Jumat, 19 November 2010

Jika Suami Tidak Bekerja

Tanggung jawab menafkahi keluarga ada di pundak suami. Namun, dalam perjalanan kehidupan pernikahan, bisa jadi muncul banyak hal yang menyebabkan suami tidak bekerja. Jika tidak diselesaikan dengan bijak, maka masalah ini bisa menimbulkan beragam persoalan baru dalam rumah tangga. Berikut ada beberapa kondisi yang mungkin menyebabkan seorang suami jadi pengangguran berikut solusinya.

Karena pekerjaan tidak sesuai

Suami tidak mau bekerja karena belum memperoleh pekerjaan yang diidamkannya. Dalam kasus ini bisa saja ia dulunya bekerja namun kemudian kehilangan pekerjaannya. Ia menolak untuk melakukan pekerjaan lainnya sebab ia merasa tidak cocok.

Dalam kasus seperti ini, istri sebaiknya turut membantu suami mencarikan pekerjaan, dengan catatan suami pun tidak berhenti mencari pekerjaan. Secara berkala sampaikanlah kepada suami kondisi keuangan keluarga supaya ia menyadari bahwa kebutuhan tetap mengejar.

Pada akhirnya istri dapat mendorong suami untuk mengambil pekerjaan lain sebagai pekerjaan sementara. Bila istri sendiri mempunyai penghasilan yang cukup, ini bisa memperlama sang suami untuk mengambil pekerjaan lain sebab kondisi keuangan tidak lagi mendesak.

Karena terlalu muluk-muluk

Ada yang tidak mau bekerja sampai menemukan pekerjaan yang diimpikannya. Masalahnya adalah ia tidak pernah bekerja. Jika ini yang terjadi, istri dapat mengajaknya menjalani konseling karier agar suami bisa melihat rumpun pekerjaan, bukan satuan pekerjaannya saja.

Dengan kata lain, lewat konseling karier, suami berkesempatan melihat bahwa sesungguhnya ada pekerjaan lain yang dapat dikerjakannya sekaligus menjadi wadah aktualisasi dirinya. Sudah tentu di sini dituntut kesediaan suami untuk bersikap fleksibel. [break]

Kecewa

Ada suami yang enggan bekerja karena merasa kecewa atau sakit hati dengan pekerjaannya. Mungkin ia diberhentikan dengan cara yang tidak adil atau pernah diperlakukan dengan buruk. Berilah waktu kepadanya untuk pulih namun setelah itu ingatkanlah bahwa kebutuhan rumah tangga mesti dipenuhi. Istri dapat menawarkan diri untuk bekerja membantu suami namun mintalah agar suami tetap mengambil pekerjaan yang ada.

Benturan karakter

Ada suami yang ogah bekerja karena sukar berelasi dengan orang. Masalahnya mungkin ia tidak termasuk tipe pekerja mandiri sehingga menuntut kesediaannya untuk bekerja dengan orang lain.

Dengan lembut namun jelas, istri mesti menyadarkan suami akan kelemahannya agar suami tidak menyalahkan orang terus. Mungkin istri bisa memberi solusi praktis yang berkaitan dengan kerja sama. Yang terpenting adalah, saat suami bekerja, istri harus sering-sering mengajaknya bicara tentang situasi dalam pekerjaan supaya bila ada masalah yang timbul, istri dapat dengan segera memberi nasihat praktis.

Malas

Ada suami yang tidak mau bekerja karena ia memang seorang pemalas. Ia mau hidup enak tanpa mengeluarkan keringat dan merasa tidak bersalah untuk memanfaatkan istri.

Ini adalah kasus yang berat sebab pada akhirnya demi kepentingan keluarga, istri harus memikul beban supaya kebutuhan tercukupi. Dalam kasus seperti ini pembicaraan dengan suami hampir selalu percuma.

Jadi, daripada bertengkar, lebih baik diamkan, jangan diungkit-ungkit. Sudah tentu relasi suami-istri cenderung memburuk, namun inilah konsekuensi yang mesti dipikul.

Sebab orang yang malas selalu mempunyai alasan mengapa ia tidak bekerja. Jarang sekali ia mau mengaku bahwa sesungguhnya ia tidak mau bekerja bukannya tidak dapat bekerja. Memang sulit berhubungan dengan si pemalas. Namun, pada akhirnya ia akan menanggung akibatnya. Dalam hal ini, Anda disarankan untuk mengutamakan kebutuhan primer keluarga lebih dulu, baru kebutuhan anak-anak dan Anda, dibanding kebutuhan sekunder suami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar yang membangun aja yee....GBU