Selasa, 21 Desember 2010

Love Your Life

Bila seseorang melontarkan pertanyaan seperti judul di atas, apakah jawab Anda yang sejujurnya?! Apakah Anda benar-benar menikmati hidup selama ini atau Anda menunggu hingga Anda kaya, sukses, menikah, punya anak, mapan, atau cantik dulu baru Anda mengklaim kalau Anda bahagia?!

Indah tidaknya hidup ini tergantung dari cara kita memandang dan menjalaninya. Tiap orang memiliki cara dan standar yang berbeda dalam menjalani hidup ini. Kerapkali standar dan pandangan yang salah tentang hidup itulah yang menggilas kebahagiaan kita sendiri.

Lalu, bagaimana agar Anda bisa menikmati hidup bahkan di tengah kekurangan dan kelemahan sekalipun. Simak beberapa tips berikut.

Pandang masalah yang ada sebagai kesempatan dan bukannya kesulitan

Siapa yang tidak punya masalah? Semua orang punya. Namun, tak semua orang memandang masalah sebagai suatu pukulan atau hantaman yang hebat. Ada juga yang menganggapnya sebagai kesempatan untuk mengembangkan karakter plus dalam hidupnya. Ada juga yang memandangnya sebagai tantangan atau petualangan yang harus ditaklukkan.

Bagaimana kita memandang masalah itu sangat penting. Jika kita menganggapnya sebagai beban belaka, maka hidup akan terus terasa berat. Namun, bila kita menerima dan belajar untuk memecahkannya dengan cara positif, maka kita akan merasa lebih enteng.

Lakukan yang bisa Anda lakukan, jangan pikirkan hasilnya

Kerapkali seseorang enggan melangkah karena ia sudah terlebih dulu ragu dengan hasil yang akan dicapai. Ini adalah pandangan makhluk pesimis. Si pesimis tidak berani mengambil resiko, takut gagal, takut ditolak, takut rugi, takut...takut..takut...hingga akhirnya tidak melakukan apa-apa.

Tidak ada keberhasilan tanpa kegagalan. Seorang anak yang ingin lihai naik sepeda harus mengalami proses jatuh bangun yang berulang kali. Lecet, luka berdarah, dan rasa sakit yang timbul itulah yang akan membawanya kepada keahlian bermain sepeda. Jadi, mari kita belajar untuk melakukan saja apa yang bisa kita lakukan, sekecil apapun itu, tanpa terlalu pusing memikirkan bagaimana hasilnya nanti. Just do what you must to do!

Tetaplah sibuk dengan beraktivitas.

Setidaknya ada 3 aktivitas besar yang dikerjakan manusia pada umumnya selama ia hidup, yaitu tidur, kerja, dan berlibur. Tiap manusia memerlukan ketiganya. Jika waktunya bagi Anda untuk tidur, maka nikmatilah. Jika Anda sedang berlibur, maka benar-benarlah berlibur. Jika Anda sedang bekerja, maka berikan yang terbaik pula.

Meski wanita dikaruniai dengan kemampuan untuk multitasking, namun itu tidak efektif jika Anda mencampuradukkan momen istirahat dengan ketegangan bekerja.

Jangan memikirkan hal-hal yang tak mungkin Anda kontrol.

Hmm, ini benar-benar gangguan terbesar dalam kebahagiaan manusia. Boleh dibilang 90% hal dari hidup ini bisa dikontrol, sedangkan 10% nya tidak. Jika demikian lalu mengapa manusia repot-repot memikirkan 10% hal yang tak bisa dikontrol atau diubahnya. Mari kita pikirkan dan kerjakan apa yang kita bisa.

Jangan menunda tugas yang kurang menyenangkan hingga besok hari

Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari karena menunda merupakan penumpukan masalah atau sampah yang Anda bawa terus hingga hari esok. Dan ini merupakan beban yang berat, baik untuk hari ini maupun untuk besok. Jadi, selesaikan apa yang bisa Anda selesaikan hari ini...hari ini juga.

Hilangkan semua khayalan

Khayalan tidak sama dengan mimpi/ cita-cita. Khayalan tidak memiliki dasar yang kuat, sedang mimpi memiliki dasar. Khayalan lebih mengarah pada sesuatu yang terlalu muluk, sedangkan cita-cita bisa diraih asal ada kemauan. Khayalan hanya berangan-angan tanpa berbuat apa-apa, sedangkan meraih mimpi atau cita-cita membutuhkan usaha. Jadi, bedakan antara impian dan khayalan Anda. Kejarlah mimpi, namun tinggalkan khayalan.

Jangan memikirkan hal-hal yang abstrak.

Ini bisa saja berarti berandai-andai atau menyesali sesuatu yang telah terjadi. Biasanya pikiran abstrak dimulai dengan kalimat:"Jika saja aku.....", "Coba kalau tadi aku....", "Nanti jika ia datang, aku akan....", atau kalimat-kalimat pengandaian yang serupa itu. Untuk apa repot-repot memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi atau yang sudah lewat. Keduanya memiliki kesamaan, yaitu tidak nyata.

Jadi, sekarang setelah mengetahui beberapa prinsip bagaimana agar hidup lebih hidup, maka keputusan ada di tangan Anda. Mari kita cintai hidup yang kita miliki!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar yang membangun aja yee....GBU