dalam situasi monoton.
Oleh karena itu, Anda bisa meluangkan sedikit tabungan Anda untuk berekreasi bersama keluarga atau teman-teman. Cobalah sesuatu yang baru, dan biarkan tantangan itu menghidupkan jiwa Anda kembali.
Tebus diri dari penjara monoton
Bagaimana Anda menghindarkan diri dari jebakan kehidupan monoton sehari-hari? Sebut saja, bahwa sehari-hari Anda selalu naik mobil ke kantor. Mengapa tidak mencoba naik kendaraan lain agar Anda bisa merasakan suasana yang berbeda. Taksi, bus, ojek, angkutan umum, sepeda, atau motor, bisa menjadi alternatif pilihan.
Dan tentunya, ini perlu uang. Atau, Anda bisa juga mencoba rute lain, walau mungkin lebih jauh (bensin yang keluar mungkin lebih banyak), namun anggaplah perjalanan ke kantor merupakan sebuah perjalanan keliling kota sesaat.
Yang penting di sini adalah kesadaran bahwa dengan mengorbankan uang untuk orang lain, Anda tidak akan sepenuhnya rugi, sebab Anda akan mendapat gantinya, yaitu kebahagiaan. Jadi, memang benar ungkapan yang mengatakan bahwa memberi lebih berbahagia daripada menerima.
Selasa, 02 November 2010
Cara Mudah Membersihkan Microwave
Untuk membersihkan bermacam-macam noda yang mungkin menempel pada bagian dalam microwave, maka gunakan cara praktis berikut. Masukkan 2-3 tetes sabun cuci piring ke dalam secangkir air. Letakkan cangkir tahan panas tersebut ke dalam microwave. Nyalakan microwave pada suhu tinggi selama lebih kurang 2-4 menit atau hingga air dalam cangkir tampak agak mendidih.
Matikan microwave dan biarkan cangkir tetap berada di dalam selama lebih kurang 5 menit, atau hingga 15 menit untuk microwave yang benar-benar kotor. Buka pintunya, pindahkan cangkir dan buang isinya.
Ambil lap basah, dan basuh seluruh bagian microwave dengan menyeluruh hingga bersih. Jangan lupa bagian atas dan sudut-sudutnya. Lap dengan kain bersih. Jika masih ada kotoran yang 'terjebak', jangan gunakan alat yang bisa melukai/ menggores dinding microwave. Ulangi proses yang tersebut di atas hingga microwave benar-benar bersih sempurna.
Matikan microwave dan biarkan cangkir tetap berada di dalam selama lebih kurang 5 menit, atau hingga 15 menit untuk microwave yang benar-benar kotor. Buka pintunya, pindahkan cangkir dan buang isinya.
Ambil lap basah, dan basuh seluruh bagian microwave dengan menyeluruh hingga bersih. Jangan lupa bagian atas dan sudut-sudutnya. Lap dengan kain bersih. Jika masih ada kotoran yang 'terjebak', jangan gunakan alat yang bisa melukai/ menggores dinding microwave. Ulangi proses yang tersebut di atas hingga microwave benar-benar bersih sempurna.
Langganan:
Postingan (Atom)