Yeaah...puas termasuk salah satu ungkapan percaya dan penyembahan juga ternyata. Jika kita merasa puas dengan hidup kita, dengan apa yang kita miliki, maka itu artinya kita PUAS dengan apa yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita. Hanya orang yang PUAS yang bisa berterimakasih. Kalau tidak PUAS? Yaaa biasanya akan timbul keluhan. Benar atau benar?
Jika ingin PUAS, maka salah satu kuncinya adalah mencukupkan diri dengan apa yang ada. Yes, that's the key!! Bicara soal cukup, bagi orang satu beda dengan lainnya. Tapi saya yakin bahwa ini ada kaitannya dengan kebutuhan vs keinginan. Butuh makan, kenyang, cukup. Lain dengan pengen makan, rasanya mungkin bakal pengen terus mesti perut sudah uhh...penuh.
Kalau dipikir2, benar2 mikir lho ya, kebutuhan kita lho gak banyak. Sabun, pasti. Lulur, belum tentu. Pakaian pasti, cardigan baru? Hmm, belum tentu. Yah asal bisa memilah2 mana yang perlu dan yang tidak terlalu perlu, maka kita akan jatuh pada titik di mana kita sebenarnya selalu hidup serba berkecukupan (dan berkelimpahan dalam berbagai kebajikan, amiiiiiiiiiiiiiin).
Keputusan sekarang di tangan kita. Mau PUAS nggak? Puas mendatangkan bahagia, wajah berseri, menghilangkan kerut, menciptakan tawa dan aura bahagia (meski saat tongpes sekalipun). Orang yang PUAS jelas melihat donat, dan bukan lubangnya. Andakah itu????
Eit,, satu lagi, PUAS juga merupakan tanda kita PERCAYA bahwa apa yang Ia lakukan bagi hidup kita sudah yang terbaik. PUAS= PadamU Aku Serahkan hidupku. Amin. Sekian (benaran kali ini).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan komentar yang membangun aja yee....GBU