Senin, 27 Desember 2010

Aku Memberi Karena...

Orang yang mengasihi pasti memberi, namun orang yang memberi belum tentu mengasihi. Anda pernah mendengar kalimat bijak itu? Kita dapat memberi sedekah pada pengemis yang bahkan kita tidak tahu namanya. Namun rasanya mustahil bila kita mengaku mengasihi seseorang namun tidak pernah memberi apa-apa padanya.

Dalam kasih ada keinginan untuk memberi. Bukan sekedar memberi, namun memberi yang terbaik sesuai kemampuan. Hal ini adalah naluri dari kasih yang sebenarnya.

Kasih yang tidak berfokus pada diri sendiri, namun lebih menyoroti kebutuhan objek kasih kita. Dalam kasih ada pengorbanan. Kasih yang sejati itu bisa menerima objek kasihnya apa adanya. Tanpa tuntutan, yang ada hanya keinginan untuk memberi.

Apa Anda merasa bahwa hal ini terdengar bodoh? Namun ini adalah kebenarannya. Coba Anda renungkan, jika Anda sebagai objeknya, apa Anda akan menolak kasih semacam itu? Tentu tidak bukan?!

Kita semua, tanpa terkecuali, baik pria, wanita, anak-anak, remaja, maupun orang tua, semuanya merindukan kasih yang demikian. Kasih yang sudi menerima kita apa adanya. Kasih yang tidak menuntut. Kasih yang memberi.

Karena dalam kasih jenis ini ada keamanan yang ditawarkan. Itulah yang jarang kita dapatkan. Kasih yang sejati menjauhkan segala kekhawatiran, khawatir ditolak, khawatir dicemooh, khawatir diolok, dan sebagainya.

Tidak dapat disangkal, bahwa hukum alam berlaku juga dalam kehidupan manusia. Jika Anda menabur jagung, tak mungkin Anda menuai kacang.

Demikian juga dengan kasih. Jika Anda menabur kasih yang suka memberi dan tulus pada orang-orang di sekitar Anda, maka dapat dipastikan Anda akan menuai hasilnya. Siapa juga yang dapat menolak orang yang memiliki kasih seindah ini? MERRY CHRISTMAS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar yang membangun aja yee....GBU