Tak ketinggalan dengan mainan-mainan lainnya, Teddy Bear juga ingin berbagi ilmu kehidupan dengan Anda. Mari kita simak bersama wejangan dari boneka beruang tersebut.
Teddy Bear, siapa yang tak tahu tentang boneka beruang populer satu ini? Namanya diambil dari nama Presiden Amerika Serikat ke-26, Theodore Roosevelt, yang biasa dipanggil "Teddy" dan punya hobi berburu beruang.
Boneka yang bahkan telah memiliki museum sendiri, Teddy Bear Museum (Petersfield, Hampshire), ini tak hanya muncul dalam wujud boneka saja, namun juga telah menjadi inspirasi bagi aksesoris wanita, seperti bandul kalung, gantungan kunci, hingga jepit rambut.
Berbeda dengan binatang beruang asli yang jelas tak terlalu bersahabat, boneka ini tampil dalam figur lembut, pendiam (kecuali jika bagian dalamnya diberi mesin lagu), mudah dipeluk, dan bisa dibawa ke mana saja.
Saat ibu dan ayah tak ada di rumah, Teddy Bear ada di sana menemani buah hati. Meski tak mampu berbicara atau berbuat apa-apa, namun nyata bahwa anak-anak selalu menghargai keberadaannya. Seringkali bahkan anak-anak lebih rela berpisah dengan orang tuanya daripada boneka kesayangan. Benar tidak, ibu-ibu?
Hal ini menunjukkan bahwa boneka tersebut termasuk setia di mata anak-anak. Selalu ada untuk berbagi rasa, senang dan sedih. Tak heran banyak anak kecil memperlakukan Teddy Bear seolah-olah ia adalah makhluk hidup yang bisa mendengar curhatan mereka.
Lalu, apa teladan penting yang diberikan oleh sebuah Teddy?
Kehadiran.
Seringkali ada-tidaknya kita di sisi seseorang yang sedang membutuhkan, itulah yang penting. Tak perlu harus bisa bicara (kadang kita bahkan tak tahu juga kan mau bicara apa saat berhadapan dengan mereka yang pedih hati), tak perlu juga berbuat apa-apa, cukup hadirlah di sana.
Coba renungkan, siapa yang saat ini membutuhkan kehadiran Anda? Segera temui mereka dan katakan,"Aku ada di sini untukmu", karena Anda tak pernah tahu betapa pentingnya kehadiran Anda bagi seseorang. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan komentar yang membangun aja yee....GBU