Senin, 01 Agustus 2011

Bercerai Sebelum Menikah

Siapa sangka bahwa doa seorang anak SMA bisa berujung pergumulan yang begitu panjang, menyengsarakan, memakan korban, dan seakan tak terselesaikan.
Semua itu bermula dari doa yang entah dipikirkan dulu atau tidak saat dipanjatkan. "Tuhan, berilah aku pasangan satu saja, yang pertama dan terakhir. Sebaiknya kami tidak pacaran, karena pacaran itu seringkali hanya berisi kepalsuan. Dan, jika Engkau berkenan, TOLONG PROSES KAMI SEBELUM MENIKAH.
Dan, rupanya Tuhan mengabulkan doanya itu. Sampai usianya yang hampir kepala san dia belum pernah merasakan yang namanya pacaran. Tak sedikit yang menyukainya, namun tak ada yang sreg di hati. Ia pun menjauhkan mereka.
Pengalaman buruk dengan yang lalu, selama 4 tahun terkatung-katung, rupanya kembali terulang padanya. Hanya hingga detik ini waktunya lebih lama, 7 tahun 5 bulan.... dia tetap menanti orang itu.
Hanya singkat saja masa keindahan hubungan mereka, namun ia selalu yakin bahwa waktu yang singkat itu sudah cukup kuat untuk menanamkan dasar kasih agape yang kuat dalam hubungan mereka. Dan benar, tak lama setelah masa keindahan hubungan itu, mereka pun mulai digoncang.
Hubungan mulai diuji oleh yang namanya perbedaan dan kepahitan. Ya, ia kepahitan oleh kata2nya yang menyiratkan kecurigaan dan rasa tidak percaya. Awalnya ia sendiri tidak menyadari bahwa ia tidak pernah merawat luka itu secara serius. Ia hanya membiarkannya namun setiap kali ia melihatnya, luka itu seakan makin memburuk dan menyakitkan.
Tibalah puncaknya sampai ia pun menjauhkannya, dan mereka tidak berbicara lagi. Lama, 2...3..mungkin ada 4 tahun...Tak berbicara lama, hubungan mati, tak saling menyapa, saling menghindar, bahkan sempat terpisah 2 kali masa kehamilan lamanya...
Yang indah2 itupun, yang terjadi di masa lampau seakan tak patut/ menyakitkan bila diingat kembali.
Namun kini, hubungan mereka mulai membaik.... meski pihak lain itu telah 'menggandeng' WIL lain yang hanya diakuinya sebagai teman saja, dan itu semua karena Tuhan. Ia menyadari bahwa prioritas hubungan yang terutama adalah kesediaan untuk saling dan selalu mengampuni. Maka ia pun memutuskan untuk melakukannya.....
Tentang hasilnya? Nobody's know karena belum kelar tuh prosesNya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar yang membangun aja yee....GBU