Senin, 01 Agustus 2011

Tak Ingin Hidup Seperti Roti Bantat

Tak ada yang menyukai roti bantat! Seenak apapun bahan yang dipakai, semahal apapun campurannya, tetap saja tak ada yang rela merogoh kocek demi sepotong roti bantat.

Roti bantat adalah........roti yang tidak mengembang. Saat diproses dalam oven, roti ini tetap saja ukurannya. Panas yang menyentuhnya tak mengubah apapun.

Demikian juga dengan hidup kita. Kita dikatakan 'bantat' saat tak punya kemauan dan kesediaan untuk 'mekar' alias berkembang.

Sebuah teguran lembut datang padaku beberapa waktu lalu. "Ayolah, siapa tahu kamu bisa melakukannya......meski belum pernah sebelumnya. Masakan kamu tidak ingin mengembangkan potensi?"

Bidang di mana aku dipaksa untuk berkembang berhubungan dengan matematika, sebuah 'lahan' yang selalu bikin hati dan pikiran ogah. Tapi, hemm....setelah dipikir-pikir tak ada salahnya kan kalau dicoba? Siapa tahu bisa :)

Kalau toh tidak bisa nantinya? Ya sudah. Yang penting kan sudah coba, itu intinya. Roti kurang ragi juga bisa bikin bantat. Begitu juga dengan seseorang yang tak bertalenta (ternyata...) di bidang tertentu.

Tapi bagaimana kita tahu kalau kita tak punya talenta di bidang itu, jika kita belum mencobanya? Ya kan? :) Hihi...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar yang membangun aja yee....GBU