Minggu, 31 Oktober 2010

Iri Membusukkan Tulang

"Dia punya gelang cantik, aku tidak punya. Rumahnya juga bagus walau tidak terlalu besar. Hmm, belum lagi lesung pipitnya itu, membuatnya tampak makin manis saja. Pantas saja, dia bisa mendapat suami yang ganteng..."

Pernahkah Anda mendengar komentar semacam itu. Komentar yang diucapkan dengan nada lirih dari mulut seorang wanita saat bicara tentang wanita lainnya.

Bahkan mungkin, komentar sejenis pernah meluncur keluar dari bibir Anda. Hati-hati! Tanpa sadar, jika hal tersebut memang pernah ada, bahkan jika hanya dalam pikiran saja, maka itu berarti perasaan iri telah bersarang dalam diri Anda.

Perasaan iri akan mengajak Anda untuk menghitung apa saja yang dimiliki tetangga dan Anda bahkan boleh dibilang melupakan apa yang Anda miliki.

Iri membesarkan 'kekayaan' orang lain daripada milik Anda sendiri. Iri membuat Anda menyoroti apa yang dimiliki orang lain yang tak Anda miliki. Iri membuat Anda jatuh pada perasaan kasihan pada diri sendiri.

Iri merenggut sukacita dan kepuasan Anda terhadap keadaan Anda dan keluarga. Bahkan, ada yang mengklaim bahwa rasa iri mampu membusukkan tulang (simbol kekuatan) seseorang.

Setiap orang pasti pernah merasa iri dengan orang lain. Namun, tidak setiap orang menetap dalam rasa iri tersebut. Itulah yang membedakan orang yang mudah puas dengan orang yang tidak pernah puas.

Jika kita tahu bahwa rasa iri hanya menempatkan kita pada efek-efek yang merugikan, lalu mengapa kita tetap iri?

Lalu, bagaimana agar kita bisa segera melepaskan diri dari rasa iri? Gampang saja, tinggal ubah fokus kita.

Mulailah menghitung hal-hal positif yang kita miliki, dan mulailah mensyukurinya. Keluarga kita, suami kita, anak-anak kita, rumah, pekerjaan, dan sebagainya yang kita miliki. Jangan terus fokus pada hal-hal negatif atau kelemahan-kelemahan yang kita miliki.

Mungkin hidung kita tak semancung nyonya depan rumah, namun kita ternyata memiliki mata yang indah dan berbinar yang selalu dikagumi pasangan. Atau, setidaknya kita harus bersyukur karena dengan hidung 'pas-pasan' itu kita masih bisa menghirup udara dengan bebas.

Di samping berfokus pada apa yang kita miliki, kita juga harus melihat 'ke bawah' daripada ke atas. Maksudnya, pandanglah orang-orang yang memiliki keterbatasan, misal orang-orang kurang mampu, cacat, yatim, dan lain-lain.

Tanpa bermaksud merendahkan mereka, kita bisa belajar bersyukur atas apa yang kita miliki jika kita memandang pada 'si miskin' ketimbang 'si populer'.

Sadarilah juga bahwa tiap orang dan keluarga berbeda. Secantik-cantiknya seseorang, ia pasti memiliki kekurangan juga. Sekaya-kayanya seseorang, pasti ada hal yang membuatnya susah juga. Tiap keluarga pasti memilik persoalannya sendiri-sendiri.

Jadi berhentilah iri! Sebaliknya, syukurilah keberadaan kita. Terimalah diri Anda agar Anda bisa tampil bahagia, karena ekspresi iri dan bahagia tidak dapat berjalan beriringan.

Kamis, 28 Oktober 2010

Monokuroo boo bento

Yak ampun monokuroo boo satu ini memang cool, sapa mau buatin hayo?

Rabu, 27 Oktober 2010

Kecele Bikin Stres

Tak hanya pacar yang terlambat saja yang membuat Anda bete. Kecele juga bisa bikin bete lho. Jadi bagaimana solusinya? Simak tips singkatnya di sini.

Apa jadinya bila Anda yang sudah capek-capek melakukan perjalanan 45 menit lamanya menuju salon langganan, tiba-tiba mendapati salon tersebut tutup tanpa alasan jelas? Padahal seminggu sebelumnya, jelas-jelas Anda sudah membuat janji tata rambut di sana. Hmm, benar-benar menjengkelkan bukan?

"Lho kok tutup",
"Lho kok macet",
"Lho kok tidak datang sih",
"Lho kok nyasar"

Serta berbagai ungkapan kecele lainnya mungkin pernah membuat hari Anda yang mulanya ceria jadi bete abis.

Seperti halnya yang dialami Mira. Mira memaksa diri bangun pagi-pagi, berdandan serapi mungkin, dan melaju secepat kilat karena tak ingin terlambat menghadiri pertemuan informal dengan klien pertamanya. Janji temu pukul 8 pagi itu pun bahkan membuat ia lupa sarapan. Namun, lama dinantikan, klien yang ditunggu-tunggu tak kunjung muncul. Mira mulai resah, jam sudah menunjukkan hampir pukul 9, dan ia mesti segera kembali ke kantor. Akhirnya Mira memberanikan diri menghubungi klien pentingnya itu, dan ternyata, ya ampun...sang klien ternyata lupa tentang janji hari itu.

Seperti halnya Mira, jadwal harian kita kerap diisi dengan berbagai perjalanan dan janji temu, mulai dari yang dekat hingga jauh. Namun, tak ada seorang pun yang senang bila waktu, tenaga, uang, dan bensinnya terbuang percuma hanya untuk sebuah perjalanan yang sia-sia. Tak ingin mengalami pengalaman kecele seperti Mira? Ikuti beberapa saran berikut ini.

Jika Anda sudah membuat janji booking perawatan di salon kesayangan, dokter gigi, atau tempat lainnya, ada baiknya sebelum berangkat ke tempat tujuan, Anda melakukan konfirmasi ulang untuk memastikan janji tersebut. Takutnya, pihak lain lupa, tutup, atau membatalkan sepihak tanpa pemberitahuan. Tanyakan pada pihak bersangkutan dan pastikan bahwa janji temu atas nama Anda benar-benar bisa direalisasikan. Hal ini menghindarkan Anda dari perjalanan sia-sia yang merugikan, dan yang jelas bikin bete.

Tak hanya untuk urusan dalam kota yang sederhana, untuk acara bepergian ke luar kota pun (apalagi daerah yang jarang Anda kunjungi), ada baiknya Anda mencari informasi lebih dulu tentang update lalu lintas, perbaikan jalan, atau jalan pintas, yang mungkin bisa membantu menentukan rute perjalanan Anda. Dengan informasi yang jelas, maka Anda bisa segera sampai ke tujuan tanpa perlu berputar-putar jika Anda membawa mobil dam supir sendiri.

Selain rute perjalanan, booking hotel dan segala janji temu bisnis perlu dicek ulang agar setibanya Anda di sana, segala tujuan bisa diwujudkan. Anda pun bisa pulang dalam keadaan lega dan membawa hasil yang nyata. Mau? Ayo, konfirmasi sebelum berangkat!

Selasa, 26 Oktober 2010

Mengapa Jalan Keselamatan Itu Sempit?

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." (Yoh 21:18)

Jawabannya ada dalam ayat tersebut. Ketika kita masih kanak-kanak rohani, ada banyak cara, banyak jalan, banyak keinginan, banyak kelalaian, dan banyak hal lainnya, yang tampaknya masih Tuhan maklumi (bukan kompromi lho). Kita masih memiliki banyak jalan untuk dipilih.

Namun seiring waktu berlalu, Tuhan akan memepet kita. Dia mulai menutup pintu-pintu yang ingin kita pilih, menebas jendela-jendela yang kita andalkan, bahkan mencegah kita untuk memanjat atap. Dia akan membawa kita dari 10 jalan pilihan, menuju 5 jalan, beranjak ke 3, 2, hingga jalan terakhir. Satu-satunya jalan yang harus kita tempuh. Jalan yang mungkin tak kita inginkan, namun Tuhan tahu itulah jalan terbaik yang akan membawa kita sampai ke tujuan mulia. Jalan kita dibuatNya menyempit. Tak ada lagi pilihan di sana, tak ada lagi kesempatan untuk berbantah-bantah. Yang tertinggal hanyalah taat atau binasa. Itulah arti jalan sempit.

Rabu, 13 Oktober 2010

Hikmat Dari Mainan Anak: Mr. Potato Head

Kali ini biarkan si kepala kentang mengajari kita tentang salah satu sisi kehidupan yang benar-benar menyenangkan. Apa itu? Mari kita simak bersama.

Siapa bilang mainan anak hanya sekedar alat penghibur saja? Jika mau direnungkan, setiap mainan anak tentu memiliki hikmat tersembunyi yang bisa mengajari kita tentang arti hidup sebenarnya. Ingin tahu apa ilmu yang bisa didapat dari Mr. Potato Head? Simak yuk!

Dikenal dengan nama Mr. Potato Head (atau Tuan Kepala Kentang), mainan satu ini mengajarkan pada kita bahwa tak mengapa menjadi konyol pada sekali waktu.

Sejarahnya

Mainan ini sebenarnya sudah ada sejak 1952 silam. Waktu itu, anak-anak bermain dengan menggunakan kentang asli. Mereka menempel mata, hidung, telinga, mulut, dengan apa saja sesuka hati mereka. Namun, mainan kepala kentang dari bahan plastik baru muncul sekitar tahun 1964.

Cara main

Mainan ini memberi kesempatan pada anak-anak (khususnya balita) untuk belajar tentang anggota tubuh. Dalam hal ini berupa mata, hidung, telinga, dan bibir yang bisa ditempel pada kepala berbentuk kentang. Tak lupa aksesoris topi turut meramaikan si kepala kentang.

Dalam prakteknya, tentu anak umur 2 tahun memiliki keakuratan menempel yang berbeda dengan anak umur 5 tahun. Anak umur 2 tahun mungkin akan menempel bagian mata sedikit miring, hidung terbalik, bahkan bibir yang diletakkan pada area mata. Hasilnya? Setiap orang pasti akan tertawa saat melihat hasil tempelan yang konyol dan salah tersebut.

Hikmatnya apa?

Kita mungkin tak seperti anak kecil yang belum bisa membedakan antara letak mata dan telinga, namun kita masih bisa membuat kesalahan kan? Jatuh terpeleset karena kulit pisang, kena tumpahan sirup, atau 'kecelakaan' lainnya, semua itu masih mungkin terjadi dalam hidup siapapun juga.

Lalu, bagaimana Anda merespon semua itu? Bete atau tersenyum? Marah atau tertawa? Saya pilih yang jawaban terakhir saja. Anda?

Rabu, 06 Oktober 2010

Hikmat Dari Mainan Anak: Barbie

Lanjut lagi, kali ini kita akan membahas tentang mainan barbie. Apa ilmu rahasia si barbie? Apakah kecantikannya? Hmm, ternyata bukan lho...

Kisah lahirnya mainan satu ini tentu sudah banyak dari Anda yang membacanya bukan? Beberapa waktu lalu, Woman sempat mengangkat cerita tentang penciptanya, Ruth Handler.

Dan, melihat perkembangan barbie hingga zaman modern seperti sekarang, rasanya tak berlebihan bila kita mengatakan, "hampir semua anak perempuan di dunia menyukai mainan satu ini". Cantik, fashionable, mudah dimainkan, dan yang paling menyenangkan adalah boneka ini bisa membawa imajinasi pemainnya tenggelam dalam dunia akting tingkat profesional. Saat menggenggam barbie, skenario dibuat, peran tercipta, dan dialog pun mengalir alamiah dari bibir seorang anak yang bahkan belum mengerti apa arti sinetron. Bagaimanapun, barbie berhasil membuat pemiliknya memamerkan bakat alamiah dan hasrat terpendam mereka tentang suatu peran.

Itulah sisi positif dari sebuah barbie: Anda bisa menjadi apa saja. Mau jadi ibu rumah tangga biasa, guru, wanita karir, gadis bersepatu bot, dokter, penyanyi, atau astronot sekalipun, semuanya bisa. Barbie di tangan pemiliknya hanya menjadi sebuah media pengungkapan hasrat terpendam saja.

Jika selama ini Anda (atau buah hati) lebih senang memainkan peran tertentu, guru atau desainer baju misalnya, maka mungkin itulah hasrat alamiah yang terpendam. Jadi, tunggu apalagi, segera kejar cita-cita Anda. Yes, you can be anything you want!