Senin, 06 Desember 2010

Keinginan Yang Harus Dibunuh

Many have too much, but none enough. (Danish Proverb)

Pernah melihat orang yang punya banyak hal, namun masih saja tetap merasa tidak puas?! Baru membeli mobil ke-3, eh sekarang sudah mengincar mobil yang lain lagi. Ada juga orang yang hidupnya pas-pasan, namun tetap bisa puas dengan apa yang ada.

Lalu, apa sebenarnya yang membedakan keduanya?

Keinginan, itulah jawabnya.

Tak dapat kita pungkiri bahwa tiap manusia dilahirkan dengan bekal 'memiliki keinginan'. Namun, kita juga tahu bahwa tak semua keinginan itu bisa dicapai, sebab ada hal-hal yang tidak bisa dibeli dengan uang atau kekuasaan.

Tak semua keinginan itu buruk adanya. Ada juga yang baik, seperti keinginan untuk hidup, keinginan untuk menjadi orang pintar dan sukses, keinginan untuk berbuat baik, dan sebagainya.

Namun, ada keinginan yang berbahaya bagi diri sendiri, keluarga, dan juga orang lain, karena bisa mengaktifkan sisi keserakahan kita sebagai manusia. Apa saja keinginan yang berbahaya tersebut?

Keinginan yang tidak membawa kebaikan

Contohnya adalah seseorang yang selalu ingin makan makanan berlemak. Meski lezat, namun keinginan itu bisa merusak kesehatan dan membunuh diri sendiri. Atau, keinginan untuk absen kerja di saat tidak mood. Bisa Anda bayangkan, apa jadinya bila bos tahu Anda absen hanya gara-gara tidak mood. Pastinya, Anda akan dipecat atau tidak dipercaya lagi.

Keinginan yang melampaui kemampuan

Anda pasti tahu apa yang dimaksud dengan ini. Seseorang bisa mengingini banyak hal namun jika itu melebihi kemampuannya, maka ia akan berhutang ke sana sini untuk memenuhi nafsu inginnya itu. Akibatnya, ia akan terjerat masalah utang yang bakal menyusahkan diri dan keluarga yang ada. Atau jika ini tidak menyangkut uang, maka keinginan tersebut akan membuat seseorang depresi karena ia tidak mampu mencapainya.

Keinginan akan milik orang lain

Yang satu ini bisa mengakibatkan yang namanya pencurian, penculikan, fitnah, hingga membunuh. Tak percaya? Coba saja lihat para perampok yang mengingini barang milik orang lain, atau seorang gadis yang rela berbuat nekat untuk merebut pacar temannya.

Pada dasarnya, sebuah keinginan dikatakan jahat bila itu sudah berada dalam jalur yang melebihi kebutuhan.

Saat Anda mulai dijangkiti dengan penyakit ingin 'ini dan itu', maka berhentilah sejenak dan renungkan, apakah hal tersebut memang sesuai dengan yang Anda butuhkan?!

Keinginan memang bisa bernafsu sepanjang waktu, namun ada satu cara untuk menaklukkannya, yaitu dengan mengendalikannya atau mematikannya. Dan untuk itu, kita perlu mengaktifkan 'alarm kebutuhan'. Dengan alarm ini, kita bisa mematikan segala keinginan yang menyesatkan.

Marilah kita belajar untuk menaklukkan keinginan-keinginan yang melampaui kebutuhan kita, supaya kita tidak menjadi orang yang serakah.

Jangan sampai demi memenuhi keinginan yang egois, kita jadi mengorbankan keluarga, diri sendiri, orang lain, maupun segala sesuatu yang berharga di sekitar kita. Waspadalah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar yang membangun aja yee....GBU