Selasa, 16 November 2010

Penyebab Buah Hati Anda Terluka

Kadang harus diakui, kita para dewasa seringkali lupa bahwa anak-anak yang ada di sekitar kita adalah pribadi-pribadi yang juga dapat berpikir, merasa, dan terluka. Bukan karena mereka masih kecil, maka mereka memiliki pengertian yang terbatas tentang rasa sakit/ senang. Namun, sama seperti orang dewasa, anak-anak pun juga memiliki masalah sendiri.

Dalam program konselingnya dengan anak-anak dari seluruh penjuru dunia, Dr. Gary Smalley (pakar hubungan sekaligus penulis buku-buku terkenal) mengumpulkan data tentang hal-hal yang dilakukan orang tua, yang dapat melukai hati anak-anak. Berikut ringkasan jawaban anak-anak yang dikumpulkan oleh Gary.
  • Kurangnya perhatian terhadap hal-hal yang kusukai.
  • Tidak menepati janji.
  • Mengkritik dengan tidak adil.
  • Membiarkan saudaraku/ orang lain merendahkanku.
  • Salah paham dengan maksudku.
  • Bicara sembarangan.
  • Menghukum sembarangan.
  • Berkata bahwa pendapatku tidak penting.
  • Selalu bersikap bahwa orang tua tidak pernah salah.
  • Tidak bisa menerima kelemahan/ kekuranganku.
  • Tidak peka saat aku butuh dukungan.
  • Jarang bilang "Aku sayang padamu", memeluk atau menyentuh, kurang pernyataan kasih.
  • Tidak punya waktu untukku.
  • Kasar.
  • Egois.
  • Tidak pernah bilang "Terima kasih."
  • Tidak konsisten.
  • Tidak menghargai bahwa aku punya cara yang berbeda dalam melakukan sesuatu.
  • Suka mengomel.
  • Berlagak seperti bos.
  • Mengabaikanku.
  • Tidak menganggapku sebagai pribadi yang unik dan berharga bagi mereka.
  • Tidak menghargaiku.
  • Terlalu sibuk sehingga tidak punya cukup waktu untukku.
  • Menganggap kebutuhanku tidak penting, tapi hobi merekalah yang lebih penting.
  • Mengungkit kesalahan masa lalu.
  • Suka menyindir dan membandingkan dengan anak lain.
  • Jarang memuji, hanya suka mengkritik.
  • Mendisiplin dengan kemarahan, bukan atas dasar kasih.
  • Tidak menjelaskan alasan mengapa aku dihukum.
  • Menyalahgunakan posisi sebagai orang tua.
  • Berbicara dengan nada tinggi.
  • Berkata 'tidak' tanpa alasan yang jelas.
  • Menertawakan kesenangan dan impianku.
  • Menghukumku untuk sesuatu yang tidak aku perbuat.
  • Ogah mendengarkanku dengan sungguh-sungguh.
  • Mempermalukanku di depan umum.
  • Memperlakukanku seperti kanak-kanak.
  • Tidak menghargai semua jerih lelahku, walau aku telah berusaha semaksimal mungkin.
  • Melarangku berbuat sesuatu, padahal mereka sendiri juga melakukannya.
  • Menyaksikan ayahku merendahkan ibuku di depan umum.
  • Menyaksikan ayah dan ibu bertengkar dan saling menyakiti satu sama lain.
  • Tidak percaya padaku.
  • Menertawakan kekurangan fisik yang kumiliki.
  • Membuatku merasa gagal.


Jika Anda sebagai orang tua ingin agar Anak Anda menjadi anak yang baik, maka berilah teladan yang baik pula bagi mereka, karena gaya hidup Anda berbicara lebih kuat dari pada kata-kata Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar yang membangun aja yee....GBU