Minggu, 21 Agustus 2011

Everyday is A Miracle


Yups, setiap hari adalah keajaiban. Lama merasa jauh dan ditinggalkan, akhirnya Tuhan menunjukkan padaku jawaban2Nya.

Mulanya saat doa Jumat kmrn, kami gk jadi bareng ai giok, jd bareng grj, dan untungnya begitu karena my bestfirend dtg, molen. Jadi dia bs dpt teman dan ttp ikut doa.

Sabtu, ibadah yang menyentuh hati, baik pujian KAULAH SATU2NYA, serta ayat pokok FA yang membuatku cry. Pasalnya ayat itu datang 2 kali dalam hari itu, mzm 131:2

TB (1974) ©
SABDAweb Mzm 131:2
Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; e  seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku f  dalam diriku.
BIS (1985) ©
SABDAweb Mzm 131:2
Sesungguhnya, hatiku tenang dan tentram; seperti bayi yang habis menyusu, berbaring tenang di pangkuan ibunya, setenang itulah hatiku.
TL (1954) ©
SABDAweb Mzm 131:2
Bahwa sesungguhnya aku telah menyenangkan dan mendiamkan hatiku seperti seorang kanak-kanak yang lepas susu hampir dengan emaknya! bahkan, hatiku di dalam aku adalah seperti kanak-kanak yang lepas susu.
MILT (2008)
Sesungguhnya, aku telah menempatkan diriku dan menenangkan jiwaku, seperti anak yang disapih oleh ibunya; jiwa dalam diriku bagaikan anak yang disapih.
KSI (2000) ©
SABDAweb Mzm 131:2
Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku, seperti anak yang cerai susu berada dalam dekapan ibunya. Ya, seperti anak yang cerai susu itulah jiwaku di dalam diriku.
FAYH (1989) ©
SABDAweb Mzm 131:2
Aku berdiam diri di hadapan TUHAN, sama seperti anak yang disapih. Ya, rengekanku sudah didiamkan.
ENDE (1969) ©
SABDAweb Mzm 131:2
Sesungguhnja, djiwaku kutenangkan dan kutenteramkan, seperti kanak pada pangkuan ibunja. Bagaikan bajilah djiwaku didalam diriku!
Shellabear Draft (1912) ©
SABDAweb Mzm 131:2

Bahwa sesungguhnya aku telah menghiburkan dan mendiamkan jiwaku, seperti hal kanak-kanak yang cerai susu itu dengan ibunya; bahkan jiwaku itu bagiku seperti kanak-kanak yang cerai susu.
Itulah yang harus dan akan kulakukan. Aku akan memaksa diriku untuk tenang. Aku akan menutup mata untuk hal-hal yang sia2. salah satunya saat ini adalah Zh. Aminnnn.... :)

Minggu
Pagi aku bangun dan Puji Tuhan, aku boleh datang ibadah. Sepulang ibadah dan meluruskan hati, maka datang saatnya untuk meluruskan rambut. Untung makan dulu, soalnya ternyata untuk mahkota MA ini, ternyata butuh waktu sekitar 6-7 jam. Glodak...hasilnya lumayan menggembirakan. Ya sekali seumur hidup juga kan, sekali-kali MA ganti gaya. hahahahaha...

Praise God-nya lagi, listrik dapur yang sempat 'mbledos' lagi karena alat pemanas yang sama (kasus sama, penyebab sama, akibat pun sama), dengan hikmatNya bisa kubenahi lagi. Hebat Tuhan itu!! Saat makan, Dia memberi tahu aku bahwa kedua sisi lempengan itu hanya perlu CONNECT untuk bisa menyala lagi, dan memang benar. Pujii Tuhaaaan banget deh, gak perlu panggil tukang listrik dan hemat nomban. Lemayaaan *ketap-ketip
Thanks God, coz Ur miracle is really...truly...happens everyday :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar yang membangun aja yee....GBU